Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Mengajari menantu


__ADS_3

Tengah malam, Galuh tengah tidur pulas. Tiba-tiba di bangunkan paksa oleh sebuah tendangan dari dalam perutnya.


"Aduh...." mendengar keluh istrinya, Bima langsung bangun memeriksanya.


"Kenapa Luh? Sakit sebelah mana?" tanya Bima panik buru-buru menyalakan lampu.


"Bim, pegang perutku." Galuh menyingkap daster tidurnya menunjukkan perut buncitnya. Membawa tangan Bima merasakan perutnya tanpa penghalang. Rasa bingung yang Bima rasakan berubah menjadi kegembiraan, setelah merasakan tendangan dari dalam perut Galuh.


"Luh, ini anak ku nendang? Ah.... ah.... anakku nendang." Kegembiraan yang di tunjukkan oleh Bima sangat natural. Ini adalah anak pertama mereka setelah sekian tahun pasrah.


Hadiah Tuhan dalam rumah tangganya kali ini sungguh indah. Bima tidak henti memegang perut Galuh dengan bangganya.


Malam semakin larut, tapi perut Galuh masih terus bergerak. Mau tidak mau dia tidak tidur karena memang tidak bisa. Bima melihat wajah mengantuk Galuh pun menjadi kasihan.


"Coba sini peluk, tidurnya." Galuh langsung berhambur tidur di pelukan sang suami. Dan Bima sebagai seorang suami siaga. Dia terus mengelus perut Galuh agar tidak begitu banyak gerak.

__ADS_1


"Anak pintar, nanti papa ajak kamu main sepak bola kalau sudah ketemu. Sekarang kasih mama kamu tidur, kasihan mama sudah ngantuk sekali, sayang." Bisik Bima.


Anaknya sangat penurut, bahkan masih di dalam kandungan, dia tidak melawan kata-kata Bima.


***


Pagi-pagi, Rosmia orang tua Bima memang selalu datang selama kehamilan Galuh. Rosmia selalu memastikan menantu tersayangnya mendapat nutrisi sejak bangun tidur.


"Mbak Yuni, tumben main ke rumah Bima. Ada apa?" tanya Rosmia yang membuka pintu setelah mendengar bel berbunyi.


"Tadi aku ke rumahmu, kata orang rumah kamu ke sini. Ini rumah Bima?" Tanya Yuni yang merupakan kakak kandung suaminya.


"Mandiri sih mandiri, dek. Tapi kalau aku perhatiin, rumah ini tidak lebih bagus dari paviliun tempat pembantuku tinggal. Kenapa, dek? Apa menantumu kurang ajar? Sampai bawa Bima yang terbiasa hidup enak itu jadi tinggal di kandang ayam ini?" kata Yuni yang matanya terus melihat ke sekitar.


"Aduh mbak Yuni ini bisa saja. Kandang ayam sultan mana yang seperti ini? Aku jadi tersanjung. Anakku bisa membeli rumah ini dengan keringatnya sendiri. Bukan dari warisan Fredrik, tapi malah lebih rendah dari pengikis kekayaan keluarga besar." senyum Rosmia tidak sekalipun hilang kala berbicara dengan kakak iparnya. Mengingat kesopanan itu di butuhkan dalam menerima tamu dari yang lebih tua.

__ADS_1


Lain halnya dengan Yuni yang sudah sangat muram. "Aduh, dek. Mulutmu kok nggak sekalipun di jaga ya? Aku mengatakan ini juga demi Bima. Kok malah nyindir anak saya."


"Bukan begitu Mbak Yuni...."


"Mama berisik sekali. Galuh masih ngantuk." Galuh yang beru bangun karena mendengar betapa berisiknya situasi di bawah.


"Waduh, anak mantu yang sangat berbakti sekali ya. Jam sepuluh baru bangun karena kebisingan. Memang orang tuamu tidak mengajari? Dasar malas! Kalau kamu jadi menantuku, sudah jelas kamu aku siram air comberan." celetuk Yuni pada Galuh.


"Maka dari itu aku tidak jadi menantumu. Orang tuaku nggak mengajari lain selain makan sama menghabiskan uang suami. Memang anakmu kuat berapa ngasih menantumu?" Jawab Galuh duduk di meja makan dan segera di layani oleh mertuanya.


"Kamu itu kok nggak sopan sekali ya. Astaga dek, menantumu itu sudah berani. Kalau menantuku sama sekali nggak berani jawab. Aku bantu kamu mengajari menantumu ini. Biar lebih menghargai mu sebagai orang tua pengganti." Yuni menyeret Galuh ke dapur untuk mencuci piring.


Keadaan tangan yang di paksa memegang piring berminyak. Akhirnya piring itu terjatuh dan menimbulkan kegaduhan. Di saat seperti itu, perut Galuh juga terasa menendang lebih keras dari sebelumnya.


"Aduh." Galuh merintih.

__ADS_1


Dari lantai dua, Bima berlari mencari asal suara pecahan piring. "Siapa yang menyuruhmu masuk dapur? Kalau mau apa-apa, kamu bisa bangunin aku."


Bima sama sekali tidak melihat Bu De nya ada di belakangnya.


__ADS_2