
"Bim, kok lu tolol sih jadi cowok? inget harga diri. masa ini itu lu harus bilang sih sama Galuh? inget, laki-laki itu kepala rumah tangga." salah satu teman Bima terlihat risih sama kemesraan Galuh sama Bima.
"Bukan tolol, tapi sebuah kewajaran. Dia bini gue, beda halnya kalau dia pacar gue. Gue gak ada kewajiban buat ngasih tau keberadaan gue saat ini. Lagian, Galuh juga gak ngelarang kita jalan begini."
Apa yang di katakan Bima memang benar, tapi. Entah kenapa itu malah mengganggu teman-teman yang lainnya.
"Alah, bilang aja Lo takut kan kalau Galuh mikir macem-macem. Secara lo kan bucin banget sama tu perempuan." kata teman satunya.
"Apa yang kamu bilang tidak ada salahnya. Memang bener, gue emang gak pingin Galuh mikir macem-macem. Secara gue lakinya, kalau gak di bukain pintu, gue tidur di mana?" jawab Bima sambil tersenyum.
"Bener deh Bim, untung gue cowok. Kalau cewek, sudah gue rebut lu dari Galuh. Lu terlalu baik buat Galuh."
Bima hanya tersenyum tidak bisa menjawab. Biar bagaimana pun, Galuh lah wanita yang tidak akan pernah melihat dirinya dari harta dan jabatan yang di miliki.
__ADS_1
Bahkan dia pula yang membantu Bima saat dalam pengasingan dulu.
"Dulu gue brengseeek, dan Galuh yang buat gue sadar akan mencintai diri sendiri. Bahkan dulu cuma Galuh yang ada sama gue saat-saat terberat dalam hidup." Bima mengenang masa-masa SMA yang sangat sulit dia lalui.
Apa yang di buat oleh papa nya dulu memang sungguh memberatkan dirinya. Tapi dia juga bersyukur bisa merasakan menjadi teman sekaligus menjadi orang yang paling dekat dengan Galuh.
"Gue gak percaya Lo pernah brengseek juga. Secara, lo itu orang paling lurus di kampus ini." teman-temannya sungguh tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Bima.
Galuh berjalan menuju ke arah mereka yang tengah duduk melingkar di atas rumput di taman kampus.
"Lagi diskusiin apa nih? Gue bawain minuman sama makanan, semoga cukup." Galuh mengeluarkan beberapa minuman dan makanan dari kantung kresek yang di bawanya.
"Galuh, bener dulu Bima orang brengsekk banget?" tanya salah seorang teman Bima yang masih belum percaya.
__ADS_1
Galuh melihat ke arah Bima sekilas, setelah mendapat kode dia pun mulai menggebu menceritakan kisah mereka.
"Kalau gue bilang brengsek Sih gak terlalu. Secara, kan sama gue. hahahaha"
Masih tidak percaya juga, teman Bima hanya bisa melongo. Dua teman yang sama brengseknya kenapa bisa menjadi orang paling lurus di kampus?
"Kalian bakalan pusing kalau mikir. Lihat ini," Galuh menunjukkan bekas luka yang ada di lengan Bima.
Luka itu di dapat pada saat mereka ikut tawuran di kelas dua. Bima itu orang yang suka cari gara-gara, tidak jarang dia menantang sekolah lain untuk tawuran. Dan yang lebih mengejutkan adalah, Bima selalu mengajak Galuh karena tidak ingin di bawa ke ruang BK sendiri.
Teman-temannya terkejut melihat begitu banyak bekas luka Bima yang sudah tidak terlihat lagi jika tidak di lihat secara jeli. Mereka sekarang percaya, karena luka itu sudah sangat lama kelihatannya. Tapi jumlah yang cukup banyak membuat sedikit ngeri.
"Jadi begitu kelakuan orang paling lurus di kampus? hahahaha." gelak tawa pun memecah keheningan sesaat
__ADS_1