
Malam ini Tiwi kembali datang ke kos - kosanku untuk mengecek keadaanku dan sekaligus membawakan aku makanan ringan ataupun minuman. Karena ayam goreng yang tersisa tadi siang masih utuh dan memang sengaja aku sisihkan untuk makan malam ini.
*toookkkk tookkk ttookkk* suara ketukan pintu.
"Assalamualaikum" ucapan salam yang terdengar sangat jelas kalau itu suaranya Tiwi.
Aku yang sedang rebahan sedari sore tadi dan hanya mengotak - atik ponsel sangat bosan dengan kondisiku saat ini. Robi yang juga sibuk dengan tugasnya membuat percakapan antara Aku dan Robi bisa dikatakan tidak ada sama sekali hingga Tiwi datang.
"Waalaikumsalam" sautku dan Robi serentak.
"masuk aja Wi" ucapku dari dalam kamar dengan posisi pintu masih tertutup.
Tiwi datang dengan membawa 3 cup minuman boba yang aku sangat yakin kalau salah satunya adalah rasa kesukaanku yaitu vanilla.
"Untung aja Aku bawa 3 cup" ucap Tiwi perlahan masuk dengan minuman yang Dia bawa.
"Kamu beli dimana wi?" tanyaku kepada Tiwi dan perlahan mencoba bangkit dari tidurku.
"Ditempat biasa rel" balas Tiwi dengan meangkat alisnya dan Aku sudah bisa menebak dimana Dia membeli minuman itu.
Tiwi duduk tepat disebelah tempat tidurku dan memberikan satu cup boba kepada Robi.
"Bi, ini buat kamu" ucap Tiwi sembari memberikan satu cup boba kepada Robi.
"duuhh...makasi ya wi. Jadi ga enak!!" balas Robi sedikit segan menerimanya, namun tetap meraihnya karena takut nanti Tiwi tersinggung jika Dia tidak menerima pemberian Tiwi.
"sama - sama bi, santai aja kali" ucap Tiwi kemudian kembali duduk disebelahku dan memberikan satu cup boba dengan rasa vanilla kepadaku.
"ini rel minuman kesukaan kamu" ucap Tiwi dengan sedikit senyuman tipis yang membuatku ikut tersenyum.
"makasi ya wi?" ucapku meraih pemberian Tiwi dan meminumnya dengan perasaan bahagia karena Tiwi sangat tau apa saja yang aku sukai.
__ADS_1
"sama - sama rel" dengan sedikit senyuman Tiwi mengarah kepadaku dan membuat minuman yang Aku teguk semakin nikmat.
Malam itu hanya ada Aku, Tiwi dan Robi. Namun Ismad tidak ada dalam satu minggu kedepan karena memang Dia salah satu mahasiswa yang sangat aktif berorganisasi dan hampir tidak ada dikamar kos. Kalau pun ada itu hanya untuk mengambil pakaian dan kemudian Dia menghilang kembali.
Untuk sekedar info, kos - kosan yang berada disekitar area kos yang aku tempati memang cukup bebas jika ada perempuan yang berkunjung. Namun tidak boleh lewat dari jam 10 malam kecuali ada acara perkumpulan mahasiswa yang cukup ramai. Jika hanya satu atau dua pasangan saja, para anak - anak muda yang biasa nongkrong di sekitaran pos ronda tidak akan segan - segan untuk mengusir pasangan itu bahkan sampai memukuli jika adanya perlawanan.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, perutku sudah mulai terasa lapar. Tiwi yang tidak banyak bicara hanya memperhatikanku dan terkadang mencoba memegang tanganku namun sedikit merasa tidak enak karena Dia berada dikawasan kos - kosan cowok. Sikapnya yang sangat menghargai membuatku semakin bangga memilikinya,dan disetiap Aku memandanginya perasaanku menjadi begitu tenang dan damai.
"Wi, aku lapar" ucapku kepada Tiwi dengan ekspresi manja.
"Ayam goreng yang tadi siang masih ada kan?" tanya Tiwi sembari melihat kearah dimana Dia meletakkan Ayam itu.
"Tuhh.." aku menunjuk dengan sedikit memajukan mulutku ke arah Ayam goreng itu berada.
"Oh iyaa." ucap Tiwi kemudian mengambilnya dan meletakkannya kedalam piring yang sudah diisi dengan nasi.
