Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Istri kedua


__ADS_3

Bumi masih di guyur hujan, pagi ini terasa lebih dingin dari sebelumnya. Dewangga sudah memakai baju hangat pun menjadi lebih nyenyak tidurnya.


Sedangkan Galuh, dia membiarkan Bima tidur memeluknya dan berbantalan dadanya. Karena dia sedang asyik nge cek ponsel suaminya.


Galuh bisa di katakan istri yang sedikit tidak peduli pada ponsel suaminya. Tapi, entah kenapa dia merasa sangat penasaran pada ponsel yang sejak tadi berbunyi.


Satu nomor yang sejak tadi berusaha untuk menghubungi Bima. Tapi, orang itu tidak satu pun mau menulis pesan. Itu membuat Galuh sedikit penasaran, ada apa sebenarnya?


Galuh yang tengah asyik melihat ponsel dan mencari tau riwayat komunikasi suaminya. Orang dengan nomor tidak di kenal itu kembali menghubungi Bima.


Tanpa berpikir panjang lagi, Galuh mengangkat panggilan tersebut.


"Kak Bima, kenapa tidak pernah membalas pesanku? Menelfon mu itu sungguh sulit sekali. Kakak, mama kan sudah bilang. Aku mau di jadikan istri kedua, asal itu kakak yang jadi suaminya."


Suara centil itu bagai petir di tengah hujan pagi yang begitu syahdu. Galuh tidak mengharapkan akan mendengar ini dari wanita siapa pun. Tapi, jika wanita itu sudah mengetahui keberadaan dirinya. Bukankah itu sungguh memalukan bagi wanita itu?


Galuh memutus panggilan itu sepihak, dia tidak mengenal wanita centil itu. Bahkan suaminya tidak sekali pun membahas wanita itu padanya.

__ADS_1


Galuh bangun dari tidurnya dan mengenakan bajunya. Bima kaget, karena dia tadi tidur dengan memeluk dada istrinya.


"Kamu sudah bangun? Ini masih pagi sekali, sayang. Ayo tidur lagi saja,"


"Tidur saja sama wanita yang memanggilmu kak Bima." ucap Galuh penuh emosi.


"Sayang, ini masih pagi. Apa kamu mimpi buruk? Maaf sayang, kalau misalnya aku di dalam mimpimu sudah menyakiti kamu." Bima masih berusaha meraih Galuh, meski istrinya itu terus menjauh darinya.


"Pakai bajumu dan lebih baik kamu cari wanita itu. Aku muak melihat wajahmu!" Galuh melempar baju Bima yang berserakan di atas tempat tidur.


Galuh membanting pintu, itu yang membuat Bima semakin bingung. Siapa yang memanggil dirinya dengan sebutan Kak Bima?


"Galuh, sayang. Dengarkan aku dulu, siapa yang kamu maksud? Sayang, keluar dulu." Bima mengetuk pintu, Galuh yang sudah menangis pun terpaksa membuka pintu karena berisik.


"Wanita yang mau menjadi istri keduamu, wanita yang terus menelfonmu sejak pagi dan wanita yang terus kirim pesan dan kau abaikan." kata Galuh sembari memukul dada suaminya.


"Kamu tau sendiri dia aku abaikan, lantas kenapa kamu malah menyalakan aku? Itu artinya dia tidak lebih penting dari pada kamu. Mau dia jadi istri ke sebelas pun, kalau aku tidak mau. Apa dia bisa menjadi istriku?" Bima kali ini tersulut emosi.

__ADS_1


Dia meninggikan suaranya, dia lupa jika Galuh sangat benci pada orang yang meninggikan suara padanya. Tapi Bima? dia bahkan dengan mimik wajah yang sangat marah mengatakan itu dengan nada tinggi pula.


"....Kamu membentakku? Kamu marah padaku? Yang seharusnya marah itu aku, bukan kamu! Aku tau sekarang, apa yang kamu katakan semalam di atas tempat tidur. Hanyalah sebuah pemanis, aku benci kamu!" nada suara Galuh melemah, air mata bahkan tidak ia izinkan lagi membasahi pipinya.


Melihat itu, Bima segera menyadari kesalahannya. "Sayang, bukan seperti itu. Aku cinta sama kamu, aku.... Aku... hanya kamu dalam hidupmu. Aku tidak...." Belum selesai bicara, Galuh sudah menutup pintu kamar kembali.


"Galuh, dengan apa aku harus membuktikan padamu?" Bima terlihat sangat kacau pagi ini.


Apa yang terjadi semalam, berbanding terbalik dengan pagi ini. Bahkan, satu jam yang lalu, dia masih tidur sembari memeluk Galuh.


Ponsel.


Bima kembali ke kamar dan mencari ponsel miliknya. Gawai itu pembuat masalah, tapi siapa sosok penghancur rumah tangganya?


Bima melihat nomor tidak di kenal menelepon dirinya di pagi-pagi buta. Siapa itu? Bahkan nomornya saja tersimpan.


"Siapa?" Hanya itu yang Bima ketik untuk nomor tersebut.

__ADS_1


"Kakak, aku Violetta."


"Vio sialan, kenapa masih mencari ku!"


__ADS_2