Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Akan ada Dewangga selamanya


__ADS_3

Hari libur seharusnya menjadi hari yang santai bagi Bima dan Fairus. Tapi ternyata tidak untuk Minggu ini. Setelah satu Minggu mereka berdua bolak-balik ke kantor urusan agama. Akhirnya, sidang penangguhan untuk pernikahan dini pun di kabulkan.


Bima kaget saat mendengar pernyataan Dewangga malam itu. Fairus yang hanya memiliki seorang putri pun tak kalah kaget dari Bima.


"Saya yang akan menikahinya, tapi sebelum itu, aku akan mengurus masalah ini sampai selesai." kata Dewangga malam itu.


Dia melakukan itu bukan tidak ada alasan. Karena saat itu juga, Dewangga mendapat video kejadian di mana Utari di jebol oleh seseorang.


Yang mengirim video itu menggunakan nomor baru dan id tidak terlacak oleh Dewangga. Tapi beruntungnya, hanya Dewangga yang mendapat video itu.


Narendra sebenarnya tidak setuju dengan pernyataan Dewangga. Tapi setelah mendengar visum Utari yang sudah tidak perawan lagi. Narendra tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


Seandainya dia tidak memiliki hubungan darah dengan Utari. Bisa di pastikan jika Narendra akan melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Patra, orang yang sudah menjebol Utari. Saat ini dia masih di rundung rasa bersalah. Seumur-umur, dia tidak pernah melihat gadis polos yang benar-benar polos seperti Utari.


Padahal, Siska kekasihnya yang dia kenal polos baginya. Dia juga mengaku sejak SMP sudah tidak perawan. Memang sial kali ini, kenapa bisa berurusan dengan orang yang benar-benar polos.


Astaga....


Seminggu ini pun, Patra tidak berani keluar dari rumahnya. Badannya sering menggigil karena ketakutannya sendiri.


"Dewangga, selama satu Minggu ini kamu kemana? Mama tidak pernah berpikir kamu akan melakukan hal ini setelah mengatakan itu. Kamu tahu tidak? Utari tidak pernah mau berbicara pada kami. Apa kamu lupa dengan ini?" Galuh, menangis sejadi-jadinya karena kalakuan putranya.


"Utari, maafkan kakak...." Utari menangis saat mendengar Dewangga meminta maaf padanya.


"Kakak, Tari takut. Dia.... dia...." Inilah kali pertama Utari mengeluarkan suaranya setelah kejadian itu.

__ADS_1


"Dia siapa? Cepat katakan. Kakak akan mencarinya dan langsung menyeratnya untukmu." Mata dewangga memerah karena amarahnya sudah kembali penuh.


"Tidak, aku tidak mau.... Orang itu menakutkan." Utari menangis, dia menahan Dewangga untuk tidak mencari orang yang sudah membuatnya hancur saat ini.


"Sudahlah, kamu siap-siap. Sebentar lagi, penghulunya tiba. Mama akan dandani Utari agar lebih cantik lagi." Galuh tak bisa menahan air matanya. Walau dia tidak ingin menangis lagi di depan dua anak yang dia besarkan sendiri dari bayi.


Acara pernikahan yang hanya di hadiri oleh keluarga kedua belah pihak pun berjalan lancar. Kakek nenek dari Dewangga semua datang. Bahkan Maya, kakak dari ibunya pun datang bersama kedua putri kembarnya.


"Utari, kamu kuat. Dewangga itu selalu menyayangi kamu. Sekarang, kamu istrinya, bukan adiknya tersayang lagi. Jangan takut hadapi dunia, ada kami, sayang." Maya, sosok wanita yang menjadi ibu bagi Utari selain Galuh.


"Ma, iya. Tapi aku...."


"Sstt, jangan di pikirkan hal ini lagi. Lupakan, suatu saat orang itu akan mendapat karmanya sendiri. Sekarang fokus pada keluarga baru kamu, kita akan tetap ada untuk kalian."

__ADS_1


Tangisan Utari kembali pacah, mengingat dia tidak memiliki ibu kandung. Dua orang inilah yang selalu menjadi tumpuan Utari untuk bertahan hidup.


__ADS_2