Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Licia Siapa


__ADS_3

Tapi tiba tiba Yuki melepaskan tangan nya dari tangan ku karna Zico menatap nya dengan sinis


"Mau bawa Ai kemana?" tanya Zico pada Yuki


"Temenin ke toilet, tapi ga jadi deh pacar nya marah, aku ajak Jennie aja" jawab Yuki sambil menarik tangan Jennie


"Main tarik aja Lo Ki" Sambung Jennie dan melepaskan tangan Yuki dari tangan nya


Yuki hanya diam dan melangkah kan kaki nya meninggalkan Kami bertiga


"Aku mau temui Yuki dulu ya Ai" ucap Jennie dan meninggalkan aku berdua dengan Zico


"Kenapa mereka berdua tuh?" tanya Zico dan menatap ku


"Ntah ga tau, biarin aja deh kita ke kelas yuk" sambung ku dan berdiri dari tempat duduk ku tadi


"Aneh banget tuh mereka berdua" sambung Zico


Aku dan Zico pun meninggalkan kantin dan berjalan menuju kelas kami


di dalam kelas aku melihat ke arah Jennie yang sudah duduk di bangku nya


Karna aku penasaran dengan masalah dia dan Yuki tadi jadi aku langsung saja menanyakan nya pada Jennie


"Si Yuki tadi ngapain Jen kalau boleh tau?" tanya ku dari belakang Jennie dan duduk di bangku ku


"Gak apa apa kok Ai, biasalah dia emang suka gak jelas kek gitu" jawab Jennie dengan tetap membelakangi ku


Mungkin benar yang di bilang Jennie, jadi aku tidak terlalu banyak menanyakan hal itu lagi


***


Bel pulang pun berbunyi


Aku pulang dengan Zico karna Hari ini kak Adrean ada belajar tambahan jadi aku tidak bisa pulang dengan nya


Sebelum pulang ke rumah, aku dan Zico mampir dulu di sebuah tempat makan, karna kami berdua sudah lapar lagi.


"Sayang kita duduk di situ aja ya" Ucap Zico sambil menunjuk ke arah tempat duduk tersebut

__ADS_1


Aku pun hanya mengiyakan ucapan Zico dan langsung menuju tempat duduk itu


Pelayan pun menghampiri kami dan menanyakan makanan apa yang ingin kami pesan, Zico pun memesan makanan kepada seoarang pelayan itu


"Aku mau ke toilet sebentar ya" Ucap Zico dan langsung meninggalkan ku


aku menunggu makanan sambil memainkan ponsel ku, tiba-tiba ada ponsel berbunyi di depan ku ternyata Zico meninggalkan ponsel nya di atas meja, aku pun melihat ke layar ponsel Zico dab ada pesan masuk dari seseorang yang bernama Licia


"Siang Zico" isi pesan dari Licia


"Siapa ini Licia, pake ucapin siang segala" Gumamku dalam hati dan mengabaikan pesannya karna aku melihat Zico sudah menuju kesini


"Ponsel mu tadi bunyi, ada pesan masuk kayaknya" Ucap ku tanpa melihat ke arah Zico


"Dari siapa sayang?" tanya Zico dan melihat layar ponselnya


"Ga tau, aku ga liat" Ucap ku dengan sedikit kesal karna isi pesan tersebut dari seorang perempuan


Wanita mana yang tidak kesal ketika melihat ada pesan dari Wanita lain ke pacarnya sendiri, pakai ucapin siang segala lagi


Sepertinya Zico membalas isi pesan tersebut, sesekali aku melirik ke arah nya dan terlihat dia senyum senyum sendiri melihat ponselnya


Aku menjadi semakin kesal saja dengan tingkah Zico karna melihat dia seperti itu dengan perempuan lain


"Eh kok main pergi aja sayang?" Ucap Zico dan melihat ke arah ku yang sudah meninggalkan nya dari tempat duduk kami tadi


Aku pun mengabaikan nya tanpa menjawab pertanyaan nya tadi


Zico pun mengejar ku sampai ke parkiran


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Zico sambil memegang tangan ku


"Gak apa apa, Udah pulang yuk" jawab ku


"Gak apa apa berarti kamu kenapa kan" sambung Zico lagi dan menatap mataku dan tangan nya memegang pipi ku


"Udahlah gak apa apa"


Aku dan Zico pun langsung menaiki motornya dan melajukan motornya menuju rumah ku

__ADS_1


selama di perjalanan pulang aku hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun dengan Zico


Dan Akhirnya sampai juga dirumah ku, aku pun langsung turun dari motornya tetapi Zico juga ikutan turun dari motornya dan menghampiri ku yang sudah berdiri di depan pintu rumah


"Sayang Kamu kenapa sih?" Tanya Zico menatap ku


"Di bilangin juga gak apa apa" Jawab ku dengan nada agak keras dan membuang muka karna tidak ingin menatap nya


"Gak aku gak percaya pasti ada apa apa" ucap Zico yang masih menatapku tapi aku tidak mau menatap nya


"Licia siapa?" Tanya ku dengan rasa kesal yang dari tadi sudah aku tahan dan langsung menatapnya


"Aku tau pesan di ponsel mu itu dari seseorang yang bernama Licia, tapi aku pura pura ga tau aja tadi" sambung ku lagi dengan nada agak keras


"Dia teman aku kok sayang, kamu jangan cemburu gitu dong" Jawab Zico memegang kedua lengan ku


"Teman tapi pake ucapin siang segala, kamu juga senyum senyum sendiri tadi aku lihat" Aku langsung melepaskan tangan Zico dari lengan ku dan melangkah ke dalam rumah ku


Tetapi Zico langsung menarik tangan ku dan mendekap ku di dalam pelukannya


"Dia teman SMP aku dulu sayang, ga ada apa apa kok sama dia, cuma temenan percayalah" Ucap Zico meyakinkan ku dan mengusap lembut kepala ku


Aku langsung melepaskan pelukan Zico dan menatap mata nya, tanpa aku duga mata ku sudah berkaca kaca.


"Jangan nangis dong sayang, aku ga ada hubungan apa apa sama dia" Sambung Zico dan mengusap air mata yang sudah jatuh di pipiku tanpa aku sadari


"Ya udah aku percaya kok sama kamu, sekarang kamu pulang aja ya, aku mau istirahat dulu" ucapku sambil memegang tangan Zico dan senyum di bibirku


"Kamu jangan kayak gini lagi ya sayang, kalau ada masalah kasih tau sama aku, biar kita bisa selesain berdua dengan cara baik baik, bukan kayak gini, jadi salah paham jadinya kan" jelas Zico dan kembali mengusap pipiku dengan tangan kananya


"Iya" Jawab ku singkat dengan senyum di bibir ku


"kalau gitu aku pulang dulu ya sayang, kamu jangan marah lagi ya aku gak kuat kalau kamu sampai marah ke aku" sambung Zico dengan memasang wajah sedihnya


"Iya sayang"


Zico pun berjalan ke tempat motornya berdiri dan langsung melajukan motornya meninggalkan ku


Aku pun masuk ke dalam rumah dan menaiki anak tangga menuju kamar ku

__ADS_1


Aku mengganti pakaian dan merebahkan diri ku di atas ranjang dan masih saja berpikir tentang Licia itu siapa


"Zico tidak membohongi ku kan" Gumamku dalam hati, karna aku berpikir jika memang dia cuma teman kenapa harus sebahagia itu sampai sampai tersenyum membalas pesan darinya.


__ADS_2