Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Alasan Vio mendekati Bima


__ADS_3

"Lain kali, kalau pakai baju ikuti yang aku kasih. Jangan seperti tadi! Kamu sudah menampar wajahku di depan kakak. Malu sekali aku." Candra mengomel pada istri barunya setelah sampai di dalam kamar.


"Siapa yang tau, kalau pesta keluargamu itu penuh aturan. Seharusnya gaun pertama yang aku pakai juga memberi muka padamu. Inget, baju ini aku pesan khusus dari desainer terkenal di Indonesia. Itu menandakan kalau seleraku tinggi." Vio melepas dress yang ia kenakan untuk menghadiri pasta.


Gaun selutut tanpa belahan, dress Korea yang begitu elegan. Vio sebenarnya tampak cantik-cantik saja menggunakan baju apa pun. Mau baju belahan sepangkal paha, atau yang ini. Dia terlihat sangat cantik.


Tapi sayangnya, dia kesusahan memakai atau melepasnya. Dres dengan resleting di belakang memang menyusahkan dirinya. Kalau tadi dia di bantu oleh penata riasnya, nah sekarang?


Dia hanya berdua di dalam kamar dengan Candra. Kalau dia meminta bantuan pada Candra, itu otomatis..... Ah, bodo amat. Yang penting lepas dulu bajunya. Pikiran Vio sudah berkeliaran kemana-mana.


"Can, bisa bukain resleting bajuku?" tanya Vio dengan kantuk berdebar-debar.


"Ya!" jawab Candra jengkel. Reaksi yang berbeda di tunjukkan oleh Candra. Sepertinya dia tidak tertarik dengan Vio sama sekali. Bahkan, sampai detik ini pun mereka berdua belum malam pertama.


Sreg....


Hati Vio sudah bergejolak di dalam sana. Tapi lihatlah Candra, dia hanya membuka resleting dan tak melihat apa-apa lagi langsung keluar kamar mandi.


"Candra ini normal nggak sih? Apa aku kurang seksi dan menarik?" Gerutu Vio ketika Candra langsung menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


Candra rupanya sudah sering menghadapi situasi seperti ini. Ya, dia sering di goda oleh teman-teman wanitanya dengan alasan ini. Itulah yang membuat Candra merasa jengkel.


Vio melepas dress-nya dan segera mandi. Dia memilih baju tidur yang biasanya ia pakai. Piyama dengan celana pendek.


Vio merasa jengkel karena Candra benar-benar tak tertarik padanya. Memalukan!


"Kamu sudah mau tidur?" Tanya Candra saat Vio menutup dirinya dengan selimut tebal.


"Sudah tau, nanya!"


"Aku suami kamu Lo, bahkan belum ganti baju. Tapi kamu....?"


"Kenapa kalau belum ganti baju? Mau aku gantiin bajunya? Atau sekalian aku mandiin? Ayo sini ke kamar mandi, aku mandiin." Vio yang jengkel pun langsung kembali bangkit. Dia bahkan berusaha membuka jas yang di pakai oleh Candra.


"Ngapain aku perkosa suami sendiri? Dih, GR."


"Hmm, tau. Cuma aku mau bahas sesuatu sama kamu."


Candra melarangnya tidur dengan alasan menikmati malam berdua? Itu hanya mimpi para nitizen. Kenyataannya, malah membahas sesuatu.

__ADS_1


"Kita sudah seminggu menikah, tapi kita masih ikut orang tua. Aku sebagai suami, malu sudah menumpang begitu lama. Aku mau ngajakin kamu melihat rumah, besok. Kamu setuju, kan pindah dari sini?"


"Aku sih kemana aja juga ayok. Asal jangan balikin aku ke rumah orang tuaku saja." Jawaban yang cukup membagongkan.


"Kenapa kamu tidak mau? Bukannya kamu itu seorang putri tunggal dari keluargamu?" Candra kaget dengan pernyataan istrinya.


"Salah, aku masih punya Abang."


"Kok bisa?"


"Aku memang anak tunggal dari papa dan mama. Tapi papa punya dua anak laki-laki dan satu anak perempuan selain aku. Itu dari istri pertama, kami bahkan tidak tau sebelumnya. Tapi, setelah perusahaan di atasnamakan, nama papa. Barulah aku tau, kalau aku bukan satu-satunya anak papa. Ini cukup membuatku sedikit terkejut."


"Aku harus berbagi kamar dengan adik yang beda setahun denganku. Abang-abang yang mulai ikut menguasai perusahaan dari kakekku. Siapa yang bantu aku setelah ibu meninggal?" Vio mulai meneteskan air mata. Itu membuat Candra iba.


"Itu sebabnya kamu mencari-cari kakakku?" Vio mengangguk dalam pelukan Candra.


"Kamu tau salah, kenapa di lakuin? Terus, kalau kakak malah membuangmu jauh. Apa yang akan kamu lakuin? Kamu sengaja lo ini itungannya." Candra membelai rambut panjang Vio.


"Itu tujuan awal ku. Karena, kalau kak Bima yang melempar ku, pasti mereka tidak akan menemukanku. Tapi aku tidak tau, kalau aku malah masuk ke keluarga ini. Aku bahkan di sambut." tangisan Vio pecah, ini pertama kalinya gadis ini menundukkan kepala dan melepas air matanya.

__ADS_1


"Tunggu, kamu bilang setelah ibumu meninggal? Bukankah Tante wani datang di acara pernikahan kita?" Candra sedikit aneh dengan cerita Vio.


"Itu istri pertama papa, Hera. Ini mama ku." Vio menunjukkan foto ibunya yang sangat mirip dengannya.


__ADS_2