
Minggu pagi jadwalnya dosen untuk keluarganya. Di tambah Usia kandungan Raya sudah menginjak bulan ketujuh. Fairus tampak jauh lebih menyayangi Raya, hal itu terliha dari betapa dia perhatian pada kandungan isyrinya.
Raya masik kuliah seperti biasa, tetapi dia haeus tetap berada dalam pengawasan sang dosen. Setelah kejadian Anindia dan Raya bertengkar, semua orang menjadi tau jika dosen killer nan tampan itu sudah ada pawangnya.
Alih-alih menyombongkan diri, Raya tampak takut pada teman-temannya yang mengatakan jika lelaki akan lebih sering tergoda di saat istrinya tengah hamil. Raya selalu mengekor kemana pun Fairus pergi. Tidak ada yang berani menghalangi Raya, karena Fairus juga menyukai hal itu.
Anindia juga kadang lebih merasa risih karena kelakuan mahasiswinya yang over protektif pada suami yang sekaligus mantannya itu.
Tetapi Raya cukup cuek dengan sekitar, karena Fairus selalu mengatakan 'Aku suami mu, wajar bagimu berada di sisiku'.
Dan waktu seperti ini membuat Fairus lebih bahagia. berdua di taman belakang menikmati buah potong di ayunan berbentuk kasur santai. Raya benar-benar di manjakan oleh suami yang jauh lebih tua darinya.
"Astaga kalian ini! Sudah mandi belum? Di tunggu papa juga," suara siapa lagi kalau bukan Aini Anola? Suara cemprengnya itu setiap minggu selalu mengacau ketenangan dosen dan mahasiswanya menghabiskan waktu bersama.
"Mama, libur dulu hari ini. Aku juga masih kepingin berduaan bersama istriku." rengek Fairus yang di abaikan oleh Aini, ibunya.
"Hai anak muda, kau itu setiap hari bersama menantuku. Sehari saja bahkan kau tidak memberi kami waktu untuk mengenal?"
__ADS_1
"Drama sudah mulai. Sudah ayo kita mandi saja," Fairus menyerah dan mendengarkan mama nya untuk berkumpul setiap hari minggu di rumah besarnya.
Lain Raya, lain pula Galuh.
Wanita itu tengah bergelayutan pada suaminya yang tengah memasak sarapan untuknya. Sudah seperti anak kodok yang akan menyebrang sungai deras. Bima tidak merasa risih dengan keberadaan Galuh di punggungnya.
Pelayan yang melayani mereka berdua sejak pindah di rumah ini pun ikut bahagia. Dia merasa jika Tuan dan Nyonyanya saling mencintai satu sama lain. Tetapi kadang masih malu-malu untuk mengungkapkan.
Bima orang polos, meski dia kadang terlihat hot dan seksi saat menggunakan baju kerjanya. Tetapi saat memakai baju rumahan seperti ini, tidak ada yang menyangka jika Bima memiliki otak yang cerdas.
"Bima, aku mau turun," pinta Galuh.
"Capek, aku mau nunggu kamu di meja makan saja."
Di meja makan ada ponsel Bima yang tergeletak begitu saja. Galuh melihat itu pun merasa penasaran apa saja isi dari benda pribadi suaminya.
Pada saat Galuh membuka ponsel yang tidak menggunakan pola untuk membuka kunci. Galuh tampak tersenyum saat melihat foto dirinya yang tengah menggunakan handuk menjadi menu utama.
__ADS_1
Galuh bahkan di buat penasaran dengan nama apa yang di gunakan oleh lelakinya untuk dirinya. 'Sweetheart' sungguh manis manis bukan? Bima itu orang yang misterius, bagi Galuh. Penuh misteri dan membuat nya selalu ingin bertanya lebih lagi.
Galuh membuka galeri foto milik Bima. Lelaki itu tampak bucin juga padanya. Galuh melihat gambar dirinya memenuhi galeri foto di ponsel Bima.
bahkan bisa di pastikan, jika lelaki itu terakhir kali mengambil fotonya adalah tadi pagi. Foto Galuh yang tampak tengah mengenakan mukena menata sajadahnya. Selain itu ada gambar dirinya yang tengah menyisir rambut panjangnya di depan cermin.
Baju yang ada di foto adalah baju yang ia kenakan saat ini. Ah, keromantisan yang selama ini di dustakan oleh Galuh.
Galuh kembali pada suaminya yang menata masakannya di piring sebelum di sajikan. Memelu tubuh kekar Bima tidaklah gampang, tapi sangat nyaman.
Bima tersenyum sembari menyelesaikan pekerjaannya. Setelah itu Bima langsung menggendong Galuh bak bayi koala.
"Mbak, tolong sajikan di meja makan." kata Galuh memerintah pelayannya.
"Manis banget sih kamu?" Bima hanya memicingkan matanya mencari tau apa maksud dari ucapan Galuh.
Galuh paham maksud Bima, dia langsung menunjukkan ponsel milik suaminya. Bima tersenyum malu, seperti dia tengah tertangkap basah saat mengagumi seseorang.
__ADS_1
"Love you Bima." bisik Galuh yang langsung memeluk leher suaminya.
"Love you too Galuh sayang." Bima menegakkan Galuh sebelum mencium keningnya.