
"Bim, gimana ini? Kalau Rosalin kenapa-kenapa, gimana?" tanya Galuh yang saat ini duduk bersama dengan suaminya dan beberapa teman kampus di rumah sakit.
"Stt, jangan mendahului dokter. Kita juga belum tau keadaannya untuk sekarang." Bima menenangkan Galuh yang sejak tadi merasa ketakutan sendiri.
"Lagian, Rosalin sendiri yang berlari ke arahmu. Jadi bukan salahmu, Luh." kata salah satu saksi mata yang ada di tempat kejadian perkara.
"Tapi...."
"Sudah, jangan tapi-tapian." Bima tak berhenti menenangkan sang istri yang terus banyak pikir.
Siapa saja pasti akan merasa hal yang sama, jika berada di posisi Galuh. Tapi, Rosalin sendiri yang berlari menghampiri musibah itu. Bukan Galuh yang mendorong atau menarik Rosalin berada di kecelakaan itu.
Pada saat kekacauan pikir Galuh, dokter yang memeriksa Rosalin di IGD pun keluar. Bima dan yang lainnya segera menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan teman mereka.
"Dokter, bagaimana keadaan teman kami?" tanya Bima mewakili yang lain.
__ADS_1
"Oh, mbak yang di dalam tidak apa-apa. Mbaknya cuma kaget makanya pingsan. Dan sekarang hanya butuh istirahat sebentar lalu boleh pulang." Dokter menjelaskan keadaan yang membuat Galuh dan yang lainnya lega.
Dari arah depan, ada orang ribut-ribut mencari putrinya yang katanya kecelakaan. Ya, dia orang tua Rosalin. Orang tua yang kelihatannya sangat menyayangi putrinya, tapi nyatanya lebih mementingkan kariernya.
"Mana putriku? Kalau terjadi apa-apa padanya, aku akan menuntut rumah sakit ini!" datang dengan emosi yang menggebu, ayah dan ibu Rosalin datang mencarinya.
"Siapa anak ibu? Apa hubungannya dengan rumah sakit ini?" Tanya salah satu dokter yang kebetulan berada di resepsionis.
"Rosalia, dia korban tabrakan yang katanya di bawa ke sini!"
Bima mendengar nama temannya di sebut pun menghampiri kedua orang tua itu. "Maaf, saya yang tadi menelepon. Perkenalkan, nama saya Bima teman satu jurusan Rosalin. Putri bapak dan ibu tidak apa-apa, dia hanya kaget dan butuh istirahat saja. Jadi tolong jangan buat ribut...."
Dia istri yang di nafkahi langsung dengan kerja keras Bima sejak awal menikah, tidak terima suaminya di hina seperti ini. Galuh maju di depan Bima menghalau orang tua Rosalin.
"Sejak kapan suami saya menghamburkan uang orang tuanya? Bahkan aku tidak heran kalau misalnya anda orang tua dari Rosalin. Karena kalian sama! Satunya tidak tau malu sudah mengejar-ngejar lelaki beristri dengan sadar. Dan orang tuanya model begini! Tau begini, aku lempar sekalian anakmu yang suka mengganggu suamiku ke jalan raya. Jalan tol sekalian, biar jadi tumbal pembangunan. Dasar tidak tahu diri...."
__ADS_1
Galuh mengutuk dan menghardik orang tua tepat di depan Bima. Begitu banyak kata yang keluar dari mulut Galuh yang selama ini hanya tersenyum padanya. Tapi Bima sama sekali tidak menghentikan ucapan istrinya. Dia dengan bangga malah tersenyum, seakan membenarkan apa yang di katakan istrinya.
"Kamu.... Kamu lancang sekali! Pasti ini rencanamu, ingat! Aku akan menuntut mu ke pengadilan!"
"Silakan saja kalau anda berani melaporkan istri saya...."
"Hah! Istri? Masih kecil main istri-istri an..." Orang tua itu melihat ke perut buncit Galuh, seakan tau alasan kenapa lelaki itu bisa mengakuinya sebagai istri. "....Oh, rupanya hamil duluan. Pasti kamu kalah saing dengan putriku yang cantik, kan? Makanya kamu menghalalkan segala macem cara...."
plak
"Aku biasanya tidak memukul orang yang tidak sebanding denganku. Tapi mulut anda sudah melukai hati saya dan istri. Aku setuju dengan istri, tau begini aku melempar putri busuk mu ke jalanan. Aku menikahi istriku jauh sebelum bertemu dengan putrimu yang gatal itu. Dan ya, aku menikah selepas sekolah. Selama dua tahun, kami baru di karuniai seorang bayi. Apa yang salah dengan ini? Keluarga Federik tidak akan melepaskan kalian!" Bima yang emosi mengungkap siapa dirinya sebelum meninggalkan rumah sakit.
Sungguh sia-sia saja kebaikannya selama ini, pada orang tak tahu diri seperti mereka.
Sepeninggalan Bima dan Galuh, teman-teman Bima kaget identitas asli orang yang terkenal dingin namun baik itu. Sama halnya dengan orang tua Rosalin.
__ADS_1
Pasalnya, dia selama ini berusaha untuk bertemu pewaris sah dari keluarga Federik yang misterius itu. Tapi, pada saat berhadapan langsung, mereka malah menghina istrinya. Bagaimana nasib kerja samanya yang baru saja di bangun?
Arrggghhh