
Bima dan Galuh adalah pasangan suami istri muda. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun. Mereka sudah memiliki seorang putra yang tampan dan menggemaskan. Dewangga yang baru berusia satu tahun, lebih sering tinggal bersama kakek dan neneknya. Kakek nenek dari pihak ibu, maupun dari pihak ayah.
Sedangkan Galuh dan Bima, mereka seperti pasangan yang masih baru menjalin hubungan. Bisa di katakan masih terlihat seperti orang yang baru mengenal cinta.
Keduanya lebih sering berduaan, menghabiskan waktu luang mereka dengan bermesraan.
Siapa yang tidak mengenal Bima yang menjadi budak cintanya Galuh? Karena, memang hanya Galuh yang bisa mengobrak-abrik hati dan perasaan seorang Bima Fedrik.
Pewaris utama perusahaan Fedrik yang bergerak di bidang perhiasan. Perusahaan Fedrik juga banyak membawahi banyak bidang selain perhiasan. Di antaranya adalah perbankan, kontruksi dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tapi, Bima sendiri tidak pernah bekerja selayaknya orang yang memiliki banyak pekerjaan. Jika di pikirkan lagi, Bima lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berlibur, bersantai dan bermesraan bersama Galuh dan putranya.
Pekerjaan Bima, bisa di bawa kemana-mana. Di mana Bima bisa mengerjakan, di sana dia bekerja. Bahkan, saat di Austria kemarin, Bima juga masih bekerja selayaknya di negara sendiri. Dia bahkan mampu membuat satu perusahaan kecil yang bergerak di bidang pariwisata.
__ADS_1
Bima membuka satu agensi pariwisata dengan sepuluh armada. Bima juga membeli beberapa villa lain untuk di kontrakkan ke wisata asing yang berwisata. Sungguh di luar dugaan, otak bisnisnya selalu jalan di manapun berada.
Jadi, jangan salah dengan ke santaian Bima. Walau pundi-pundi rupiah sudah mengalir dari segala arah. Dia masih tetap bekerja untuk perusahaan Fedrik.
Bima selalu bisa membuat hati Galuh berbunga-bunga. Seperti baju yang di kenakan saat ini. Bima dan Galuh yang semalam mandi di kolam dingin. Mereka rupanya tidak bisa tidur hingga beberapa saat.
Sentuhan Galuh yang terus mengganggu usaha tidur Bima. Akhirnya dia hanya bisa meniduri Galuh dengan berbagai macam gaya hingga wanita cantiknya itu lelap dalam pelukannya.
Bima lelah, Bima capek, Bima benar-benar lemas setelah berolahraga tengah malam bersama Galuh. Dia bahkan sampai melewatkan sarapan, karena terlalu lelah.
Dua orang yang selalu ingin menjamah di setiap kesempatan. Tapi mereka terlalu jaim di hadapan orang jika harus saling menyentuh.
Gazebo yang dihiasi dengan kain putih, menambah keestetikan villa milik Bima ini. Galuh merasa damai, dia juga bisa melupakan kehadiran Jovan yang tiba-tiba itu.
__ADS_1
Bima yang menyadari istrinya tidak berada di sampingnya. Dia langsung bangun dan segera mencarinya.
"Galuh..." Teriak Bima yang terlihat sedikit cemas dari balik pintu kaca kamar mereka.
Pintu kaca itu awalnya tertutup kelambu gelap. Sudah pasti, Bima tidak mendapati Galuh jika tidak membuka kelambunya.
"Apa?" Tanya Galuh yang memberi isyarat pada suaminya agar datang padanya.
"Aku pikir kamu kemana." kata Bima yang berjalan secepat ia bisa ke tempat Galuh.
"Aku lapar, sayang. Kelihatannya kamu juga lelah sekali, jadi aku tidak tega membangunkanmu. Mau makan? aku suapin."
Bima tidak menjawab, tapi dia malah memeluk istrinya dengan erat. Sungguh pemandangan di luar ekspektasi. Pelayan villa melihatnya dari arah dalam kala membersihkan kaca.
__ADS_1
Satu melihat, sudah pasti dia akan memangil temannya untuk menyaksikan apa yang dia lihat. Sungguh romantis sekali pasangan muda ini.