
Sementara di sisi lain
Zico yang sedang berada di atas motor tampak seperti orang yang gelisah karna suatu masalah
"Ai ga boleh tau tentang Licia itu siapa, bisa bisa Ai marah besar dengan ku nanti" Gumam Zico dalam hati dengan rasa khawatir yang begitu besar terlihat dari raut wajahnya
Zico melajukan motornya dengan sangat cepat
Sementara Aku tertidur setelah memikirkan hal tentang Zico dan Licia
"anak manja tidur terus, bangun oi" teriak Kak Adrean yg tiba tiba berada di sampingku
Aku pun terbangun karna mendengar suara Kakak ku yang berteriak dekat di telinga ku
"Astaga ngapain sih kak ganggu aku tidur aja" ucap ku dengan posisi masih berbaring dan mata masih tertutup
"Kamu itu ceroboh kali yaa, pintu luar gak di kunci, tidur di kamar juga gak di kunci, nanti ada maling masuk gimanaaa?" ucap kak Adrean dan menarik kaki ku supaya aku bangkit dari tempat tidur
"Udahlah keluar sana kak, kan gak ada maling nya" sambungku dengan nada kesal
"Kamu itu benar benar yaaaa" ucap Kak Adrean mencubit betis ku, tanpa rasa bersalah dia langsung pergi keluar
Aku pun semakin kesal melihat kakak ku yang suka usil dengan diriku ini, Aku pun bangkit dari tempat tidur ku dan mengejar nya keluar kamar ku
"Heii" aku membuat kak Adrean terkejut karna aku langsung melompat ke pundak nya dan merangkulnya dari belakang
"Kirain Hantu mana yang datang" ucap Kak Adrean sambil mengusap dada nya
"Habis kak ean ngapain ganggu aku tidur, kebiasaan deh ganggu aku terus" sambungku dengan tetap merangkulnya, padahal dia jauh lebih tinggi dari ku.
"kalau gak gangguin kamu hidup kakak gak nyaman rasanya" Ucap Kak Adrean
Aku dan Kak Adrean pun duduk di sofa sambil menonton TV
"Kak gimana udah dapat nomor Yuki gak?" tanya ku sambil memakan cemilan yang ada di atas meja
"Aduuh ngapain bahas dia sih dek" Jawab kak Adrean seperti tidak memperdulikan Pertnyaan ku, padahal tadi pagi waktu pergi sekolah dia meminta Nomor Yuki pada ku
"Kok gitu sih kak, udah dapat pengganti ya?" ucap ku dan meledek nya
"Udah" jawab nya singkat tepat dan padat, sambil tersenyum tipis menatap ku
"Kakak mu ini kan populer di sekolahan, siapa sih yang ga mau" sambung nya lagi dengan berlagak sombong sambil menaikan sebelah alisnya ke atas dan menatap ku
"Pede banget, ntar kalau udah ngerasain sakit hati baru tau rasa lo kak"ucap ku
__ADS_1
Kak Adrean hanya tertawa kecil mendengar ucapan ku tadi
"Besok kan hari libur, aku ajak Zico pergi berdua deh"Gumamku dalam hati mengambil ponselku
Aku pun menelpon Zico untuk menanyakan apakah besok dia bisa pergi dengan ku atau tidak
"Hallo sayang" ucapku membuat kak Adrean melihat ke arah ku
"Iya sayang" Jawab Zico dari balik telpon
"Besok ada waktu gak kamu?" tanyaku
"Hmm, emang kenapa sayang?" tanya Zico dari balik telpon
"Mau ngajak pergi besok, kalau kamu bisa sih" ucapku dan Kak Adrean masih menatap ku sampai sekarang
"Maaf banget ya sayang aku ga bisa, jangan marah ya sayang lain kali deh kita pergi yaa" jelas Zico memohon kepadaku agar aku tidak marah padanya
"Iya ngga apa-apa kok" sambungku
"Hmm okedeh sayang, lain kali deh janji" ucap Zico
"Okey sayang" jawabku dan mematikan ponselnya
Aku merasa sedikit sedih sih karna gak bisa pergi sama Zico besok, mungkin memang dia lagi ada perlu atau apalah jadi aku gak bisa memaksakan juga
"Pacar" Jawabku singkat
"Pacar?Siapa?" tanya kak Adrean terkejut karna aku bilang pacar
"Zico" Jawabku singkat dan menatap Kak Adrean
"Kamu pacaran dengan Zico?" Tanya kak Adrean lagi
"Iya emang kenapa kak, gak boleh ya?