"Bi, kamu ga makan?" ucapku menoleh ke arah Robi yang dari tadi sibuk membaca Novel. Karena Dia memang sangat hobby membaca.
"Makan apaan coba, minum boba yang dikasi Tiwi aja udah bikin perutku kenyang banget" jelas Robi dengan sedikit tersenyum.
Aku dan Tiwi makan berhadap - hadapan sembari sesekali Tiwi melihat ke arahku dan melemparkan sebuah senyuman yang membuat aku menjadi salah tingkah. Melihatnya yang lahap memakan makanan itu membuat aku semakin gemas karena pipinya yang membengkak karena penuh dengan nasi dan juga lauk. Selama kami menyantap makanan itu, tidak henti - hentinya kami saling bertatap - tatapan penuh cinta yang membuat cita rasa dari makanan itu semakin nikmat. Memang tidak salah Tuhan mengirimkan Tiwi ke bumi hanya untukku.
Karena terlalu nikmat, tidak terasa piring yang tadinya berisi penuh dengan nasi dan juga ayam, sekarang sudah licin dan yang tersisa hanya tulang - tulang ayam. Setelah selesai, Tiwi mengambilkanku air untuk mencuci tangan.
"Bentar rel, aku ambil air cuci tangan dulu" ucap Tiwi dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air.
"Iya wi" balasku singkat.
"Nih rel, dicuci dulu tangannya" Tiwi memberikan air cucian tangan ini dan perlahan mengusap tanganku yang masih kotor setelah makan tadi dengan lembut hingga membuat detak jantungku yang tadinya biasa saja namun sekarang menjadi berdebar -debar karena perlakuan yang diberikan Tiwi kepadaku.
Tindakan yang kelihatannya biasa saja, namun sangat berharga dimataku. Begitulah Tiwi, Dia mampu membuat hal - hal yang kecil menjadi sangat bermakna dihidupku. Tidak pernah bosan - bosannya Aku bersyukur telah memilikinya.
__ADS_1
"aku sayang banget sama kamu wi" ucapku dalam hati sambil menatapnya yang sibuk membersihkan tanganku.
Setelah semuanya selesai, Aku dan Tiwi kembali duduk diposisi semula hingga jam sudah menunjukkan pukul 09.30 dan Aku rasa sudah terlalu malam untuk Tiwi pulang.
"Wi , kamu mau pulang jam berapa?" tanyaku kepada Tiwi.
"Hmmmm...apa sekarang aja ya rel? Udah hampir jam 10 juga soalnya" ucap Tiwi dengan nada hampir berbisik.
"yaudah, besok kamu ada kuliah kan?" tanyaku sebelum Tiwi beranjak dari tempat duduknya.
"iya rel, cuman 1 mata kuliah kok. Itu pun jam 8 pagi" jelas Tiwi dan perlahan berdiri.
"makasi banyak ya wi udah mau nemenin aku" ucapku dengan rasa berat hati melihat Tiwi pergi dari hadapanku walaupun hanya sesaat.
"iya rel sama - sama. Kamu jangan begadang ya!!!" ucap Tiwi perlahan berjalan menuju pintu.
"siapp Wi, jangan lupa kabari kalau udah sampai kos ya" balasku.
"oke rel, aku pergi dulu ya. Bi, aku balik dulu ya" ucap Tiwi melambaikan tangannya ke arahku dan Robi kemudian pergi meninggalkan kami.
Tanpa respon dan hanya anggukan yang dapat aku suguhkan kepada Tiwi karena bathinku tidak bisa menerima untuk berpisah dengan Tiwi. Entah perasaan apa yang membuat aku tidak mampu untuk jauh - jauh darinya. Begitu terasa sangat sunyi dan cemas jika tidak ada Dia.
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Setelah cukup lama aku menunggu kabar dari Tiwi. Akhirnya Tiwi mengirim pesan kepadaku dan langsung saja aku membuka pesan tersebut.
"sayang, aku udah nyampe kos nih"
^^^"syukur deh kalau gitu. Kamu baik - baik aja dijalan kan?"^^^
"alhamdulillah baik sayang"
__ADS_1
Setelah mendapat kabar yang baik dari Tiwi, membuat perasaanku sedikit lega dan tenang. Kami chattingan hingga pukul 11 malam yang membuat kantukku sulit tertahankan hingga dalam posisi masih memegang ponsel Aku tertidur dan tidak terbangun hingga pagi hari.
Bersambung...