
Sekretaris Bima tersenyum akan kelakuan istri dari bosnya. Sheilla tidak akan berani menggoda bosnya setelah apa yang pernah di lakukan Bima padanya.
Lelaki berkuasa itu pernah menolong nyawa suami tercintanya, dengan mengorbankan nyawanya sendiri.
Dua hari lalu, Bima menolong suami Sheilla yang tengah berada di dalam rumah. Di saat rumah itu mengalami kebakaran akibat hubungan arus pendek. Dengan mengabaikan keselamatan sendiri, Bima mencari suami dari Sheilla.
"Wajar pak, beliau sangat mencintai bapak. Baiklah, saya permisi dulu." Sheilla pamit dan keluar dari rumah besar itu.
Mungkin benar, dia harus sedikit mengubah penampilannya. Dia tidak lagi melayani seorang pemuda yang rendah hati. Tapi suami yang sangat di cintai oleh istrinya.
Tidak tau saja, kalau Bima lah yang bucin pada Galuh. Bukan sebaliknya.
Galuh duduk di atas tempat tidur dengan memainkan ponselnya. Dia juga tidak memperhatikan suaminya yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
ponsel itu terlalu menarik dari pada Bima, tapi lelaki itu tidak masalah. Asal Galuh senang, Bima tidak ada alasan untuk marah.
"Galuh, kamu gak mau belanja?" tanya Bima membelai rambut pendek Galuh.
"Lagi gak pengen." masih tetap fokus pada layar ponsel, Galuh menjawab.
Galuh bohong kalau dia tidak kepingin untuk belanja. Karena waktu itu dia gagal menghabiskan jerih payah suaminya untuk memanjakan diri.
Tapi Galuh juga tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi. Ah, apa tidak boleh dia ke Mall yang hanya ada dirinya dan sang suami saja? Itu mustahil.
"Aku tidak akan mengulang kebodohan untuk kedua kalinya. Aku tidak akan mengungkit Jovan lagi. Jika bertemu lagi, aku akan dengan sangat bangga membawa mu masuk ke dalam toko yang berisikan barang-barang branded."
Senyum Galuh mereka mendengar apa yang di ucapkan Bima. Sungguh merdu sekali terdengar di telinga Galuh, seakan satu pemikiran dua kepala. Itulah Galuh dan Bima.
__ADS_1
Tidak menunggu lama jika mengajak Galuh berbelanja. Dia akan sangat cepat bersiap untuk menghabiskan pundi-pundi rupiah yang ada di dalam kantong suaminya.
Inilah yang paling menyenangkan menjadi istri Bima. Selalu di manjakan dengan uang, waktu, perhatian dan juga kasih sayang.
Galuh benar-benar menjadi wanita paling bahagia saat ini. Dia ratu, dia permaisuri, dia wanita dengan segudang perhatian dan kasih sayang dari sang suami.
dengan mengenakan baju yang sangat lucu, Bima merasa kalau mereka tidak seharusnya keluar sekarang. Ingin rasanya mengurung gadis dengan dress yang berjenis sweater selutut dengan kepala unicorn. Galuh terlihat seperti gadis baru merasakan jatuh cinta saja.
"Ayo, nanti kita tidak puas berbelanja. Aku mau menghabiskan uang kamu yang ada di dompet." serunya kegirangan.
"Habiskan, kalau kurang aku ambilkan lagi." padahal di dalam tas selempang Dior miliknya ada sekitar lima belas juta. Bima jarang sekali memakai kartu selama berbelanja dengan Galuh.
pertama, karena dia tidak ingin identitasnya saat itu terbongkar. Dari saat itu hingga sekarang, sudah menjadi kebiasaan Bima yang tidak pernah menunjukkan dia siapa pada orang lain.
__ADS_1
seperti sekarang, dia hanya memakai celana jins yang tidak bermerek selutut. Kaos oblong biasa dan kemeja bisa di katakan Kumal bagi seorang milyarder muda.
Dia tidak mengenakan jam tangan bermerek dengan harga selangit. Satu-satunya batang paling mahal saat ini adalah tas selempang miliknya, karena memang asli.