
Tengah malam, Bima tidak bisa tidur. Di bawah sinar bulan purnama, Bima merenungkan nasibnya.
Dia tidak tau seberapa besar cinta gadis yang tengah tidur di sampingnya. Sebesar apa pun cintanya, apa mungkin bisa di mendapat balasan dari sang pujaan hati?
Tidak ada jawaban dari pertanyaan hatinya. Yang bisa di lakukan Bima saat ini adalah hanya memeluk wanita itu dan mengikatnya dengan kenyamanan yang dia berikan.
"Bim, kamu belum tidur?" Galuh ternyata menyadari suaminya tidak dapat menutup matanya.
"Ini baru mau tidur, sudah aku tidur." Bima membawa Galuh ke dalam dekapannya.
"Jujurlah, aku tidak merasakan mu di sampingku dari tadi." Galuh merasa gunda.
"Tidak, aku...."
"Kamu meragukan ku?" Galuh tetap merasa jika Bima masih belum bisa menerima apa yang dia katakan jika hatinya kini hanya ada suaminya.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya memikirkan akan melakukan perjalanan bisnis besok." bohong.
Bima tidak sedang dalam keadaan kacau di perusahaan. Tapi dia kacau di hatinya. Dia tidak bisa mengatakan apa yang di rasakan.
biar bagaimana pun juga, Galuh seorang yang sensitif sepengetahuan Bima. Apalagi jika membahas tentang Jovan.
sungguh, Jovan itu sudah seperti momok saja bagi Bima. Dia itu saingan cintanya terberat, meski dari segi tampang, Bima tidak kalah darinya. Apalagi dari segi kekuasaan, Jovan kalah jauh di belakang Bima.
Tapi, tentang perasaan.... Jovan lebih dulu menduduki tahta hati Galuh. Dia juga memberikan jejak yang mendalam pada istrinya yang cantik itu.
Jejak kesedihan maupun kebahagiaan, keduanya sama dalamnya bagi Galuh. Tapi, Bima adalah pemenangnya di dalam pernikahan. Karena dialah suami Galuh, bukan Jovan.
Ini adalah malam indah untuk keduanya, ciuman pun mendarat di kening Galuh. Tidak ada yang salah dengan itu, hanya tangan Galuh aja yang melewati garis tenang Bima.
"Luh," suara Bima tiba-tiba berubah serak, dan itu membuat Galuh bangga.
__ADS_1
"Hmm," kali ini tidak hanya menyentuh, tapi sedikit meraba, dengan mata yang menggoda.
"Sengaja?" Bima tidak bisa menahan lagi, segera dia ingin mencium bibir Galuh.
Tapi dengan cepat gadis itu menghindar. "Kamu mau apa sayang?" Kerlingan mata Galuh sungguh menggoda.
Bibir yang biasanya cerewet itu seketika menjadi menggoda. Bima tidak percaya jika Galuh akan melakukan cara seperti ini untuk merayu dirinya.
Dulu, dia akan dengan kuat menahan diri untuk tidak menyentuh Galuh. Tapi sekarang? Setelah dia merasakan sendiri legitnya bibir Galuh dan juga harum leher istrinya. Bima bisa langsung on hanya dengan sentuhan saja.
"Tidak bisa tahan," bisik Bima dengan perlahan mencumbu istrinya.
memberikan kelembutan dan juga kepuasan adalah kebiasaan Bima selama menyentuh Galuh. Dan Galuh sudah terbiasa dengan itu pun merasa dia seorang wanita berharga bagi Bima.
Permainan di bawah selimut berakhir setelah empat jam. Bima masih terjaga saat itu, dengan Galuh tidur di atas dadanya. Dengan senang hati dia mengabadikan itu di dalam ponselnya.
__ADS_1
ponsel itu penuh dengan gambar wanita cantik itu. Tidak ada hal lain selain wanitanya, Bima puas dengan apa yang dia dengar. Setiap erangan dan *******, Galuh hanya menyebut namanya.
Gadis itu juga tersenyum selama aktifitas tadi. Hati Bima luluh, senyumnya terus mengembang dan ingatan senyum Galuh di bawahnya pun seakan tidak bisa hilang dari otaknya.