Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Tidak Sengaja


__ADS_3

Tatapan tiwi terlihat seperti orang yang mengantuk membuat aku menjadi bingung dan kemudian bertanya.


"wi, kamu kenapa? ngantuk ya?" tanyaku sedikit heran dengan mengerutkan kening.


"ehh.. Engga kok rel, aku lagi pengen natap kamu aja" jawab tiwi kemudian kembali menghadap ke pantai dan terlihat panik.


"serius dong wi, jangan sok ngegombal deh" ucapku sedikit mendekat kearah tiwi.


"iya farel, aku gak kenapa - kenapa kok" ucapnya dengan wajah yang masih saja tidak menoleh kearahku.


"iya deh wi , kita foto - foto dulu aja yuk biar ada moment yang diabadikan" ucapku mengajak tiwi sambil mengeluarkan ponselku.


"ayuk rel" jawab tiwi yang terlihat mulai bersemangat.


Aku perlahan mencari aplikasi kamera diponselku dan kemudian membukanya. Karena ingin berfoto, aku dan tiwi sedikit mendekat agar bisa masuk ke dalam frame.


"lagi - lagi rel" tiwi terlihat ketagihan berfoto denganku.


"ciiiisssss" ucapku dengan tersenyum lebar kearah ponsel.


"sini aku yang motoin rel" ucap tiwi meminta ponselku agar dia yang mengambil fotonya.

__ADS_1


"nih wi" ucapku sambil memberikan ponselku.


"rel.. rel... 1 , 2 , tiiiii... gaa" ucap tiwi dan kami kembali tersenyum ke arah ponsel yang sedang mengambil gambar kami berdua.


Tidak terasa ada sekitar 30 foto yang sudah kami ambil untuk mengabadikan moment ini. Tiwi yang terlihat lesu tadinya , sekarang menjadi lebih bersemangat setelah berfoto denganku. Dirasa sudah cukup untuk berfotonya, aku dan tiwi kembali ke posisi duduk semula. Aku mencoba melihat semua hasil foto yang kami ambil barusan. Disaat aku melihat - lihat foto tadi, tiwi ingin juga melihatnya dan otomatis wajah tiwi dan wajahku akan menjadi sangat dekat karena keadaan disana juga sedang sangat terik. Cahaya yang ada pada ponselku tidak bisa melawan cahaya dari matahari dan harus berada lebih dekat untuk dapat melihatnya dengan jelas. Perlahan aku menggeser tiap foto yang sudah kami ambil bersama tadi.


"bagus ya wi" ucapku terus menggeser foto - foto kearah kiri.


"iya rel , ini juga bagus" ucap tiwi sambil menunjuk ke arah foto yang ia maksud.


"iya wi. Nah ini juga bagus." ucapku menunjukkan foto yang aku maksud kearah tiwi.


"wiihhh...iya rel, aku suka banget yang ini" ucap tiwi terlihat kaget dengan hasil foto yang aku rasa memang sangat bagus dari foto yang lainnya.


"kamu bener - bener cantik ya wi" gumamku sambil memperhatikan wajah sebelah kirinya karena dia mengahadap kearah ponselku dan dia duduk disebelah kananku.


Cukup lama aku menatapnya sampai aku lupa untuk menggeser foto berikutnya dan membuat tiwi heran.


"rel, kok gak digeser fotonya?" ucap tiwi dan perlahan menghadap kearahku. Tanpa disadari kami berdua mulai bertatap - tatapan dengan angin laut yang begitu sejuk berhembus kearah kami berdua hingga membuat jilbab yang digunakan tiwi melambai - lambai. Aku yang masih terpikat dengan kecantikan tiwi terus saja memandanginya dan tiwipun begitu. Kami terus saling memandangi tanpa sepatah katapun yang terucap dimulut kami. Sekitar 5 menit keadaan itu berlangsung dan tidak tau apa yang mendorong tiwi untuk melakukannya. Tiwi tiba - tiba mendekat dan mencium bibirku dengan sekali kecupan sontak darahku langsung berdesir dan detak jantung berdebar tidak karuan, lalu kemudian dia memalingkan wajahnya kearah sebaliknya. Tentu saja itu membuatku menjadi terkejut sekaligus bahagia.


Setelah kejadian itu, keadaan menjadi sangat tidak enak. Karena aku dan tiwi tidak berbicara sekitar 20 menit, bahkan untuk saling menatap saja kami tidak berani. Pada saat itu detak jantungku masih saja terus terasa sangat kencang, ciuman pertama yang aku terima tentu saja menjadi moment yang tidak bisa aku lupakan.

__ADS_1


"kok berani - beraninya tiwi menciumku ditempat seperti ini" gumamku masih heran dengan sikap tiwi yang membuat aku kaget.


Perlahan aku memberanikan diri melihat kearah tiwi. Dia terlihat masih memikirkan sesuatu, terlihat dari arah kepalanya yang berlawanan arah dengan posisi dudukku. Aku terus milihatnya, sekali - kali aku melihat tiwi menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Masih pada posisi aku memperhatikan tiwi dan sepertinya tiwi sudah mulai tenang, akhirnya dia mulai menoleh kearahku dengan mata yang sedikit berbinar.


"rel, aku minta maaf ya?" ucap tiwi dengan nada sedikit rendah.


"kok minta maaf wi? Kamu ga salah apa - apa kok?" ucapku sedikit mengerutkan kening.


"bener rel? Aku ga sengaja" tiwi terus mencoba memastikan kalau aku tidak marah padanyaa.


"iya tiwiku sayang" balasku tersenyum sambil mengucek - ngucek kepala tiwi.


"hmmmm." tiwi memejamkan sedikit matanya dan tersenyum tipis karena ulahku.


Terlihat tiwi begitu bahagia atas sikapku disaat aku mengucek - ngucek kepalanya seperti anak kecil. Walaupun hal itu membuat jilbabnya sedikit berantakan, namun aku yakin kalau dia sangat menyukainya. Tidak lama kemudian pesanan kami datang.


"kak , ini pesanannya" ucap seorang pelayan wanita sambil tersenyum tipis


"iya terima kasih kak" ucap kami serentak sambil meraih pesanan yang disodorkannya kearah kami.


"sama - sama kak" ucapnya kemudian berbalik kearah dia muncul tadi.

__ADS_1


Tanpa berlama - lama aku dan tiwi mulai menyantap semua makanan yang sudah terhidang dihadapan kami. Sesekali selama proses makan berlangsung aku mencuri - curi pandang kearah tiwi. Terlihat dia sangat menikmati makanannya dan itu membuat aku tersenyum bahagia.


Bersambung..


__ADS_2