Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Baju tidur bikin pusing


__ADS_3

Bima pulang sebelum magrib, dia masih sempat membeli bunga untuk Galuh. Membeli makanan enak adalah sebuah rutinitas yang di lakukan oleh Bima selama masa kehamilan Galuh.


 


Tapi, ada yang aneh untuk hati ini. Galuh tidak menyambut Bima di ruang tamu atau berlari saat mendengar deru mobil yang masuk garasi. Apa Galuh tidak di rumah?


 


Bima mencoba menenangkan diri dengan menghubungi mamanya. Mungkin saja mereka berbelanja bersama atau apalah. Tapi, jawaban mamanya mengejutkan.


 


“Mama lagi di tempat arisan sekarang. Cepat cari mantuku, aku ke sana sekarang.” Jelas, mamanya tidak tau kalau begini, bukan?


 


Pikiran Bima semakin kacau. Namun, begitu masuk ke dalam kamar, Bima langsung tersenyum sumringah.


 


“Tidak usah, ma. Galuh lagi tidur, Bima baru masuk kamar.” Kata Bima yang hanya di sahuti dengan kata “DASAR.”


 


Pelan, sepelan mungkin Bima melakukan aktivitas agar tak membangunkan istrinya. Mulai dari menutup pintu, masuk kamar mandi dan mandi pun sebisa mungkin dia tidak mengeluarkan suara.


 


Setengah jam setelahnya, Bima sudah selesai mandi. Galuh, masih belum bangun, dia terlihat lelap sekali dengan perut yang sudah terlihat membesar saat dia terlentang.

__ADS_1


 


“Istri cantiknya Bima masih tidur, lucu sekali.” Bima mengecup bibir Galuh sekilas.


 


Tanpa di sadari Bima, Galuh sudah mengalungkan kedua lengan ke lehernya. Dengan mata tertutup, Galuh menekan leher Bima agar menciumnya lebih lama. Bima tersenyum dalam ciuman.


 


“Kamu sudah bangun? Aku ganti baju dulu, dingin.” Kata Bima karena memang hanya mengenakan handuk tanpa baju.


 


“Belum, nggak usah pakai baju. Toh, aku sudah hafal letaknya.” Jawab Galuh menggulingkan suaminya dan memeluknya erat-erat.


 


 


Letak apa yang di maksud? Pikiran Bima menjadi kacau, karena dorongan adiknya yang tak mau mengerti situasi sekarang.


 


Tak bisa di tahan lagi, setidaknya dia harus melepaskan yang minta di lepaskan. Bima mencium hidung mancung Galuh. Di lanjut dengan pipi dan kelopak mata yang tertutup.


 


Galuh hanya tersenyum merasakan tingkah suaminya yang semakin berani. “Sini juga minta di cium.” Lagi-lagi Galuh membuat Bima gila.

__ADS_1


 


Galuh ternyata memakai baju tidur yang teramat sangat seksi. Di mana baju itu hanya seperti bra menyerupai gaun. Karena, di bawah bra itu sudah terbelah hingga bawah.


 


Baju itu tidak tipis, tapi dengan belahan yang memang tidak terlihat saat berdiri. Tapi, jika tidur seperti ini, terlihat sekali ****** ***** dan perut besar Galuh.


 


“Astaga, Galuh. Ini baju model apa lagi?” tanya Bima langsung bangun dari tidurnya karena kaget.


 


“Ini baju tidur untuk ibu hamil, kata mama.” Jawab Galuh masih terus mendekat pada Bima yang semakin tidak bisa mengontrol diri.


 


Membuang napas besar, Bima yang tak ingin menyentuh istrinya. Dia pun memilih untuk ke kamar mandi dan menuntaskan sendiri. Bahaya sekali jika misalnya Bima lampiaskan pada istrinya. Bisa-bisa si baby kegencet dan keluar saat itu juga.


 


“Bima, kamu baik-baik saja kan, sayang?” tanya Galuh seakan tak berdosa dari balik pintu kamar mandi.


 


“Aku tidak baik-baik saja, mending kamu ganti baju lalu makan. Aku sudah beliin kamu bebek panggang di bawah.”


"Ok."

__ADS_1


__ADS_2