
Utari dan Dewangga tiba di sekolahan di waktu yang sama. Hanya saja, tempat mereka saat ini berbeda. Jika Dewangga ada di parkiran sekolah, Utari ada di gerbang depan.
"Nanti papa jual motornya. Kamu pilihin motor untuk Dewangga, biar dia tidak lama-lama terjebak macet." Bima terlihat masih bisa tersenyum. Padahal, hatinya sudah sangat murka sekali.
"Tidak perlu nanti pa. Beliin aja kakak motor matic yang seperti itu saja. Biar nggak bikin silau cewek di luar." Utari menunjuk satu motor matic yang masih terbilang kekinian. Namun bukan yang mewah atau mahal.
"Hahaha, pilihan kamu tepat. Tapi, kamu tidak apa-apa naik motor itu?" tanya Bima geli juga dengan pilihan Utari.
"Tidak, selama itu hanya aku yang naik. Aku pasti akan percaya diri." Utari memang asuhan Bima dan Galuh seratus persen. Walau dia masih sering di ajak oleh keluarga ayahnya yang juga kaya raya itu.
"Hahaha, baiklah. Pulang sekolah, motor sudah ada di rumah."
"Warna hitam ya Pa. Biar hanya motor matic, aku mau lihat suamiku keren juga."
__ADS_1
Jawaban Utari persis dengan Galuh saat dulu Bima masih baru-baru membuka usaha. Dulu saat baru baikan dengan Galuh, Bima merasa dirinya sangat kecil. Menyembunyikan jati diri selama bertahun-tahun, membuat Galuh tidak percaya jika suaminya memiliki segalanya.
Utari, gadis ini bukan pilihan Dewangga dalam pengasingannya. Tapi Utari adalah gadis didikan langsung Bima dan Galuh. Dia benar-benar memiliki nilai yang di inginkan oleh pasutri itu.
Bima meninggalkan Utari masuk ke dalam sekolahan sendiri. Di sana tanpa ada yang tau, ada seorang gadis cantik berambut pirang melihat Utari dan Bima.
"Rupanya, kamu memang memiliki hubungan khusus sama paman Bima." gadis itu memang di kenali oleh Utari. Tapi, bagaimana bisa dia ada di sini?
"Jangan sok kenal, awas saja kalau sampai kamu godain papa aku juga." Novelia tampak sangat berhati-hati dengan Utari setelah melihatnya bersama Bima.
"Hais, apa saja yang ada di otakmu. Kamu tidak dengar aku jadi menantu papa Bima....?"
"Kamu? Hahahaha selamat ya....." Seketika gadis bule yang tadinya terlihat tidak suka padanya pun langsung tertawa terbahak-bahak dan mendengar cerita lengkapnya. Tanpa menyebut nama, yang pasti.
__ADS_1
Mereka berdua ternyata satu kelas. Utari dan Novelian anak dari adik bungsu Bima. Nanda Fedrik dengan adik bosnya di Amerika, Mili.
Novelia sangat senang mendengar pernikahan Dewangga dengan Utari. Sejak kecil mereka berdua memang selalu bersama. Siapa yang menyangka, kebersamaan itu akan menjadi seumur hidup.
Utari yang melupakan masalah kecemburuannya pada Dewangga. Berbanding terbalik dengan suaminya. Dewangga geregetan karena di tinggal oleh Utari dan Nimas yang entah kenapa dia tidak mengerti kata "MENJAUHLAH".
"Nimas, tolong jangan seperti ini. Aku tidak nyaman!" Dewangga tidak bisa menahan lagi dengan kelakuan Nimas padanya.
"Dewangga! Kalian ini kenapa berisik saja sejak tadi! Keluar kamu dan putari lapangan sebanyak lima kali!" Guru matematika itu tidak tahan dengan siswa yang tidak mendengarkannya.
'Ini kesempatan menjauh dari Nimas', batin Dewangga. Tanpa membantah, Dewangga langsung meninggalkan kelas dan berlari memutari lapangan.
Ini berbeda dengan Dewangga yang biasanya. Dewangga biasanya lebih memilih minta di berikan tugas dari pada keluar kelas.
__ADS_1