Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
LDR


__ADS_3

Berat sih, tapi Galuh tetap harus merelakan suaminya untuk dinas di luar kota. Bima tak melepaskan pelukannya sejak dia tiba di bandara.


Galuh pula tak ingin Bima melepaskan pelukannya. Bisa di bilang, pelukan terakhir untuk seminggu kedepan. Seminggu itu pasti akan terasa sangat lama bagi Galuh. Karena dia tidak pernah berpisah lebih dari sehari setelah dia membuka hati untuk Bima.


"Hati-hati di rumah, ya. Aku janji, seminggu pasti aku sudah kembali." Pamit Bima sebelum meninggalkan Galuh sendiri di bandara.


"Iya, kamu juga hati-hati. Aku dengar, orang kalau dinas itu banyak godaan. Kamu jangan tergoda, ya. Inget aku, aku akan memberikan semua apa yang kamu inginkan. Aku halal untukmu." Kata-kata Galuh yang membuat Bima semakin berat meninggalkannya.


Perpisahan tetap terjadi, karena itu adalah tanggung jawab Bima. Galuh, walaupun dia bucin dan enggan untuk berpisah dengan Bima. Dia tetap harus merelakan suaminya seminggu di miliki oleh pekerjaan.


Galuh langsung ke cafe, di sana dia sudah di sambut oleh Dewangga dan ibu mertuanya. Terlihat Rosmia tengah membawa Dewangga di dampingi oleh Vio.


"Nak, mama mau ke rumah sakit dulu nganterin Vio. Dewangga sama kamu dulu ya." Rosmia memberikan cucu tersayangnya dengan berat hati.

__ADS_1


Rosmia sangat menyayangi cucu pertamanya ini. Tapi, dia harus bisa adil pada kedua menantu. Saat ini, Vio lebih membutuhkan dirinya, karena sejak kemarin menantunya ini demam tinggi.


"Iya ma." Galuh menerima dengan senyuman.


Tapi hati kecilnya terus bertanya. Kenapa ibu mertuanya langsung memulangkan putranya sesaat setelah suaminya dinas di luar kota?


Galuh berusaha untuk menerima dengan lapang dada. Tapi dadanya tetap masih terasa sesak.


Tiga jam berlalu terasa sangat lama bagi Galuh. Menunggu kabar Bima yang jauh di kota Lulo. Dewangga anak yang pintar, dia bahkan tidak rewel selama Galuh bekerja.


"Sayang, aku baru mendarat. Sekarang masih menunggu jemputan mau langsung ke pabrik." Ini adalah kabar yang sejak tadi di tunggu-tunggu oleh Galuh.


"Iya, kamu lelah sekali? Aku merindukan kamu." kata Galuh yang memang sangat merindukan suaminya.

__ADS_1


"Sama, tapi tunggu seminggu lagi ya sayang." Bima langsung menyambungkan panggilannya ke panggilan video.


Rasa rindu Bima sudah tak mampu di tahan lagi. Karena Galuh adalah penyemangat dan juga motivasi untuknya sukses.


"Oh, itu Dewangga. Mama kemana?" tanya Bima yang kaget melihat putranya tidur di samping istrinya yang tengah bekerja.


"Tadi mengantarkan Vio ke rumah sakit, tapi sampai sekarang belum ke sini. Mungkin sakitnya parah dan membuatnya menginap." kata Galuh yang tak ingin menunjukkan perasaannya.


"Ya sudah, panggil baby sitter lagi saja. Pasti mbaknya juga masih belum kerja lain." Kata Bima yang merasa tidak enak pada Galuh.


"Nggak usah, nanti kalau mama ke rumah kan malah jadi enggak enak. Nanti di sangka aku nggak patuh, lagi." Galuh mengingatkan Bima akan permintaan ibunya. Dengan berbagai macam alasan, Rosmia memang meminta Bima untuk tak menggunakan baby sitter lagi.


"Ya sudah sayang, aku cinta kamu." Bima menyerah, dan mengakhiri perbincangan mereka setelah mobil jemputannya tiba.

__ADS_1


Galuh kembali fokus pada pekerjaannya selama Dewangga masih tidur. Karena jika sudah bangun, bisa di pastikan tidak akan bisa fokus kerja.


Sedangkan Bima, dia juga tidak ingin menunda apa pun lagi demi istri dan anaknya.


__ADS_2