
Malam hari setelah reuni, Galuh merasa lelah sekali. Tapi Bima tidak kunjung kembali ke kamar, padahal hari sudah larut.
Galuh mencari Bima ke seluruh rumah dan akhirnya mendapati lelakinya di ruang kerja dan terlihat sangat lusuh.
Galuh mengerti, mungkin terjadi sesuatu yang besar di perusahaan. Tapi, dia tetep tidak boleh mengabaikan dirinya seperti ini, dong.
Galuh punya ide untuk membuat suaminya kembali memikirkan dirinya. Galuh kembali ke kamar dan berganti baju untuk menarik perhatian Bima.
Tok
Tok
Tok
"Masuk," setelah Bima mengatakan itu, Galuh pun masuk.
"Masih lama sayang?" ucap Galuh manja.
"Masssssssiih, sudah selesai kok." tadinya Bima tidak melihat ke arah Galuh. Setelah netra Bima bertemu dengan penampakan Galuh yang seperti ini. Bima langsung menutup semua pekerjaannya yang masih begitu banyak dengan mengatakan sudah selesai.
__ADS_1
"Ayo tidur kalau begitu," ajak Galuh dengan menarik baju depan Bima.
bak kerbau di cocok hidungnya, Bima menurut tanpa perlawanan. Bukan hanya itu, Bima bahkan dengan senang hati mengikuti istrinya dari belakang dengan tetap mempertahankan kesadarannya.
"Dari mana belajar menjadi rubah penggoda?" tanya Bima ketika sudah masuk ke dalam kamar.
"Duduk, aku belajar dari keadaan. Di mana suamiku lebih mencintai pekerjaan dari pada aku, istrinya yang cantik ini." Galuh duduk di pangkuan Bima yang saat ini duduk di sofa kamar.
"Maaf, tidak lagi." Bima mencium pundak Galuh yang terekspos di depan matanya dengan suara serak.
"Tidak termaafkan." kata Galuh tegas.
"Bener? Janji?"
"Bener, Janji." ulang Bima .
"Tapi ada syaratnya," Galuh menjauhkan diri dari Bima saat ini.
"Apa sayang? Aku akan memenuhi syaratnya, tapi jangan minta pisah. ok?" dalam hal semacam ini pun, Bima takut untuk di tinggalkan Galuh.
__ADS_1
"Hmm, kamu harus puaskan aku." sungguh tidak tau malu Galuh, meminta hal itu pada lelaki.
"Pengen punya dedek," rengek Galuh.
"Dengan senang hati, sayang." Bima mulai memanjakan Galuh dengan segala kemampuannya.
Galuh puas, Bima pun senang. Selain Galuh, Bima juga ingin segera menjadi seorang ayah. Baginya, Galuh memang sangat penting. Maka dari itu, permintaan Galuh untuk tetap bersama dengan dirinya harus di penuhi.
Sebucin itu memang, tapi hati tidak bisa berbohong. Cinta itu nyata, tidak ada yang bisa di lakukan Bima selain menahan cintanya untuk tetap bahagia.
Kali ini Bima ingin bersikap egois akan cintanya. Mempertahankan kebahagiaan untuk dirinya sendiri dan memanjakan dengan yang ia miliki, wanita pasti akan senang. Jika wanita hanya bisa di ikat dengan yang namanya anak.
Bima tidak keberatan untuk memberikan Galuh anak yang dilahirkan dari perutnya sendiri beberapa. Atau bahkan membuat kesebelasan bola dari anak-anak nya pun Bima siap, asal Galuh tidak keberatan.
Galuh tampak sangat kelelahan, baju tidur dari sutra transparan yang ia gunakan tadi. Kini berserakan di lantai, Bima mengambil dan memasukkan ke dalam tong sampah.
"Baju haram ini bikin deg deg ser aja. Sayang sekali sekali sentuh langsung sobek."
Benar, baju itu sudah sobek karena di tarik oleh Bima. dan lelaki itu yakin jika baju yang di kenakan Galuh tadi masih baru. Bima sangat hafal baju yang sering di gunakan istrinya.
__ADS_1
Jangankan bajunya, pakaian dalam yang sering di gunakan Galuh pun. Bima hafal.