Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Indra Iriawan


__ADS_3

"Sayang, sini deh." Bima memanggil Galuh dari kamar mandi.


"Ada apa sih? Aku ngantuk," Galuh terpaksa bangun dan masuk ke kamar mandi.


Galuh terkejut saat melihat bak mandinya terisi oleh air yang berhiaskan kelopak bunga mawar merah. Mata ngantuk Galuh seketika terbuka lebar melihat pemandangan menakjubkan itu. "Suka?"


Jelas Galuh langsung mengangguk dan memeluk suaminya. "Aku seperti seorang putri raja saja."


"Cukup jadi istriku saja kalau kamu mau mendapatkan kejutan-kejutan lain." Bima membimbing Galuh pada bak mandi penuh kelopak bunga mawar merah dan putih sebagai tulisan namanya.


"Bima, kau membuatku gila." Galuh sangat sayang saat di ajak masuk ke dalam bak mandi besar itu.


Bima perlahan membuka baju sebelum membawa wanitanya masuk ke dalam bak mandi. Selain itu, Bima juga menyemprotkan parfum mandi pada Galuh sebelum menggiringnya masuk.


Galuh seakan menikmati pemandian bunga itu, dan tak ingin untuk naik. Sementara Bima lebih memilih meninggalkan wanita itu sendiri. Bima menaburkan bunga mawar tanpa tangkai hampir di setiap sudut kamar.


Lilin-lilin kecil menambah hawa keromantisan yang di ciptakan oleh Bima. Seorang pembuat masalah, siapa sangka bisa melakukan hal seromantis ini untuk wanita terkasihnya.

__ADS_1


Galuh keluar dari kamar mandi setelah puas mandi kelopak bunga mawar. Galuh di buat terpesona oleh Bima yang kini tengah duduk di balkon tertutup nya.


Mengenakan kemeja putih yang terlihat sangat mewah dan ringan. Baju yang mempertontonkan dada gempalnya, membuat Galuh tersipu malu. "Pakai baju itu." Bima menunjuk gaun malam terbuat dari sutra berwarna merah di atas tempat tidur.


Warna merah sangat kontras dengan kulit Galuh yang putih terawat. Bima melihat wanitanya berdiri di depannya membuat jantung berdebar lebih kencang dari biasanya.


Galuh duduk di depan Bima yang sudah menyiapkan makan malam romantis untuknya. Galuh sengaja tidak memakai make up dan membiarkan rambutnga basah setelah di sisir.


"Cantik." gumam Bima.


"Aku cantik hanya untuk mu." Jawab Galuh.


Bima dan Galuh mulai memakan makan malam romantisnya. Sesekali Bima mencuri pandang pada wanita yang ada di depannya. Bima terlalu gugup untuk memulai berbicara, jujur saja Galuh lebih menggoda dari biasanya.


Galuh tak ingin menyia-nyiakan waktu dengan menghabiskan malam dengan makan malam. Bima tau maksud Galuh, tapi dia terlalu gugup untuk mengawalinya. "A... a.. aku... bw.. bawa ke dapur dulu ya..."


"Ya... jangan lama-lama." bisik Galuh sengaja menggoda Bima.

__ADS_1


Galuh dan Bima bukan pertama kali melakukan hal itu, tetapi dalam keadaan yang romantis ini.... Bima tidak bisa menahan diri untuk tidak gugup.


Bima memasuki kamar yang masih dengan penerangan temaram dari lilin-lilin kecil. Tetapi Bima jelas melihat Galuh duduk di tengah tempat tidurnya.


Susah payah Bima menelan salivahnya, melihat Galuh seperti itu. Wanitanya itu masih menggunakan baju lengkap, memang dasar sudah napsu merasuki. Tetap saja bisa berfantasi tentangnya di otak.


"Kamu lucu, kamu yang nyiapin tapi kamu sendiri yang gugup. Ini bukan yang pertama, ayolah jangan gugup begitu." Galuh menarik tangan Bima yang sudah duduk di pinggir tempat tidur.


"Tapi aku tidak pernah berpikir kalau baju tidur itu bisa membangunkan Indra Iriawan dalam sini." secara reflek Bima memegangkan tangan galuh pada pusatnya.


"Tersiksa ya?" Bima menggeleng sebelum menjatuhkan diri di ceruk leher Galuh, menikmati usapan-usapan lembut pada kepala Indra Iriawan.


Galuh menikmati apa yang sudah di berikan Bima, begitupun sebaliknya. Bima merebahkan Galuh, mencari posisi ternyaman bagi keduanya.


Usapan di bawah selimut yang menimbuklan kegaduhan. Bima maupun Galuh terpuaskan hingga pagi menjelang.


...****************...

__ADS_1


Bima memainkan bunga mawar di wajah Galuh yang tidur di sampingnya. Hari sudah sangat siang saat itu, sedangkan keduanya kasih bergumul di dalam selimut. Galuh yang enggan bangun, membuat Bima gemas sendiri.


"Mau di ulang sampai tidak bisa jalan?" Bisik Bima.


__ADS_2