Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Foto Bima


__ADS_3

Seperti yang di usulkan Rosmia, ibu mertuanya. Galuh kini tengah duduk manis di kursi depan meja kerja Bima. Lelaki itu tampak sangat serius, Galuh sampai gemas sendiri.


Diam-diam dia mengambil foto suaminya yang tengah serius bekerja. Tampan, dingin, dan yang pasti dia tampak seperti seorang pekerja yang sangat profesional.


Galuh mengambil gambar suaminya dan mengunggahnya ke sosial medianya. Keterangan yang sangat manis pun mengundang banyak sekali tanggapan positif.


[Suami jarang pulang, istri jadi rindu berat.]


@Rayalophe_lophe. Gaya banget lu rindu-rindu segala. Biasanya juga gak pernah pisah.


@Mia_Fedrk. Mantu Mama paling cantik, pesan cucu lima biji ya...


@Mona126. Kak, suaminya bisa di sewa kagak? Mau nyobain punya cowok dingin macam itu.


@mia_Fedrk. Atasku, punya uang berapa kau sayang? Berani sekali sewa anakku? Pewaris dari perusahaan Fedrik?


Dengan membuka kedok Bima, Rosmia sang ibu sudah membuat kegemparan di kampus. Seorang yang sederhana seperti Bima, adalah seorang pewaris tunggal perusahaan berlian terbesar di kota. Ini benar-benar di luar dugaan.

__ADS_1


@Rosaline_17. Tante, kenalin aku kekasih hatinya Bima. Kalau tidak percaya, tanya saja sama anak Tante.


Melihat komentar Rosaline, hati Galuh menjadi panas. Dia tidak ingin kehilangan Bima, dia suaminya dan hanya untuk dirinya. Apa-apaan Rosaline itu? PD banget jadi orang?


Galuh yang sudah di bakar api cemburu pun bangkit dari tempat duduk dan pindah ke pangkuan sang suami.


"Sayang, kamu cinta 'kan sama aku? Aku cintaaaa banget sama kamu." Galuh benar-benar mengganggu fokus Bima kali ini.


Jangankan Galuh bermanja seperti ini, dengan menyentuh tangan Bima saja lelaki itu sudah bisa dengan mudahnya konek.


"Gak ada ragu, hanya mau denger aja. Kalau suamiku masih tetap mencintai aku, bukan wanita gatel itu." jawab Galuh centil.


Aduh gemes banget sih.


Bima menundukkan kepala dan meletakkan di pundak Galuh. Ini adalah obat paling mujarab untuk rasa pusing dan juga stress buat Bima.


"Capek? lelah? Mau di pijit apa di cium?" polos sekali Galuh, apa yang di pikir gadis itu? Bisa-bisanya dia menggoda suaminya yang lagi sibuk bekerja.

__ADS_1


secara refleks, Bima memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Galuh memang obat bagi segala rasa untuk Bima. Tapi, dalam waktu yang bersamaan Galuh menjadi racun bagi Bima.


Galuh mampu melumpuhkan dunia Bima hanya dengan mengecup, membelai atau hanya dengan tatapan penuh gairah. Bima tidak bisa menolak Galuh dalam keadaan apa pun.


"Tunggu setengah jam lagi, setelah itu kita pulang." kata Bima setelah berdehem menetralkan diri.


"Yakin bisa selesai dalam setengah jam? sekarang masih jam tujuh Lo sayang."


Galuh....


Galuh....


Kenapa gadis itu tidak bisa melihat wajah dan telinga Bima yang memerah? Aduh, gadis itu masih saja menggoda Bima dengan tetap menggambar bebas di dada bidang milik suaminya.


"Musibahkah aku menikahi mu? Tidak, kamu itu racun buat ku. Selesai tidak selesai, kita akan pulang dalam setengah jam lagi. Oke?" Tidak bisa berkata-kata lagi, Bima hanya merapikan pekerjaan yang masih belum tersentuh.


Galuh? Dia masih menempel pada Bima. Memeluk erat suaminya, karena dia takut ada orang yang akan memeluk Bima selain dirinya.

__ADS_1


__ADS_2