Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Rayap


__ADS_3

Pagi ini Galuh dan Bima di bangunkan oleh tangisan Dewangga yang di rasa tidak wajar. Terlihat baby sitter Dewangga juga kesulitan menenangkan sang bayi.


"Dewangga sayang, kamu kenapa? St... St... ada Nani di sini, kamu kenapa?" baby sitter yang bernama Nani pun kesulitan.


"Dewangga kenapa, mbak?" tanya Galuh terlihat khawatir.


"Kurang tau, nyonya. Den Dewangga baru saja selesai mandi, tiba-tiba menangis begini kencang."


Galuh mencoba melihat putranya dan mengambil alihnya. Bima yang juga khawatir pun segera menelepon dokter pribadinya.


"Oh, tidak apa-apa ini karena Dewangga di gigit semut. Ini kok ada semut merah di bajunya? Sekarang gantiin saja bajunya. Sudah jangan khawatir lagi." Galuh membuka baju putranya yang di sana ada beberapa semut merah.


Galuh sedikit aneh, tapi dia tidak ingin menuduh. Bima melihat putranya sudah merah-merah pun sedikit emosi.


"Mbak, kok bisa ada semut begini? Apa kurang banyak gaji yang saya tawarkan, jadinya kamu nggak serius menjaga anakku?" ujar Bima melihat putranya kesakitan.

__ADS_1


"Maaf tuan...."


"Tidak apa-apa, mbak tidak salah. Bima, jangan gitu sayang, mungkin emang bajunya enggak sengaja ada semutnya." tutur Galuh yang tak ingin kehilangan baby sitter yang sudah membantu dirinya menjaga Dewangga.


"Tapi sayang...."


"Sudah." Galuh menggantikan baju Dewangga dengan baju yang baru di ambil dari lemari.


Tapi, Galuh kaget saat melihat ada gerombolan semut yang ada di dalam baju Dewangga.


"Bima!"


Bukan salah baby sitter, tapi salah Bima yang tidak jeli memilih perabot untuk sang putra. Lemari besar itu ternyata di serang rayap. Sedangkan semut yang ada di baju Dewangga, ternyata berasal dari sebuah bangkai cicak yang jatuh.


"Bima, kenapa jelek begini kualitasnya? Kasihan Dewangga."

__ADS_1


"Maaf, aku akan menggantinya dengan yang lebih bagus." Bima tak ingin lagi membeli barang-barang yang tidak dia sendiri yang memilih.


Perabot yang ada di kamar Dewangga memang di serahkan pada seseorang, waktu itu. Karena Bima menemani Galuh selama di rumah sakit.


Bima ingin memberikan yang terbaik, dia tidak mengira akan mendapat barang yang buruk.


Dewangga yang masih memakai handuk dan di balut dengan selimut tebal. Di bawa oleh Bima dan Galuh ke sebuah toko bayi. Galuh sibuk memilih baju-baju lucu untuk sang putra.


Tapi, dia lupa kalau putra itu adalah laki-laki. Galuh memilih beberapa baju lucu untuk anak cewek. Dia bahkan tidak satu pun memilih baju laki-laki untuk Dewangga.


Bima awalnya tidak tau apa yang di pilih istrinya. Karena dia sangat percaya pada Galuh. Tapi, setah mendengar aduan dari baby sitter nya, baru Bima menegur Galuh.


"Sayang, apa kamu lupa. Kalau, Dewangga itu cowok? Ini semua untuk anak cewek Lo, sayang. Sudah, balikin lagi." bisik Bima yang tak ingin istrinya malu.


"Aku inget kalo Dewangga itu cowok. Tapi baju-baju ini lucu, aku pengen beli." rengek Galuh yang tak ingin mengembalikan baju-baju lucu itu ke tempatnya.

__ADS_1


Melihat kesenangan Galuh, Bima pun tak bisa berbuat apa-apa selain membayar apa yang sudah di pilih istrinya. Galuh senang, setelah Bima membayar baju-baju pilihannya. Baru dia memilih beberapa setel baju untuk putranya tersayang.


Dari setiap baju yang di beli Galuh, rata-rata hampir mirip dengan baju bayi perempuan tadi yang ia pilih. Sebenarnya apa yang di inginkan Galuh? Bukankah dia yang mengatakan tunggu dulu untuk adiknya Dewangga. Tapi ini apa?


__ADS_2