
Sakpai di rumah, Bima masih belum bisa membujuk istrinya yang lagi cemburu buta. Tanpa mikir panjang, Bima langsung ke dapur. Galuh ternyata menunggu di kamar, entah mau apa.
Setengah jam sudah Galuh menunggu, namun Bima tidak juga masuk ke dalam kamar. Galuh yang uring-uringan pun masuk ke dalam kamar mandi.
saat itu hari masih sore setengah siang. Karena jam masih menunjuk di angka dua siang. Bima masuk saat Galuh baru selesai mandi.
"Dari mana saja?" tanya Galuh ketus.
"Masak makan siang, sayang. Aku tau kamu pasti lapar kan, setelah ngambek." Bima mengambil handuk dan membantu Galuh mengeringkan rambut panjangnya.
"Kebalik sayang, harusnya kamu yang aku keringkan rambutnya." Dari nadanya, Galuh sudah tidak marah lagi.
Bima sedikit penasaran, tapi dia tidak mau banyak pikiran dulu. Akhirnya dia mandi dan segera makan siang bersama dengan Galuh.
Galuh memakai daster model kaos panjang di atas lutut warna putih. Bajunya terlihat tipis dan tersamarkan oleh gambar beruang di tengah. Galuh menikmati makan siangnya yang sangat enak menurutnya. tetapi Bima? Dia bahkan sangat susah menelan salivanya.
Jujur saja, Galuh sungguh menggoda bagi Bima. Semenjak keguguran, badan Galuh seperti menantang saja.
__ADS_1
Bima sebenatnya bukan orang yang gampang tergoda, tetapi Galuh tak melakukan apa pun dia sudah tampak menggoda. Ini gila.
"Sayang, boleh aku menginap di rumah mama dua hari saja?" Bima hanya ingin meredam hasrat yang kini bergejolak di dalam dirinya.
"Silakan, aku juga mau menginap di rumahnya Jovan." jawab Galuh, yang seakan tau maksud Bima.
"Jangan dong, ya sudah deh gak jadi." kata Bima lemas.
"Kenapa gak jadi?" Galuh sudah jengkel kembali mengingat tadi Bima memeluk dosen yang kegatelan sama suami sahabatnya.
"Ah, sudah lah. Ayo selesaikan kamannya, kita ke cafe. Kasian Ashar di warung sendirian dan cafemu berantakan jata Devi." Bima berusaha mengalihkan pandangannya dari sang istri.
Lelaki itu kaget, karena sebagian baju haram itu masih ada bandrol harganya. Ini masih baru dan belum pernah di pakai, ada apa dengan Galuh sebenarnya?
Galuh melihat suaminya memegang salah satu baju yang baru di belinya kemarin. Dia langsung mengambil paksa dan menatap tajam pada Bima.
"Mau kamu apakan baju-baju ini?"
__ADS_1
"Sayang, baju-baju ini harus di serahkan pada MUI dulu biar ada label halalnya." kata Bima asal.
"Tapi sayang, ini baju tidak mengandung bahan babi. Jadi halal dong." jawab Galuh.
"Iya bajunya gak mengandung, tapi nanti kalau kamu yang mengandung gimana?" tanya Bima yang masih trauma.
"Ya Alhamdulilah lah, mau gimana lagi?" Bima menutup rapat matanya. Galuh sungguh tidak mengerti maksud dari Bima.
"Terserahlah." Bima melenggang pergi hendak meninggalkan kamar. Tetapi langsung di tarik oleh Galuh sekuat tenaga.
"Au!"
Bukan Bima yang tertarik, tapi Galuh yang kalah menarik dan menabrak Bima. "Kamu mau apa? Main india-india an? Sudah tua, sayang."
"Ya sudah kalau gitu kita main pedang saja." Galuh menggoda Bima lagi.
"Sayang, aku datang bulan!" Bima berlari keluar kamar saat mendapat kesempatan.
__ADS_1
"Datang bulan? Apa dia transgender? Apa aku menikahi sesama?"