Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Menggemaskan


__ADS_3

Banyak sekali karyawan yang tidak bekerja selayaknya karyawan sebuah perusahaan. Tapi, mereka tidak tau jika di dalam satu ruangan juga tengah berperang melawan yang lainnya.


Setelah menstabilkan saham selama hampir seharian. Bima baru merasa lapar, dia baru ingat, jika dirinya belum sedikitpun menyentuh makanan sejak bangun tadi pagi.


Seperti biasa dia melepas penat dengan keluar dari ruangan. Tapi, satu yang dia lupakan, Bima hanya memakai baju tidur lengan pendek. Bahkan dia tidak memakai baju dalam seperti biasanya.


Rambut acak-acakan yang membuat aura garang yang selama ini di pancarkan serasa percuma saja. Bima terlihat jauh lebih segar dan lebih lucu. Menggemaskan.


"Eh lihat, bukannya itu pak Bima? ternyata bisa cute juga."


"Iya, pantas saja banyak yang tergila-gila."


"Pemandangan yang langka ini, cepat abadikan."


Salah satu seorang karyawan yang masih bekerja seperti biasa dan tak ikut demo di area lobi. Telah mengambil foto Bima dengan beberapa sudut. Dan yang menjadi favorit mereka adalah pas Bima meminum air di depan dispenser dengan menyibakkan rambutnya ke belakang.


"Gila, ganteng banget. Curang sekali pak Bima ini, kenapa enggak begini pas kerja?" Protes seorang karyawan yang sudah terpanah oleh penampilan Bima yang ini.


"Pasti bahagia sekali jadi Bu Galuh. Setiap pagi di sambut pemandangan yang begitu indah seperti ini."

__ADS_1


Bima yang menjadi pusat perhatian hari ini pun tak merasa apa-apa. Dia bahkan melenggang kesana kemari dengan segelas kopi panas di tangannya.


Bima masuk kembali ke ruangan yang membuat kepalanya mau meledak. Dia kembali duduk di singgasana ayahnya. Dengan adik-adiknya yang membantu membalikkan sistem yang bocor itu.


"Pa, dari pada kau bengong di situ. Mending belikan kami makanan. Dari pagi aku belum makan." Bima mengagetkan Yasa yang kala itu fokus akan pekerjaan Candra.


"Ah, lupa. Ya sudah aku pesan makanan dulu."


"Pa, pesanin makanan di restoran kak Maya aja. Aku pengen ayam betutu sama ayam bakarnya." kata Bima yang memang paling menyukai dua menu itu jika ke restoran kakak iparnya.


"Kalau yang lain?"


"Ayam bakar boleh deh." Candra yang sudah mulai menyukai makanan Indonesia.


"Ngikut aja. Lidahku terus bermasalah selama di luar negeri. Ini itu rasanya kurang enak, coba masakan kak Maya deh."


Sesuai permintaan, Yasa keluar untuk mencarikan makanan bagi ketiga putranya. Sepeninggalan papanya, Bima langsung keluar dari ruangan.


"Kalian tunggu di sini, pastikan sistem aman selama aku pergi. Aku cari Vio sekarang!" Mendengar ucapan kakaknya, Candra sedikit ada rasa takut. Tapi ini semua memang kesalahan Vio, jika benar dia yang melakukannya.

__ADS_1


Seketika, Candra mengingat apa yang di katakan oleh orang misterius tadi. Jika hubungan mereka sudah lebih dari setahun. Jangan-jangan Vio tidak hamil anaknya. Melainkan anak si licik itu.


"Kenapa bengong?"


"Tidak."


Mereka berdua kembali fokus pada laptop. Dan hanya memerlukan waktu tak kurang dari setengah jam. Bima sudah kembali bersama dengan Vio. Sedangkan Yasa masih belum kembali.


"Vio, katakan. Siapa orang itu?" pertanyaan Bima langsung pada poin yang ingin dia ketahui.


"Kak, apa hanya ini yang mau kakak tanya...?"


"Apa dia ayah dari anak dalam kandungan kamu?"


Candra terlihat lebih emosi dari pada Bima, saat ini. Sedangkan Vio malah terkejut dengan apa yang di tanyakan padanya.


"Apa kau gila, tanya seperti itu? Aku memang berhubungan sama orang itu. Tapi, bukannya kamu sendiri yang merasakan saat itu. Apakah aku masih perawan atau sudah tidak. Ini anakmu! Kalau kamu tidak percaya, aku bisa membesar anak ini sendiri!" Vio kali ini terlihat lebih emosi dari biasanya.


"Apa kau sudah yakin? Aku tau kamu bisa, tapi satu yang harus kamu tau. Keluarga Fedrik sama sekali tidak membiarkan anak yang lahir di dalam keluarga itu pergi. Terlepas itu keturunan langsung keluarga Fedrik atau bukan. Kami berkomitmen untuk tidak ingin menyesal. Lebih baik membesarkan anak orang lain dari pada menelantarkan anak sendiri! Kamu paham, Candra?"

__ADS_1


Semua terdiam, apa yang di katakan Bima benar. Anak itu belum terbukti anak siapa, tapi pasti nanti akan terlihat faktanya.


"Vio, katakan pada orang itu. Kalau dia masih mau dengan apa yang di miliki sekarang. Suruh berhenti bermain denganku. Atau aku akan membuatnya bangkrut dalam hitungan jam."


__ADS_2