mama aja bolehin kok" Jawabku sambil meledek Kak Adrean
"Seharusnya kamu gak boleh pacaran sebelum kakak mu ini pacaran" sambung kak Adrean
"Harus pula ya kak?, hadeuuh ada-ada aja deh kak" Ucapku sambil menggelengkan kepala
"Kakak nya aja belum masa adik nya udah" Sambung Kak Adrean dengan memanyunkan mulutnya
"Katanya populer tapi Pacar aja gak ada" Jawabku sambil tertawa dan memukul bahu kak Adrean
__ADS_1
"Besok ada,tunggu aja" ucap Kak Adrean mengacak ngacak rambutku dengan tangannya
"Kita liatin aja" Sambungku
Begitulah Aku dan Kak Adrean kadang bertengkar kayak Tom and Jerry, kadang Akur layaknya adek kakak, dan terkadang kalau lagi pergi berdua dibilang kami pacaran sama orang orang.
Dirumah jika tidak ada orang tua ku, Aku hanya berdua saja dengan kak Adrean karna ART kami yg dulu sudah berhenti bekerja, dan sampai sekarang belum mendapatkan penggantinya, kalau mau makan pun aku dan Kak Adrean membeli makanan di luar, orang tua ku libur kerja hanya hari Minggu saja, Begitulah mereka sibuk dengan pekerjaan nya hanya demi memenuhi kebutuhan hidup kami.
***
"Hallo Cia" Ucap Zico
"Iya Zico" Jawab Cia dari balik telpon
"Besok jadi pergi kan?" tanya Zico
"Iya dong, masa gak sih" sambung Cia
"Oke besok aku jemput kamu ya" ucap Zico tampak bahagia
"Okey Zico sayang..hehe" jawab Cia sambil tertawa
"Tapiii...." sambung cia lagi
"Tapi kenapa?" tanya Zico
"Pa-pacar kamu gak marah nanti Co?" tanya Cia dengan terbata bata
"Hmm....Gak kok tenang aja" Jawab Zico dengan santainya
"Oke deh aku tunggu besok yaa" sambung Cia
"Okey" jawab Zico dan mematikan telponnya
***
"Kenapa aku masih kepikiran ya tentang Licia itu siapa, walaupun Zico udah jelasin ke aku tentang Licia tapi kok aku masih ragu yaa, Bener Zico tidak berbohong padaku?" Gumamku dalam hati dan masih bertanya tanya siapa itu Licia, dan kenapa aku tidak bisa percaya dengan ucapan Zico padahal dia udah jelasin ke aku
"Apa jangan jangan besok Zico pergi dengan Licia itu?" Gumamku lagi dalam hati membuat diriku ini semakin berpikiran negatif saja terhadap Zico
"Astaga gak boleh gak boleh, gak boleh berpikiran negatif ke Zico, ga mungkin Zico berbohong kepada mu" ucap ku sambil memukul mukul kecil kepalaku
Aku berusaha untuk tidak mengingat hal itu lagi dan melupakan pikiran ku tentang Licia itu siapa, tetapi sekeras apa pun aku tidak mengingat nya tetap saja melayang-layang di pikiran ku.
sampai pada akhirnya aku tertidur karna dari tadi hanya tentang Licia yang ada di pikiran ku ntah kenapa aku terlalu memikirkan itu, padahal itu bukan lah masalah yang besar.
__ADS_1
Licia itu siapa nya Zico sih?
sampai sampai Zico lebih milih pergi dengan nya dari pada Aiko,...