
"Ngapain dia kesini" bathin ku
Aku pun turun dari motor dan masuk ke dalam Rumah, di dalam Rumah aku melihat Zico yang duduk di Ruang Tamu bersama Kak Adrean
"Itu Aiko pulang, kakak Tinggal dulu ya" Ucap Kak Adrean kepada Zico yang langsung melihat ke arah ku
"Disini aja kak" Sambung ku ke Kak Adrean
"Aduh gak enak lah, masa kakak jadi nyamuk sih" Seru kak Adrean
"Maksud kakak?" Tanya Zico karna dia nggak tau kalau kak Adrean sudah tau tentang hubungan kami
"Kakak sudah tau Zico, Ya udah kakak ke kamar dulu ya" Jawab kak Adrean dengan senyuman nya dan pergi meninggalkan Aku dan Zico
Aku pun duduk berhadapan dengan Zico dan langsung memulai pembicaraan, karna aku tidak ingin berlama-lama melihat dia disini.
"Ngapain kesini?" Tanya ku
"Sayang dengerin penjelasan aku ya, yang kamu lihat itu gak seperti apa yang kamu pikirkan" Jelas Zico dan berpindah duduk ke samping ku
"Pantesan gak bisa pergi sama Aku ya, ternyata udah ada yang lain sekarang" Ucap ku dengan menahan Air mata ini yang rasanya mau jatuh
"Itu gak seperti yang kamu pikirkan sayang, Licia itu cuma teman Aku, kamu dengerin Aku ya Aku gak mau ada salah paham di antara kita" Sambung Zico dan memegang tangan ku sambil menatap ku
"Oh ternyata itu ya Licia yang kemaren, spesial banget ya dia dalam hidup kamu, sampai-sampai kamu lebih milih dia daripada Aku" Ucap ku membalas tatapan Zico dan seketika air mata ini jatuh sudah tidak bisa Aku tahan lagi
"Jangan gitu dong sayang, Aku mohon jangan nangis, Aku bukan nya milih dia sayang, kamu dengerin aku yaa, Maafin aku sayang" Ucap Zico memohon kepada ku sambil memeluk ku
"Dia siapa Zico? Dia siapa? kamu pergi aja dari sini, gak usah ganggu aku" Ucap ku dengan nada agak tinggi dan berusaha melepaskan pelukan Zico
"Sayang jangan kayak gini Aku bakal ceritain semuanya ke kamu sayang, tapi janji dulu sama Aku jangan nangis lagi, Aku gak mau melihat wanita yang aku cintai menjatuhkan Air matanya yang sangat berharga dan menangisi pria seperti Aku ini, Aku jadi seperti bersalah banget sama kamu sayang" Zico pun melepaskan pelukan nya dan mengusap Air mata yang jatuh di pipi ku
__ADS_1
Aku hanya mengangguk dan memegang tangan Zico, seketika itu juga aku luluh dengan sikap nya kepada ku, Aku berfikir dia bertanggung jawab dengan kesalahan nya.
"Licia itu mantan aku sayang, jadi kami itu memang masih berteman, tapi gak ada hubungan apa-apa lagi sayang cuma teman, kemaren dia ngajakin Aku pergi sebelum Kamu ngajakin Aku, dan Aku udah keburu janji katanya dia mau nenangin pikiran dia soalnya dia lagi ada masalah sama orang tua nya, jadi dia itu minta aku buat nemenin dia karna dia merasa aku yang akan bisa menenangkan dia sayang, Aku juga gak tega sayang sama dia, apalagi dia punya masalah sama orang tua nya kayak gitu, Mungkin Aku salah karna gak mikirin perasaan kamu, Aku minta maaf sayang" Jelas Zico dengan matanya yang berkaca-kaca seperti ingin menangis
"Kamu pernah pacaran sebelumnya, udah berapa kali?, semua mantan kamu berteman baik ya?" Tanya ku dengan menatap Zico
"Cuma Licia mantan aku sayang, itu pun dia yang minta aku jadi pacar nya, bukan Aku" Jawab Zico
"Serius?" Tanya ku semakin penasaran apakah benar yang di ucap kan Zico atau tidak
"Iya sayang, itu cuma buat dia gak malu aja atau frustasi nanti , maka nya Aku terima dia sayang, dan aku pun menganggap itu cuma main-main dan Aku gak pernah punya perasaan sedikit pun ke Licia, sebulan pacaran ku putusin dia langsung, dan Aku bilang kita berteman aja" Jelas Zico menatap ku dengan tatapan serius nya
"Kamu gak bohongin Aku kan?" Tanya ku membalas tatapan nya, dan melihat kedua manik coklat di matanya yan indah itu sepertinya dia memang jujur kepada ku
"Serius demi apapun aku gak bohong sayang" Ucap Zico meyakinkan ku sambil memegang kedua pipiku
"Hmmm, okelah aku percaya sama kamu" Seru ku
"Kamu maafin Aku kan sayang?" Tanya Zico
"Kamu serius maafin Aku ni sayang, kok jawabnya iya aja" Sambung Zico
"Iya sayang aku maafin" Ucap ku dengan senyuman di bibir ku
"Aku janji gak bakalan bikin kamu kecewa kayak gini lagi sayang" Ucap Zico sambil memeluk ku
"Udah pelukan nya ntar kak Adrean liat" Ucap ku
Zico pun melepaskan pelukan nya dan menatap ku, aku pun membalas tatapan nya, aku merasa tidak ada salah nya memaafkan Zico karna dia sudah menjelaskan semua nya kepadaku dengan sangat bertanggung jawab dengan kesalahan nya.
Tiba-Tiba mama dan papa ku masuk ke dalam Rumah tanpa mengetuk pintu, Membuat aku terkejut dan langsung mengalihkan pandangan ku dari Zico, untung saja mereka tidak melihat ku.
__ADS_1
"Ada nak Zico rupanya" Ucap Lee
"Iya om, tante" Jawab Zico
"Aku mau pulang dulu Om, Tante, Ai aku pulang dulu ya" Sambung Zico lagi
"Kok cepat banget sih pulang nya, ngapain aja tadi?" Tanya Lee
"Belajar pa" Jawab ku karna aku melihat Zico yang gak tau mau jawab apa lagi
"Belajar mana buku nya?" Tanya Lee karna memang tidak ada buku di atas meja
"Buku nya udah aku bawa ke atas pa" Jawab ku dengan sangat santai
"Kalau gitu aku pulang dulu om,tante" Ucap Zico dan bersalaman dengan orang tua ku
"Hati-Hati nak Zico" Ucap mereka berbarengan
Aku pun mengantar Zico ke depan pintu Rumah lebih tepat nya sampai ke tempat motor nya berdiri
"Kamu pintar bohong ya sayang" Ucap Zico
"Ya kamu sih ga mau jawab, takut tuh" Ledek ku
"Bukan nya takut sayang tapi gerogi kalau ketemu calon mertua, hehehe" Sambung Zico sambil tertawa
"Iya deh, hati-hati ya di jalan sayang" Ucap ku dan melambaikan tangan
Zico pun melajukam motornya dan pergi semakin jauh dari ku sampai hilang dari pandangan ku
Aku pun melangkahkan kaki ke dalam Rumah dan menuju ke kamar ku, di dalam kamar aku duduk di tepi ranjang dan berpikir
__ADS_1
"Mungkin Aku yang terlalu posesif, dan berpikiran yang gak seharus nya aku pikirin terhadap Zico" Bathin ku
Salah itu wajar kamu cuma perlu mengaku,meminta maaf, belajar, lalu berusaha menghindari kesalahan kedua..