Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Tanam bibit rival sendiri


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak jujur padaku? Galuh...."


"Sudahlah jangan bahas lagi, aku ngantuk." Galuh merasa dirinya sangat membebani Bima. Kalau seperti ini terus, Bima akan hancur karena dirinya.


Bima mendengar helaan napas dari Galuh, dia merasa kecewa. Selama ini, Bima tidak pernah berpikiran yang terburuk untuk Galuh. Tapi kenapa dia masih menghela napas?


Bima meredam emosinya pada sang istri, dia takut kehilangan Galuh. Bima mengalah, menyusul Galuh ke kamar adalah hal yang wajib dia lakukan sekarang. Pekerjaan? Sabodo dengan itu. Yang penting sekarang adalah Galuh.


Galuh tengah berbaring di tempat tidur dan sudah mengganti bajunya dengan daster. Bima melihat putranya dan masih terlelap.


Bima tidur di belakang istrinya, memeluknya dan menciumi tengkuknya. "Sayang, apa aku melakukan kesalahan? Maaf." Bisik Bima.


Galuh yang tadinya membelakangi Bima, kini sudah berbalik dan memeluk suaminya. "Tidak, aku hanya menyesali keberadaan ku. Tidak semestinya aku menikah dengan kamu...."


"Lalu, apa aku harus menikah dengan wanita seperti Ririn? Tidak sayang." jawab Bima memotong pembicaraan Galuh.

__ADS_1


"Tapi yang di katakan Ririn itu benar, aku hanya menganggu kehidupan kamu. Seharusnya aku bisa membantumu. Bahkan, hanya mencuci piring saja aku sudah membuatmu merugi jutaan rupiah." Ucap Galuh terisak di dada Bima.


"Aku tanya sama kamu, kalau misalnya aku tidak lulus SMA. Apa aku masih bisa berdiri di posisi sekarang? Kalau aku tidak memperjuangkan kebahagiaan untuk kamu, apa aku akan mendirikan warung kecil itu? Jawabannya adalah tidak."


"Sayang, aku tak peduli dengan pandangan orang lain. Yang aku peduliin hanya kamu seorang sama seperti dulu saat aku masih sekolah. Orang tidak peduli padaku, jangankan peduli, melirik pun mereka enggan. Kenapa? Karena mereka berpikir aku tidak punya masa depan. Kehidupan saja susah, bagaimana aku bisa berhasil di masa depan."


"Berbeda dengan kamu. Kamu satu-satunya orang yang peduli denganku, dengan nilaiku, dengan kehidupanku dan masa depanku. Bahkan, kamu juga satu-satunya orang yang perhatian terhadapku. Inilah balasanku pada kamu." kata Bima ada benarnya.


Bima dan dirinya dulu adalah dua orang pelajar yang tidak pernah takut pada hukuman guru. Mereka berdua juga sering bolos di mata pelajaran yang tak di sukai. Bahkan mereka berdua tak jarang terlibat tawuran antar sekolah.


Namun, Galuh tetap percaya dan mendorong Bima lebih maju lagi di masa depan. Memberinya baju, makanan bahkan memberinya kepercayaan mengelola cafe miliknya.


"Apa aku dulu juga membebani mu?" Pertanyaan Galuh di putar ke padanya oleh Bima.


Galuh tidak bisa menjawab selain menggelengkan kepala. Bima tersenyum, pelukan Galuh semakin erat melingkar di tubuh besarnya. Dia istrinya, wanita yang ia cintai sejak pertama bertemu. Bagaimana bisa Bima merasa terbebani dengan ini?

__ADS_1


Yang ada, Bima semakin mencintai Galuh. Keberadaan Galuh di sisinya setiap saat, membuat Bima semakin bersemangat kerja. Galuh sudah seperti tempat isi daya untuk Bima.


Keberadaan Dewangga semakin membuat Bima jatuh cinta pada Galuh. Pengorbanan sebesar ini, tidak akan pernah dia dapat dari wanita manapun.


Kebanyakan wanita yang menggoda Bima adalah wanita yang melihatnya saat sudah berhasil. Bukan melihat Bima yang dalam pengasingan dulu.


"Galuh Rameswari Fedrik binti Prayan, jangan terlalu banyak mikir. Yang terpenting itu, kamu bahagia. Kalau kamu tidak bahagia, aku sebagai suami kamu, pasti merasa gagal membina rumah tangga." Bima membelai pipi Galuh dan menghapus jejak air mata.


"Bima Fedrik suami tercinta Galuh, istrimu ini sudah sangat bahagia. Istrimu begini tu, karena dia tidak ingin kehilangan setengah dunianya." Ucap Galuh manja.


"Kok setengah? Setengahnya lagi?"


"Dewangga."


"Nggak adil, dia baru dua bulan. Aku sudah bertahun-tahun mengejar mu."

__ADS_1


"Salah sendiri, kan kamu sendiri yang menanam bibit rivalmu dalam perutku."


Keduanya pun kembali mesra, obrolan yang terdengar membahagiakan. Walau itu semua hanya sebuah pengias saja.


__ADS_2