Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Aku hanya mau kamu


__ADS_3

Bima sangat memanjakan Galuh, dimana dan kapanpun. Bima benar-benar membuat Galuh seperti seorang Putri, Ratu dan juga seorang Bidadari. Oleh sebab itu, Galuh selalu merasa nyaman dan lebih berharga saat bersama dengan Bima.


"Bima, aku minta peluk." rengek Galuh saat Bima tengah mengerjakan tugas kuliahnya.


"Sini, kamu lapar? Atau mau apa?" tanya Bima saat Galuh sudah duduk di pangkuannya.


"Mau kamu saja, di manja sama kamu, aku suka. paliiing suka." jawab Galuh mengeratkan pelukannya.


"Baiklah, aku akan semaakiiin manjain kamu. Tapi dengan satu syarat...." kata Bima menghentikan ucapannya.


"Apa itu?"


"Cium aku kalau kamu mau di manja." senyum manis Bima sudah seperti candu bagi Galuh.


Tidak berpikir panjang, Galuh menghujani Bima dengan ciuman. "Manjain aku, jangan tinggalin aku, jangan berpaling dari ku, jangan suka buat aku seperti orang bodoh. Aku mencintai kamu Bima."

__ADS_1


Badan Bima menegang, setiap kecupan memiliki kata-kata tersendiri. Ujung kalimat lah yang membuat Bima tidak bisa berkutik.


Hatinya senang, gembira dan berbunga-bunga. Galuh mengatakan Cinta padanya, dia mencintai dirinya. Bagaimana Bima bisa diam saja dan melanjutkan nugas nya?


Tanpa berpikir panjang lagi, Bima langsung menggendong Galuh ke kamar. Dia tidak peduli ada pelayan yang melihat kemesraan yang mereka lakukan.


Yang di inginkan sekarang adalah memanjakan Galuh dengan apa yang dia inginkan. Untuk saat ini, Bima tidak akan melepaskan Galuh. Dengan caranya.


"Galuh, aku mau kamu hamil lagi. Aku mau jadi ayah dari anak-anak yang kau lahir kan. Mau ya, hamil anak ku?" pertanyaan itu tidak menuntut jawaban, tapi menginginkan kesediaan.


"Galuh mau, selama itu dengan Bima. Galuh ingin," bisik Galuh.


Menikmati sisa lelah karena memadu kasih, Galuh memeluk manja Bima. Begitupun dengan Bima, dia kelelahan. Rasa kantuk tidak bisa di tahan olehnya.


"Bim, bangun dong. Aku laper," rengek Galuh memainkan bulu mata lentik milik Bima.

__ADS_1


"Hmm, kamu mau makan apa? biar aku yang masakin." memasak untuk Galuh, adalah kebahagiaan tersendiri bagi Bima.


"Mau makan yang ada saja, tapi aku minta gendong ke meja makan." masih dalam mode manja, Galuh tidak ingin melepaskan Bima.


"Ya sudah, pakai bajunya dulu. Apa kamu mau aku mandiin dulu?" Galuh menggeleng sebagai jawaban. Dia cukup malas dengan mandi, malam ini.


Yang dia inginkan sekarang hanya makan dan bermanja pada Bima. Galuh terus mengingat apa yang di katakan Rosaline kemarin.


Gadis tidak tau malu itu berani mengancam Galuh dengan kekuasaan orang tuanya. Oh tidak, Galuh sekarang tidak mau kehilangan Bima.


Lelaki itu membuat Galuh menjadi seorang tuan putri. Sebisa mungkin, dia harus membuat Bima tak kan berpaling darinya. Meski dia di tekan oleh orang lain dan memilih wanita yang lebih baik dari Galuh.


Di meja makan pun Galuh tidak mau duduk sendiri. Lagi-lagi Galuh minta pangku pada Bima yang duduk di kursinya.


"Kenapa kamu manja sekali hari ini? Katakan," sepertinya Bima sudah curiga, mau tidak mau Galuh harus mengatakan.

__ADS_1


"Jangan tinggalin aku, aku tau Rosaline jauh lebih baik dariku. Tapi, kehilanganmu adalah kehancuran ku." Galuh jujur, dia tidak akan sanggup kehilangan kasih sayang dari Bima.


Lelaki ini selalu memberikan yang terbaik untuknya, rasanya tidak ingin apa-apa lagi selain Bima.


__ADS_2