
Makan malam berakhir dengan perut yang super penuh. Bima mengajak Galuh untuk jalan-jalan sebentar untuk menurunkan makanannya. Tanpa di sadari, mereka sudah berjalan sedikit jauh dari villa.
Galuh melihat ada pasar malam di dekat sana. Pasar malam tepi pantai, ternyata sangat ramai. Apalagi malam ini malam Minggu.
Pasar malam tepi pantai, sudah bisa di pastikan jika banyak sekali kuliner berbahan dasar biota laut. Penghuni laut itu adalah primadona di pasar malam ini.
"Sayang, itu ada sotong bakar. Kayaknya enak." Galuh menunjuk satu stand makanan yang menawarkan cumi-cumi berukuran besar yang di bakar.
"Wah, itu ada baby lobster, itu ada baby cumi juga." Mata Galuh sungguh di manjakan dengan berbagai macam makanan laut.
"Itu bukan baby cumi sayang, tapi itu baby kepiting. Atau biasa di sebut sebagai yuyu, kamu tau yuyu?" Galuh hanya bisa menggelengkan kepala, karena dia memang tidak tau. "Yuyu itu biasanya hidup di pinggir sawah atau sungai. Bukan di laut seperti kepiting yang kamu makan tadi." Jelas Bima.
__ADS_1
"Wah, jadi hewan di air tawar dan air asin itu beda nama? Tapi sama?" Tanya Galuh masih tidak bisa mengerti.
"Terserahlah. Kamu mau? Aku belikan." Bima tak ingin melanjutkan percakapan yang bisa saja membuat kepalanya semakin pusing.
"Mau, tapi aku mau sotong juga." Ternyata, cumi-cumi masih menjadi ratu di mata Galuh.
Bima membelikan satu cumi bakar yang berukuran besar itu. Tidak lupa dengan baby kepiting yang ada di sampingnya. Baby lobster bumbu garlic. Mata Galuh juga tertuju pada minuman segar yang menggoda tenggorokannya.
Es kelapa muda yang di jual bungkulan. Inilah makanan yang sudah di beli oleh Bima untuk Galuh. Niat mengurangi beban dalam perut, ternyata Galuh malah menambah bebannya.
Malam semakin larut, angin pantai juga semakin kencang. Membuat Galuh yang memakai baju tipis sekali, merasa kedinginan. Sedangkan Bima yang pamer dada sejak tadi, dia tidak merasa kedinginan. Yang dia rasa hanya sedikit risih dengan baju yang dia kenakan.
__ADS_1
Lengket, itulah yang Bima rasakan saat ini. Itu semua karena sejak tadi dia duduk di tepi pantai dan bermain air laut.
"Sayang, aku mandi dulu ya." Kata Bima yang sangat jelas merasa lengket.
"Ya sana," Jawab Galuh terdengar tidak enak sekali. Galuh malah masuk ke dalam kolam renang malam-malam. Itu membuat kaget Bima, apa yang sudah Bima lakukan sampai Galuh terlihat tidak suka?
Bima tidak ingin membiarkan Galuh sendirian masuk ke dalam kolam renang dengan bibir sudah maju lima senti. Bima berjalan di belakang Galuh, segera memeluknya dari belakang.
"Apa aku buat kesalahan?" Tanya Bima bersandar di pundak Galuh dari belakang.
"Tidak, tapi aku cuma suka aja lihat kamu pakai baju ini. Bagiku, kamu sangat-sangat menggoda dan hot." Jawaban Galuh sangat di luar dugaan Bima.
__ADS_1
"Astaga, aku bisa pakai baju model ini lagi setelah mandi kalau kamu mau. Aku punya banyak model ini." Kata Bima menjelaskan.
Tapi Galuh sudah kadung tergoda dengan Bima yang memakai baju pantai ini. Apa bisa dia di bujuk dengan baju pantai lainnya?