Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Ke neraka!


__ADS_3

Galuh di besarkan dengan kasih sayang, dia di manjakan pula oleh suaminya. Jika tidak mengenal Galuh dari dulu, mungkin akan mengira dia gadis egois. Memaksa Bima untuk menikahinya dan dia juga masih berhubungan dengan Jovan di awal pernikahan.


Seperti Vio yang tiba-tiba muncul dengan seorang wanita yang paling di benci oleh Galuh.


Rosaline, gadis yang mencoba mencelakai Galuh dan merebut Bima darinya.


"Galuh, aku datang ke sini khusus berterima kasih dan minta maaf akan kejadian itu. Aku tau, aku salah. Tapi, orang tuaku tidak tau apa-apa, aku mohon bantulah aku. Tolong bilang sama Bima untuk melepaskan perusahaan orang tuaku. Aku janji, aku akan pergi ke luar negeri dan melanjutkan S2 di sana." Rosaline terlihat sangat menyesal.


Tapi, apa di perlukan penyesalannya sekarang? Selama ini, dia berusaha keras untuk menggoda Bima dan menjadi nyonya di rumah ini.


"Maaf, Rosaline. Urusan kantor atau pekerjaan apa pun, bukan urusanku. Kamu mintalah sendiri pada Bima." Galuh tak ingin ikut campur dengan keputusan suaminya soal pekerjaan.

__ADS_1


"Tapi Galuh, semua ini karena Bima membela kamu. Aku berjanji, oh tidak. Ini aku sudah mengundurkan diri dari universitas dan sudah di terima di universitas luar negeri. Bantulah aku, Galuh."


Hati Galuh memang terbuat dari gumpalan daging yang mudah sekali hancur. Tapi kebaikan yang dia miliki, sangat luas lebih luas dari pada samudera Pasifik.


"Tepati janjimu, aku akan membantu bicara dengan Bima. Kalau sudah tidak ada yang di omongkan lagi, pintu sebelah sana." Galuh, dia bahkan tak ingin menyia-nyiakan sedetik pun waktunya untuk seorang Rosaline.


Hatinya sudah sangat mengeras untuk gadis ini. Galuh selalu mengingat bagaimana gadis ini memfitnah dirinya dan menggoda Bima. Gadis cantik yang menjadikan dirinya sebagai bibit pelakorlah yang membuat Galuh jijik padanya.


"Baik, terima kasih." Rosaline sadar diri, dia pun segera meninggalkan kediaman Galuh dan Bima.


Biar bagaimana pun, dia adalah anak dari adik kandung ayah mertuanya. Masih keluarga Federik.

__ADS_1


"Nak Vio, makan malam di sini sekalian, ya. Sebentar lagi Bima juga pulang, kita makan malam bersama." Rosmia tak ada kata-kata lain selain menawarinya makan malam bersama.


Ya, meski dia tidak berharap remaja itu menerimanya.


"Kak Vio, kok kakak nggak nikah-nikah? Padahal, kak Bima saja sudah punya anak." Pertanyaan Mimi yang hanya seorang gadis SMP, mendapat perhatian dari ibunya.


Rosmia mengacungkan dua jempol pada putrinya yang polos itu secara diam-diam. Aduh, bagaimana bisa putrinya yang baru beranjak dewasa ini memiliki pemikiran itu? Memang anak berbakti. Pikir Rosmia.


"Aduh, Mimi. Kamu itu masih anak SMP, belum tau artinya cinta. Jadi jangan asal ngomong masalah menikah." Vio berusaha tenang dan sok bijak akan mendalami artinya pernikahan.


"Oalah kak Vio, bilang saja kalau kakak tidak laku. Nggak usah mengajari cinta deh, Kak Bima aja yang cinta kak Galuh. Lama sekali baru dapetinnya, makanya kak Bima sangat sayang kak Galuh." Merasa tertampar dengan apa yang di katakan Mimi adik Bima ini, Vio langsung berdiri dan meninggalkan rumah.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Bima yang berpapasan dengan Vio di depan rumah.


"Keneraka!"


__ADS_2