Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Di halalin CEO


__ADS_3

Hari ini sekolah Galuh dan Bima mengadakan reunian. Tapi sayangnya Galuh harus datang sendiri. Pekerjaan Bima tidak bisa di tinggal karena terlalu banyak yang mendesak dan penting.


Galuh melangkah sendiri dan di belakangnya ada Arief yang membawa gadis itu.


"Eh, itu benar Galuh kan? masih saja ngintilin pak Arief."


"Benar, tapi setau aku ya.. pak Arief itu menikahnya sama kakaknya Galuh. Kak Maya."


"Terus, kenapa masih ngintilin pak Arief kalau begitu?"


"Mulut kalian itu minta di lakban deh kayaknya ya, kedengeran Galuh di piting Lo entar." kata Yoga mengingatkan.


"Males ah ada anteknya si Galuh."


"Tapi bener apa kata Yoga, Val. Lo gak inget gimana dia babat habis sekolah tetangga pas tawuran tahun terakhir itu? Sumpah, serem banget. Apalagi Galuh terus di Deket Bima...."


"Eh iya, Bima apa kabar ya? Dia masih ganteng apa makin cool ya? secara dulu dia itu keren abis, tapi sayang dia kemana-mana sama si Galuh itu."


"Lo gak tau ya, Bima kan kerja sama Galuh. Jadi wajar dia kemana-mana sama bosnya."


Galuh mendekat pada teman-teman sekelasnya. Dan semua tersenyum palsu pada Galuh, demi kebaikan mereka sendiri juga.

__ADS_1


"Apa kabar sob?" Yoga orang paling pertama yang menyapa Galuh.


"Baik, Lo semua baik? Lama gak ketemu, pada punya kesibukan apa ini?" Galuh basa basi.


"Sibuk ngampus aja sih, eh Lo ngampus di mana sih? pisah ya sama anak-anak?" tanya Yuda yang duduk di samping Zara, teman sekelasnya dulu.


"Gue masih bareng Bima kok, btw kalian nempel banget. Ada kabar bagus kah?" Zara menjadi malu-malu memperlihatkan cincin tunangan.


"Kami mau nikah tahun ini. Datang ya..." Yuda seketika mengeluarkan undangan pada teman-temannya.


"Serius?" Galuh dan Yoga barengan.


"Serius dong. Lo sendiri gimana Luh? belum juga ada tanda-tanda di Halalin?" tanya Zara sedikit mencibir.


"Pantesan Lo makin glowup sekarang. Kira-kira CEO mana yang sudah menaklukan hati Lo dan buat jadi seperti gadis ini?" tanya Yuda.


"Ada, CEO muda dan berbakat. Dia sayang banget sama gue, itu yang paling penting." jawab Galuh tanpa mengatakan siapa dia.


"Kasian Bima dong kalau gitu." Yoga nyeletuk.


Yoga merupakan teman baik Bima dan Galuh saat itu. Hanya saja, dia tidak seberani kedua temannya itu. Dia selalu menghilang saat di ajak tawuran, dan muncul belakangan seakan dia ikut berperang.

__ADS_1


"Bima memang kenapa?" Galuh sok tidak tau apa-apa.


"Dia suka kamu sejak dulu, aduh si bego emang kaga ada obat. Sudah aku katakan berkali-kali buat ungkapin, kalau sudah begini kan sudah gak ada kesempatan lagi." Yoga jadi gemas sendiri dengan cerita Galuh yang sudah di halalin orang.


"Sudah-sudah jangan buat Bima bersin-bersin. kasihan dia," Galuh seperti orang yang tidak peka sekali sama perasaan orang.


Yoga berinisiatif untuk menelfon Bima. Galuh tidak bisa di biarin dengan sikap arogansi nya.


"Hallo, Bim? Kenapa Lo gak datang? apa Lo gak mau datang karena ada Galuh?"


"Tidak-tidak, aku beneran sibuk banget. Kerjaan gue numpuk gara-gara males-malesan beberapa hari ini. Lagian ada Galuh yang datang, jadi sama saja." terdengar Bima seperti juga tidak ingin memperjuangkan cintanya, itu yang membuat Yoga geram sendiri.


"Lo bego atau apa sih Bim? Ini kesempatan Lo ketemu Galuh...."


"Gue sama Bima satu kampus, Yoga." ucap Galuh dari samping Yoga.


"Mending Lo suruh Bima datang deh, ini semua gara-gara Lo. Peka dikit dong jadi orang, kasihan tau Bimanya."


mendengar Galuh di maki teman-temannya, Bima pun tidak bisa hanya diam saja begini. "Ok, gue datang. Jangan lagi menyalahkan Galuh, ok?"


Bima memutuskan untuk datang dan Yoga ingin kalau sahabatnya itu memiliki waktu berdua lebih banyak dengan Galuh.

__ADS_1


"Luh, temani dia nanti lebih lama, ok?"


"Ok, sampai malem pun gue jabanin." senyum Galuh tertahan, dia tidak ingin teman-temannya tau apa yang sebenarnya terjadi sebelum Bima datang.


__ADS_2