Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Mie makanan enak saat ini


__ADS_3

Satu jam itu waktu yang lumayan lama untuk menunggu pelajaran selesai, bagi Bima. namun, waktu yang sangat singkat bagi Galuh untuk menikmati senyuman Bima yang terus mengembang hanya untuknya. Bahagia itu sederhana bagi Galuh yang memiliki segalanya.


Tapi, bahagia mereka yang sederhana itu sebuah ketidak Adilan untuk Rosaline. Cintanya pada Bima sungguh besar, bahkan dia tidak malu untuk merendahkan diri untuk menyatakan cinta.


Galuh saja yang kecentilan tidak mau melepaskan Bima untuk bahagia bersama dirinya. Benar-benar tidak adil kan?


Rosaline todak tau, betapa besar cinta Bima pada Galuh. Seberapa gigih perjuangan Bima menaklukan Galuh bisa menjadi seperti sekarang. Galuh yang manja, hangat dan terkesan posesif pada Bima.


Keindahan yang di lihat orang hanya sebuah pencapaian. Hanya Bima dan Galuh sendiri yang merasakan pasang surut hubungan mereka. Jangankan untuk mengumbar seperti sekarang, sekedar jalan bergandengan saja Galuh enggan.


"Sayaaanngg, taukah kamu kalau aku sudah bosan?" rengek Galuh membohongi suaminya yang tampak terlihat lesu.


"Maaf sayang, kamu mau ke mana?" tanya Bima.

__ADS_1


"Mau makan enak." jawab Galuh dengan nada yang sungguh menggemaskan bagi Bima namun membuat mual pada Rosaline.


Galuh dan Bima melangkah ke parkiran mengambil mobil sebelum ke warung milik suaminya. warung itu semakin lama semakin ramai. Ada banyak menu yang di tawarkan sekarang, bukan hanya minuman. Makanan dan cemilan yang lagi hits saat ini juga di sediakan di sana.


Bima melakukan inovasi ini hanya untuk menyenangkan Galuh yang suka makan makanan yang dia masak sendiri. Bima itu sangat jago masak, apalagi belakangan. Dia sengaja belajar beberapa masakan western hanya untuk menyenangkan Galuh yang lagi suka makan steak.


"Aku mau minum jeruk hangat sama makan mie goreng." kata Galuh baru masuk halaman warung.


"Katanya makan enak, kok mie goreng saja? Aku buatin spaghetti carbonara mau?" tawar Bima.


"Baiklah, tunggu di sini dulu." Bima pun menyerah dan membuatkan apa yang di inginkan istrinya.


Bima masak dengan serius di dapur warung, banyak pegawai yang memperhatikan bosnya. Sebenarnya sudah sering Bima masak untuk Galuh, tapi itu di rumah, bukan di sini.

__ADS_1


Ini adalah pengalaman pertama bagi Bima buatkan makanan untuk Galuh di warung. Ashar sebenarnya sudah sering melihatnya, tapi dia tidak bisa untuk tidak meledek.


"Lagi nyenengin istri? memang abis bikin perkara apa?"


"Biasa, ada sosis besar atau daging kemasan?" tanya Bima.


"Daging saja, kalau sosisnya masih dalam proses pengiriman." kata Ashar santai.


"Kalau sudah habis, baru proses? Pinter sekali anda membuat saya bangkrut," ujar Bima dengan senyum selayaknya teman yang menjadi bosnya.


"Jangan salahkan saya, pengiriman yang lambat. Sudah saya bilang tiap hari kiri, tapi mereka tidak ngasih. Dan kita mencoba order lebih malah tidak di respon." Ashar menjelaskan.


"Besok aku yang menangani ini. Sekarang aku lagi mau nyenengin Galuh dulu, kerjaan buat masalah. Sepertinya aku akan jarang ke sini, di kantor gak bisa di tinggal." kali ini Bima terlihat serius namun santai.

__ADS_1


"Memang kapan kamu rajin ke sini? Aku tau kok, ya sudah apa yang bisa aku bantu?" Ashar tau jika bosnya itu masih belum bisa membuat hati istrinya luluh seratus persen padanya.


tapi, itu masalah mereka. Ashar hanya bisa mengejek dan menggoda bosnya dengan candaan-candaan garing untuk menghiburnya.


__ADS_2