
"Bima!"
"Iya... iya aku di sini, kamu kenapa?" Bima berlari dari dapur dengan gelas berisi air dingin di tangannya.
Bima buru-buru meletakkan gelas di atas meja dan segera memeluk istrinya yang tiba-tiba histeris.
"Aku di sini, kamu kenapa?" Bima mengulangi kembali pertanyaannya karena belum di jawab oleh Galuh.
"Mana Vio? Di mana sundal itu? Aku bunuh sekarang juga!" Galuh sangat berapi-api saat ini.
"Mana ada Vio di sini? Ini sudah jam dua belas lebih, sayang. Apa kamu mimpi?"
"Tidak, dia bahkan memeluk kamu dari belakang. Dia mau kamu, dia mau menjadi nyonya di rumah ini. Dia mau menyingkirkan aku!"
__ADS_1
"Sstt, sayang dengarkan aku. Tidak ada yang bisa menggantikan kamu di rumah ini. Tidak Vio ataupun yang lainnya, hanya ada satu nyonya Bima. Cuma Galuh saja istri dan ibu dari anak-anakku. Kamu mimpi, sekarang minum dulu dan ayo kita kembali ke kamar."
Galuh masih tak ingin melepaskan pelukannya. Dengan terpaksa, Bima menggendong Galuh yang terlihat sangat takut kehilangan.
Bisa di maklumi sebenarnya kalau Galuh takut kehilangan Bima. Namun apa yang membuatnya sangat ketakutan begini? Padahal, bisa di katakan Bima lah yang lebih mencintai Galuh.
"Galuh, kenapa kamu takut sekali sama Vio? Dia tidak bisa di bandingkan dengan...."
"Apa kamu bisa di bandingkan dengan Jovan saat itu? Bima, dulu aku tidak mencintaimu sama sekali karena Jovan. Tapi sekarang? Aku cinta sama kamu, tapi aku juga sadar bagaimana perlakuanku dulu ke kamu. Aku takut, kamu dendam padaku dan melakukan hal yang sama sekarang."
Pikiran Galuh semakin kalut sekarang, dia tau, Bima pasti marah sekarang. Pada saat Bima menutup pintu kamar mandi, Galuh langsung lompat dan mengikutinya.
"Jangan tinggalkan aku sendiri kalau kamu tidak balas dendam." Galuh masuk paksa ke dalam kamar mandi. Pada saat itu, Bima baru melepas jasnya.
__ADS_1
"Astaga Galuh, ya sudah tungguin aku mandi. Apa kamu ikut mandi juga?" Bima tak melihat Galuh lagi, dia membuka bajunya yang sudah bau alkohol.
Galuh tak menjawab, tapi dia juga keluar dari kamar mandi. Galuh mengambil beberapa handuk yang ada di kamar mandi dan meletakkan di bathtub kering. Dia masuk dan tidur di sana sambil menunggu Bima mandi.
Galuh kembali terlelap, dia bahkan masih memakai baju yang di pakai kondangan tadi. Bajunya juga bau alkohol jadi Bima menggantinya dengan baju tidur lain.
Bima kembali menggendong istrinya ke kamar. Memang mencarikan pekerjaan Bima saja, Galuh ini. Sudah benar di tiduri di tempat tidur, eh malah ikut ke kamar mandi. Akhirnya, Bima juga yang kembali menggendongnya ke tempat tidur.
Bima memang tidak nge-gym, tapi berat badan Galuh bisa menjadi pengganti barbel. Itulah salah satu alasan kenapa tubuh Bima tetap terjaga walau waktunya dia habiskan dengan bekerja.
Galuh yang tiba-tiba histeris, masih belum di ketahui apa alasannya. Tapi yang pasti itu mimpi, dan mimpinya ada Vio di dalam.
Bima merebahkan diri walau sudah dini hari di samping Galuh. Dia tidak bekerja di kantor untuk sementara waktu. Dia juga tidak bekerja di rumah, hanya dua cafe dan warung yang di urus Bima sekarang. Pekerjaan itu bisa dia lakukan kapan saja.
__ADS_1
"Selamat tidur, Galuh."