
Hai, apa ada yang kangen dengan ku? ternyata lama juga ya gak mampir.... aku berasa gak ada yang ngagenin sih, jadi jarang mampir hehehe
maaf ya
...----------------...
Bima merasa ada sedikit keanehan saat dia baru sampai di rumahnya. Dia melihat istrinya tengah duduk dengan menekuk wajahnya. Tidak seperti biasanya yang akan langsung memeluk atau mencium saat Bima baru keluar dari mobil.
Bima duduk di samping Galuh yang masih fokus entah memandang apa. Jujur, ini membuat Bima sedikit khawatir. Tetapi tenang, hal itu tidak berlangsung lama, karena Raya sudah datang dengan kehebohannya.
"Hai hai, ada yang kangen gue enggak? ih gak suka nggak suka gelay." katanya dengan perut yang sudah mulai membuncit tampak tidak menghalangi kelincahannya.
"Apaan sih Ray, gak lucu. Lo ngapain ke sini?" Tanya Galuh jengkel, namun sesaat kemudian dia teriak histeris.
Aaaaaaa
"Kenapa?" Tanya Bima panik.
Panik lah, masak enggak. Setelah diam mematung tiba-tiba dia teriak histeris. Dia merasa jika penghuni rumahnya sudah mulai beraksi.
"Sejak kapan kamu di sini?" Tanya Galuh memegangi dadanya.
"Sudah sejam yang lalu."
__ADS_1
Iiiihhhhh pandainye budak ni temberaaang jadi pengen bawa ke pelaminan saja.
"Kok gak denger suara mobilnya?" tanya Galuh masih mengacuhkan Raya dengan satu nampan besar penuh makanan.
"Suara mobilnya halus sayang, besok deh aku kasih suara ambulan cinta." kata Bima melepas jas dan dasi yang terlihat seksi di mata Raya.
"Emang ada?"
"Ada, bunyinya i loev you, i love you." jawab Bima terkekeh.
"Haaaiiiiissss ini buat kalian, pegal tangan gue. Sudah gue mau rayu-rayuan juga sama aa Fairus muach," lebay Raya meletakkan nampan di meja dan meninggalkan rumah Galuh yang ada tepat di depan rumahnya.
"Kenapa tu anak?"
Galuh menikmati makanan yang di bawa oleh Raya bersama dengan sang suami. Sedangkan Raya kini mencari suaminya yang tengah sibuk bersama dengan ibunya di dapur.
"Sayang, aku pengen makan." teriak Raya yang sudah tidak canggung lagi dengan keberadaan ibu dan ayah mertuanya.
"Makan lah," jawab Fairus membawakan buah untuk Raya di meja makan.
"Mau makan kamu," Fairus melihat ke kiri dan kanannya.
Dia melihat orang tuanya dengan pandangan lain-lain. Sudah pasti mereka dengar, tapi merasa malu dengan tingkah menantu kecilnya.
__ADS_1
"Sssttt ada mama sama papa." bisik Fairus.
"Jadi kalo gak ada, boleh makan kamu?" tanya Raya yang di angguki malu-malu oleh Fairus.
"Ya sudah mama sama papa pulang ya, ini sudah sore." percayalah Aini hanya beralasan saja. Tapi lihat ekspresi ganjen Raya, sudah tidak bisa di kondisikan.
Setelah kepergian orang tuanya, Fairus yang gemas langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar. Bersiap untuk di lahab bulat-bulat oleh sang istri.
Berbeda pemahaman dari Fairus, Raya malah bersiap untuk menggigit lengan besar milik suaminya.
"Apa yang kau lakukan Raya?" tanya Fairus yang mendapat gigitan di pundak.
"Katanya boleh makan kamu." kata Raya cemberut.
"Aaaa, jadi kau mau makan aku beneran?" otak Fairus langsung konek.
Tidak mungkin istrinya menggunakan istilah-istilah semacam itu untk menggodanya. Kenapa tidak kepikian dari tadi? Sudah pasti dia akan menjadi korban tajamnya gigi Raya saat ini.
"Aku mau makan kamu...." kata Raya mengiba.
"Cium saja gimana? Nanti aku gigit deh," Fairus memberikan penawaran.
"Boleh!." dengan senang hati Raya memajukan bibirnya.
__ADS_1
Ha? ini yang minta makan bukannya Raya, kenapa jadi Fairus yang gigit Raya?