
Setelah panjang lebar berbicara dengan rini kemudian aku mengajak rini untuk pergi makan bareng di sebuah cafe yang biasa kami kunjungi bersama orang tua kami di waktu kami masih kecil yaitu caffe rubble shake
***
Di Caffe
"huft...sudah lama sekali kita tidak kesini ya rin"ucap ku sambil duduk di kursi
"iya ni ai udh lama bgt ga ksini,mngkin bisa di bilang terakhir kali waktu kita masih SD ya"ucap rini
"iya rin"ucap ku
aku memanggil pelayan dan memesan makanan kesukaan kami
sambil menunggu makanan kami datang tiba-tiba ponselku berdering dan ku lihat ternyata ada telfon masuk dari nomor yang ngga aku kenal rasa nya malas mau angkat tapi gpp lah coba di angkat dulu mana tau zico
"hallo ai..ini aku zico simpan ya kontak ku"ucap zico dari balik telpon
ku kira orang asing mana pula yang nelfon aku eh ternyata benar firasat ku itu zico
"hallo juga zico..oke nanti di simpan kok"ucap ku
"ai nanti malam bisa ketemuan ga?"ucap zico
"hmm..kayak nya bisa sih co soalnya juga nanti malam aku ga kemana-mana sih tapi aku tanya mama dulu ya boleh atau ga nya"ucap ku
"oke ai nanti kabari aku ya kalau bisa nanti aku jemput kamu ya ai"ucap zico
"oke zico"ucap ku dan menutup telpon nya
zico memang orang yang lembut jika berbicara dengan nya tetapi dia akan terlihat sangat cuek dan dingin jika belum mengenal orang itu seperti itulah sikap zico yang aku ketahui
"siapa tuh yang nelfon? kayaknya bahagia banget ai"ucap rini padaku
"hehe..gak siapa-siapa kok rin cuma temen aja"ucap ku sambil tersenyum-senyum sendiri
"hmmm...temen apa demen ni ai?kok senyum-senyum sih"ucap rini sambil mencubit tangan ku
"temen kok rini sayaang"ucap ku
akhirnya makanan kami pun datang
selesai makan kami langsung pulang dan meninggalkan caffe
Di parkiran
sebelum nya aku sudah memesan taksi online dan memberikan alamat rumah rini tanpa harus bilang ke rini dulu
"rin kamu pulang bareng aku ya sekalian aku mau kerumah kamu mau ketemu orang tua kamu udah lama ni ga ketemu"ucapku
"oke ai boleh"ucap rini
"ya udah yuk"ucap ku sambil masuk ke mobil
di sepanjang perjalanan aku menanyakan bagaimana kisah percintaan rini bersama faiz, faiz Fahrizi namanya dia itu bisa si bilang cinta pertama nya rini waktu masih kelas 3 SMP, dulu waktu aku masih di korea rini sering sekali curhat tentang faiz kepada ku melalui sosial media
__ADS_1
"hmm rin...gimana?"ucap ku
"gimana apa nya ai"ucap Rini
"itu lo gimana hubungan mu sama faiz masih lanjut ga?
kamu udah jarang curhat ke aku soalnya"ucap ku dengan suara pelan
"hmm...gimana ya ai kami berdua udah putus dan ga ada hubungan apa-apa lagi tapi sekarang masih berteman kok"ucap Rini
"eh iya kah?
kok bisa?
