Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Bukan pernikahan sedarah


__ADS_3

Jam pelajaran belum di mulai, Siska memanfaatkan untuk menyelinap ke ruang kepala sekolah. Dia yakin, dengan berbekal satu kabar besar ini. Pasti dia bisa membuat Patra, kekasihnya, kembali ke sekolah ini.


Bagaimana mungkin ini adil baginya. Patra di keluarkan karena tindakan asusilanya bersama dengan Utari. Kenapa hanya Patra yang di keluarkan dari sekolah dan Utari masih bisa sekolah dengan tenang.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Arif melihat sosok gadis kecil masuk ruangannya.


"Bapak, saya tau kalau bapak punya hubungan tidak biasa dengan Utari dan Dewangga. Tapi, apa bapak tidak merasa ini ada kecurangan?" Siska mendekat dengan langkah perlahan.


"Katakan yang jelas. Saya tidak punya banyak waktu!" kata Arif yang memang tidak suka di ganggu saat bekerja.


"Begini Kah cara bapak bicara dengan murid bapak? Inget, papa saya adalah donatur tetap di sekolahan ini. Jadi, anda juga harus sopan terhadap saya." Siska benar-benar menggunakan kekuatan orang tuanya untuk menindas siapa saja.


"Baiklah, silakan bicara." dengan menahan emosi, Arif mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh Siska.


"Baiklah, bapak. Saya tau bapak itu harus menghukum orang yang memalukan nama sekolah. Tapi pak, apa anda sudah adil dalam memberikan hukuman? Yang anda tau kan patra melakukan asusila dengan Utari. Kenapa hanya Patra yang bapak keluarkan? Lihat Utari, dia masih haha hihi di sekolah dengan leluasa. Aku malah tidak melihat satu pun tanda-tanda dia trauma. Atau memang dia yang seorang ******? Menggoda setiap lelaki....?"


"Apa yang kamu mau?! Mau Utari trauma atau tidak, dia tetap korban pemerkosaan. Tidak ada hukuman memang dengan korban. Tapi hukuman tertuju untuk pelaku....."

__ADS_1


"Iya kah? Sungguh sangat bijak sekali. Bahkan bapak juga menutup mata adanya pernikahan di antara sesama murid bapak yang masih di bawah umur. Bapak seperti ini, hanya untuk apa? Menutupi apa? Borok bapak yang juga memakai Utari.....?"


plak!


"Saya lebih memilih menghentikan donasi dari keluarga kamu dari pada ada yang menjelekkan Utari! Dia keponakanku, apa yang kamu katakan itu keterlaluan!"


"Keponakan? Yang artinya, anda juga paman dari Dewangga Fedrik, bukan? Lantas kenapa masih bungkam dengan pernikahan incest ini?! Keluarga anda memang tidak bermoral! Ingat tamparan bapak hari ini!" Siska yang sudah sangat emosi dan kesakitan akibat tamparan kuat dari kepala sekolahnya pun keluar dengan air mata yang menetes deras.


Siska terus menangis hingga masuk ke dalam kelas. Guru sudah mengajar beberapa menit yang lalu pun kaget dengan kedatangan Siska.


Siska menghapus tulisan yang baru saja di tulis oleh gurunya. Dengan marah, dia merebut spidol dari tangan gurunya yang masih bengong dan keheranan.


TOLAK PERNIKAHAN INCEST!


Itulah dua kalimat yang di tulis oleh Siska dengan marahnya.


"Siska, apa maksudnya ini?" Guru agama yang terkenal sabar itu pun hanya bisa bertanya pelan-pelan pada muridnya.

__ADS_1


"Di sekolah ini, di kelas ini.... Ada yang sudah menikah!" Tatapan dari mata merah Siska tertuju pada Dewangga yang sudah meremas kuat pena yang di tangannya.


"Bahkan yang menjadi istrinya adalah wanita yang di gadang-gadang sebagai adiknya tersayang! Apa dalam agama manapun ini di benarkan?" lanjutnya masih tetap tidak mau mengalihkan tatapan matanya.


"Anak cantik, maksudnya apa? Jangan membuat rumor yang menjatuhkan, itu tidak baik." masih dengan penuh kesabaran, guru agama itu menasehati Siska yang terlihat sangat marah sekali itu.


"Dewangga Fedrik adalah orang yang saya maksud. Kalau tidak percaya, silakan tanya sendiri. Dan jangan tertipu dengan kepolosan Utari yang menjadi istrinya....."


plak


Lagi, Siska mendapat tamparan dari sosok yang dia provokasi.


"Hahaha, bahkan pak Arif pun melakukan hal yang sama. Aku jadi yakin, kalau Utari memang bukan wanita baik-baik. Setelah ketahuan berhubungan badan dengan Patra, kekasihku. Dia mengaku di perkosa hingga Patra di keluarkan. Dan dia lelaki itu juga mendukung pezina seperti Utari!"


Kata-kata yang menggebu itu tidak di pikirkan lagi oleh Siska. Baginya, Utari harus keluar juga dari sekolahan. Seperti Patra.


Nimas, dia sangat syok sekali. Duduk di samping Dewangga walau sudah berulang kali di usirnya. Membuatnya sangat malu dan tidak memiliki harga diri. Jadi inikah maksudnya Dewangga seminggu ini?

__ADS_1


"Ya, aku memang menikahi Utari. Itu semua karena Patra sudah menodai adik angkat ku. Kami tidak di besarkan dari air susu yang sama atau lahir dari rahim ibuku atau keluarga Fedrik. Tapi dia anak dari teman mama ku yang sudah meninggal. Dari sini, silakan pikirkan semua!"


__ADS_2