Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Luapan emosi Galuh


__ADS_3

Bima dan Galuh bukanlah orang suci, mereka bahkan memiliki berbagai macam jenis minuman keras. Mulai dari minuman berkadar rendah hingga yang memiliki kadar alkohol tinggi.


Saat ini Galuh tengah menikmati minuman haram itu. Duduk di salah satu sudut balkon kamarnya. Galuh ingin menenangkan diri, dia merasa sesak napas sejak tadi sore.


Kehadiran Vio memang tidak pernah di inginkan oleh Galuh. Tapi, dengan dia menikahi adik dari suaminya. Jelas, Galuh harus tetap melihat wajahnya hingga ia benar-benar berpisah dengan Bima.


Melepas Bima bukanlah hal yang baik untuk kehidupan Galuh. Karena selama beberapa tahun ini, Bima benar-benar memanjakan dirinya. Galuh di ratukan oleh Bima, siapa yang tak tahu akan hal ini?


Mulai dari Galuh yang tak memiliki perasaan cinta pada Bima. Hingga dia tak mampu hidup tanpa Bima, sudah Galuh jalani. Semua itu tak luput dari usaha Bima yang terus membuat Galuh bergantung pada dirinya dan cintanya.


"Jangan sampai mabuk." Bima meraih gelas Galuh yang hampir di tenggak habis olehnya.


"Jangan melarangku. Aku cukup sesak napas sejak tadi." kata Galuh jujur.


"Lampiaskan padaku saja, jangan merusak tubuhmu begini." Bima tak marah, dia hanya tak ingin istrinya sakit.


"Kita cerai sajalah. Aku benar-benar muak lihat Vio. Aku selalu ingin mencakarnya saja kalau melihat dia." Bima tau istrinya masih sangat membenci Vio, karena dia pernah berusaha untuk menggodanya.

__ADS_1


Tak menjawab, Bima mengambil satu botol dengan kadar yang lumayan tinggi. Bima menuang seperempat gelas dan langsung meminumnya begitu saja. Setelah habis, Bima kembali mengisi dan meminum seperti itu lagi.


Galuh mendiamkan Bima, karena dia juga tidak menjawab apa yang di katakan tadi. Galuh mengambil gelas Bima dan ikut minum minuman yang Bima tenggak.


"Aagggrrr!" Galuh berteriak karena kadar alkohol minuman itu terlalu tinggi. Baru masuk tenggorokan saja, rasanya sudah mau terbakar.


"Dasar bodoh, kenapa kamu ikut minum ini? Apa kamu mau membunuh seluruh keturunan Fedrik?" Bima tak tahan untuk menghardik istrinya.


Kedua orang ini tampaknya saling memendam emosi. Bima yang sekuat tenaga menahan dan menerima kerasnya kepala Galuh. Tapi Galuh, rupanya tidak mengerti akan hal ini.


Dengan meminta cerai dari Bima, itu artinya Galuh memang ingin mempermainkannya.


"Apa kamu menyesal?"


"Sangat, aku sangat menyesal. Seandainya aku bisa memutar waktu, ingin sekali aku menghindarimu saat itu."


Tatapan keduanya kosong, kekecewaan dan penyesalan yang di ucapkan Galuh. Tanpa sengaja sudah mengiris hati Bima.

__ADS_1


"Galuh, aku cinta sama kamu. Bahkan aku tak sanggup kehilangan kamu. Aku memilih diam saat kamu bersama Jovan....."


"Itulah permasalahannya. Seharusnya kamu tak terlalu baik padaku. Kamu tau hati aku untuk Jovan, kenapa kamu membuat ku melepas Jovan dan...."


"Dan... Apa?"


"Dan mengambil seluruh ruang hatiku hanya untuk kamu! Aku benci perasaan ini, perasaan yang membuatku tamak, serakah. Aku benci setiap wanita yang memandangmu dengan tatapan menggoda. Aku benci karena aku harus menahan diri untuk tidak cemburu. Aku benci....."


"Kamu boleh cemburu, kamu boleh memiliki aku, kamu boleh tamak dan serakah menguasai aku hanya untuk kamu. Tapi, jangan menyalahkan dirimu, karena aku juga sama. Aku tamak, aku juga serakah yang menginginkan kamu hanya untuk aku sendiri." Bima memeluk Galuh yang sudah menangis histeris.


Cinta memang tamak, cinta memang serakah. Mau bagaimana pun juga, Bima dan Galuh adalah pasangan yang di jodohkan oleh Tuhan.


Bima memeluk Galuh yang menangis. Mungkin karena Galuh sudah terlalu banyak menangis seharian ini. Makanya, dia tidur pulas di pelukan Bima dalam waktu sekejap saja.


Bima membawa Galuh kembali ke kamar, sedangkan Dewangga kembali di ambil oleh Rosmia. Dalam keadaan seperti saat ini, orang tua bersitegang dan penuh emosi. Pasti mempengaruhi bayi yang masih menyusu.


Dari peristiwa ini, Bima tau kalau Galuh juga sangat mencintai dirinya. Galuh ingin cerai karena dia tak ingin melihat ada seorang wanita pun yang mengganggu miliknya.

__ADS_1


Dari peristiwa ini pula Bima akan lebih cermat dalam mengambil keputusan. Menikahkan Candra dengan Vio, mungkin adalah kesalahan baginya. Tapi bagi Candra, kakaknya sudah memberikan yang terbaik untuknya.


__ADS_2