kenapa?kok kamu ga bilang-bilang ke aku sih Rin"ucap ku dengan nada agak keras
"panjang sih cerinta nya ai, intinya dia dua in aku dan ada orang ketiga di antara kami"ucap Rini dengan wajah yang terlihat sedih
"hmm...ya udah cerita nya lain kali aja aku ga mau buat kamu ingat masalah itu lagi"ucap ku sambil menenangkan rini
sesampai nya dirumah Rini aku bertemu dengan Ibu nya Rini karna ayah Rini sedang bekerja jadi cuma Ibu nya yang ada dirumah
"Bu..ada Rentenir nyariin ibu nih"ucap Rini sambil teriak
"iih..apaan sih Rini cantik gini di bilang Rentenir"ucap ku sambil mencubit tangannya
"hehe bercanda ai"ucap Rini sambil tertawa
dan Ibu Mardiah(ibunya Rini) keluar dari Kamarnya dan menghampiri kami berdua
"Ingat dong sayang masa ibu lupa dengan anak ibu yang manis ini sih"ucap ibu sambil mencubit pipi ku
"itu kan ibu mu saja bilang aku manis Rin masa kamu bilang aku Rentenir sih"ucap ku sambil memanyunkan mulut ku
"hehe rentenir manis ai"ucap rini sambil tertawa
"udah-udah...anak ibu berdua ini sama-sama manis kok cuma beda ayah dan Ibu saja"ucap ibu Mardiah
Aku memang sudah memanggil Ibu Mardiah dengan sebutan Ibu dan Ibu Diah pun sudah menganggap aku sebagai anaknya
sebelum bertemu dengan ku, Rini sudah bilang ke Ibu nya kalau dia ingin menemui aku dan dia juga sudah cerita kapan aku datang ke Indonesia, makanya Ibu tidak terlalu banyak menanyakan kapan aku pulang
Aku dan ibu Mardiah sudah bercerita banyak bagaimana keadaan ku selama di Korea dan bagaimana rasa kehidupan di Korea.
Setelah bercerita dengan gembira dan melepas Kerinduan Aku izin pulang karna hari sudah menunjukan pukul 4 sore
"Bu aku izin pulang dulu ya udah sore soal nya"ucap ku sambil mencium tangan ibu
"cepat kali pulang nya nak,ga tidur disini aja"ucap ibu
"kapan-kapan deh bu aku tidur disini kayak dulu lagi"ucap ku
"ya udah hati-hati di jalan ya sayang
pulang nya sama apa nak?"tanya ibu
__ADS_1
"aku naik ojol aja bu..Rini aku pulang dulu ya"ucap ku pada mereka berdua
"oke ai"ucap Rini dan mengantar ku sampai pintu luar
"daadaah Rinii"ucap ku sambil melambaikan tangan
dan rini membalas dengan melambaikan tangan juga
***
Dirumah
Mama dan Papa aku belum pulang karna memang sudah biasa mereka pulang selalu larut Malam tapi jika tidak banyak kerjaan di kantor biasanya Mereka pulang sore
Kak Adrean juga tidak ada dirumah karna pasti lagi ngumpul bareng teman-temannya, biasalah anak cowok mana betah dirumah lama-lama
Aku langsung menuju Kamar dan berbaring di ranjang sampai pada akhirnya aku tertidur
hinggan jam menunjukan pukul 6 aku terbangun dan teringat kalau malam ini aku mau ketemu dengan Zico aku segera menghubungi mama ku untuk minta izin
"hallo ma..lagi sibuk ga?"ucap ku
"ga kok sayang emang ada apa"ucap Mama dari balik telpon
"Ma malam ini aku keluar bareng Zico boleh gak ma?Mama ingat Zico kan?"ucap ku
"ingat dong sayang, ya udah kamu boleh keluar tapi pulang nya jangan terlalu malaman ya"ucap mama
"oke ma..makasii Mama Sayang"ucap ku
"iya nak"ucap Mama dan menutup telponnya
Aku pun segera bergegas mandi dan bersiap siap
"aku harus tampil rapi dan cantik hari ini karna ingin bertemu dengan Zico"gumamku dalam hati
aku pun selesai bersiap dan segera menghubungi Zico untuk segera menjemput ku tapi aku sudah melihat notif chat dari Zico
"ai kamu boleh pergi kan sama mama?"pesan dari Zico
dan aku langsung saja menghubungi nya
"hallo Zico....Co aku udah selesai ni"ucap ku
"oke...ai aku langsung kesana sekarang tunggu ya"ucap Zico dari balik telpon
15 menit aku menunggu akhirnya Zico datang dengan motor sport nya yang setia dibawa kemana-kemana.
kayak perasaan aku ke dia yang setia ga akan pernah tergantikan..hehehe
"ayo ai"ucap Zico
aku pun berjalan menuju Zico dan menaiki motornya
aku tidak menanyakan Zico mau bawa aku kemana, karna kemana pun asalkan bersama Zico aku akan merasa bahagia
__ADS_1
penasaran ga Zico bawa ai kemana?