Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Keras dan lembut bersamaan


__ADS_3

Selesai mata kuliah, Bima ke ruangan dosen yang tadi menyuruhnya ke ruangan. Di ruangan itu ada seorang siswi blasteran itu lagi. Dia duduk manis dengan laptop yang menyala di depannya tapi di tinggal main gawainya.


"Selamat sore Bu, ada apa ya memanggil ke ruangan?" tanya Bima sopan.


"Oh, masuk Bim." Bima pun masuk dan duduk di depan dosennya.


"Ini yang Tante kenalkan? Muti sudah kenal, kan dia satu jurusan dengan ku." kata gadis itu.


"Muti, kamu harus banyak belajar dari dia. Bima ini orangnya baik, dan yang pasti dia itu tidak pernah melawan dosennya. Nilainya bagus-bagus terus selama tiga semester ini. Benar kan Bima?" dosen itu memang terkenal genit, tapi Bima sendiri tidak pernah merasakan langsung seperti saat ini.


Orang yang paling berani baginya hanya Galuh, meski dia istri sahnya, kadang dia masih merasa takut. Sekarang? dia merasakan langsung di genitin oleh wanita yang beberapa tahun di atasnya.

__ADS_1


risih tangan di pegang-pegang, tapi Bima takut kebablasan kalau harus melawan. Biar bagaimana pun, orang yang berani memegang tangannya itu adalah dosen.


"Maksudnya ibu apa? Mengajari apa? Dia terlihat bukan orang yang bodoh. Saya rasa, dosen pembimbing jauh lebih tepat dari pada saya." jawab Bima seraya melepas tangannya dari tangan dosennya yang mulai berani naik ke pangkal lengannya.


"Bima, kamu tidak melihat betapa cantiknya keponakan ku? Kalau di bandingkan dengan Galuh, dia jauh di atas kekasihmu itu. Lagian aku sudah memantau, Galuh tidak cocok untukmu_"


"Anda terlalu memandang tinggi keponakan. Fakta bahwa saya tidak akan suka orang menjelekkan Galuh, tidak pernah di ragukan. Saya berada di tempat ini saat ini karena Galuh. kalau anda tidak bisa melihat masa lalu saya, baik saya ceritakan."


Bima meninggalkan ruangan tanpa berpamitan. Meninggalkan dua orang yang terpaku pada ucapan sarkas dari seorang Bima.


Kata-kata Bima yang terdengar kasar, ternyata mampu mengetuk hati seorang Mutiara. Gadis blasteran yang baru tiba di negara agraris ini.

__ADS_1


"Mengagumkan."


Senyum gadis itu mengembang, dia seperti menemukan pawang yang tepat untuknya. Bima adalah sosok keras dan lembut secara bersamaan. Dia adalah sosok idaman yang selama ini di cari oleh Mutiara.


Seseorang yang akan selalu bisa menempatkan dirinya di atas segalanya. Dia harus bisa menyingkirkan Galuh. Orang yang sejak tadi di junjung tinggi oleh Bima.


Jika tebakannya benar, Galuh adalah gadis yang tadi bermanja padanya. Tidak sulit menyingkirkan gadis manja seperti Galuh. Mutiara bahkan sangat hafal dengan orang-orang seperti Galuh ini.


Orang yang ingin lelaki itu berterima kasih sepanjang sisa hidupnya. Tidak, Bima tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. Di sisinya, Bima akan menjadi seorang lelaki yang berdiri dengan penuh martabat.


tidak seperti sekarang yang akan di hina dunia hanya karena dia menundukkan kepala pada penolongnya saat itu. Mutiara adalah orang yang paling tepat untuk menjadi pendamping dan teman hidup Bima.

__ADS_1


__ADS_2