Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Kenyataan kejadian gudang kosong


__ADS_3

Dewangga membuat teman dan guru terdiam. Semua memang mendengar kabar di keluarkannya Patra dari sekolah. Tapi masalah apa yang membuatnya keluar, hampir satu kelas ini bertanya-tanya.


"Kenapa kalian diam?! Apa yang di katakan Dewangga itu tidak benar! Dia hanya...."


"Apa yang di katakan Dewangga benar. Karena aku ada di sana juga saat itu. Patra bahkan menampar Utari sampai pingsan. Patra ketakutan saat dia menyadari Utari masih perawan." Salah satu teman Dewangga satu kelas yang sudah beberapa hari ini terdiam di pojokan pun angkat bicara.


"Dewa, maafkan aku. Ini semua rencana Patra untuk balas dendam padamu yang sudah mempermalukan Siska. Dia bahkan hanya sekali memasukkan dan langsung pergi karena ketakutan...."


Brak


Dewangga langsung memukul Darco, teman satu kelasnya. Selama ini, Dewangga dan Arif tidak berniat membesarkan masalah ini. Siska, wanita yang selalu membuat masalah ini adalah biang dalam peristiwa ini.


"Darco, jangan mengarang cerita!"


"Aku tidak akan melawan kamu Dewangga, inilah yang membuat kami bertiga merasa bersalah selama ini. Patra, dia bahkan lebih depresi karena masalah ini. Dia tidak menyangka, membalas dendam kali ini malah menghancurkan masa depan gadis kecil itu...."

__ADS_1


Walau sudah berlumuran darah, Darco tidak berhenti untuk mengatakan kebenaran. Rasa bersalahnya jauh lebih besar dari pada rasa takutnya saat ini.


"Diam, Darco bodoh! Kamu bisa mati di tangan Dewangga. Tolong.... Tolong Darco." Siska masih tidak mau di salahkan dengan kejadian ini. Dia bahkan masih menyimpan dendam pada Utari.


"Dewangga!!!" Arif yang di panggil datang bersama guru BK.


Arif berusaha memisahkan Dewangga dari Darco yang sudah berlumuran darah. Dewangga masih ingin terus menyerang Darco. Darahnya langsung mendidih saat mendengar kenyataan yang mulai terungkap.


Ini menyakitkan hatinya.


Walau Dewangga adalah keponakannya. Tapi perlakuannya yang main hakim sendiri ini tidak di benarkan. Dia juga berlaku adil terhadap pelaku huru hara di sekolah.


Dewangga dan Darco langsung di Giring ke ruang BK. Dewangga tidak bisa berkutik lagi, Arif terus berada di sampingnya untuk membuatnya tenang.


"Darco, aku tidak akan membuatmu di keluarkan dari sekolah. Jika...."

__ADS_1


"Permisi pak." Sebelum Arif menyelesaikan ucapannya. Ada seorang siswa yang mengetuk ruang BK.


"Cari siapa?" Tanya guru BK.


"Maaf pak, saya mau menyerahkan diri. Tapi tolong jangan keluarkan saya dari sekolah. Saya anak orang tidak mampu, saya juga... mendapat beasiswa kurang mampu. Saya lebih takut pulang dalam keadaan babak belur dari pada kehilangan beasiswa. Saya bisa bekerja part time...."


"Alfa, kamu?"


"Iya, orang tuaku bekerja di rumah Patra sebagai tukang kebun. Bagaimana saya tidak patuh padanya?"


"Ya... ya saya tau.... Pak, saya yang membuat masalah. Saya siap menerima sangsi, lepaskan mereka. Darco, saya akan menanggung semua pengobatanmu. Maaf, aku juga salah." Dewangga mencoba berbesar hati untuk memaafkan kedua teman sekelasnya.


"Terima kasih Dewa, kamu tidak perlu minta maaf. Karena kami yang salah, maafkan kami. Tolong sampaikan pada Utari kalau kami menyesal. Kami minta maaf." Darco memeluk Dewangga yang mau memaafkan dirinya.


Dewangga di skors selama dua Minggu. Beasiswanya juga di cabut oleh pihak sekolah. Dia bahkan mendapat surat peringatan untuk membawa orang tuanya datang ke sekolah.

__ADS_1


Ini wajar, karena kesalahan Dewangga memang sangat besar kali ini.


__ADS_2