Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Foto


__ADS_3

*Tinooong* suara pesan masuk pada ponselku.


"Duuhhh... Siapa sih pagi - pagi gini? Orang masih ngantuk juga" gumamku kesal sembari meraih ponsel yang masih tertancap sejak tadi malam pada charger dengan tubuh yang masih separuh sadar.


Perlahan Aku mencoba membuka pola yang ada pada ponselku, karena masih belum sepenuhnya sadar. Pola yang Aku coba selalu gagal hingga tertulis "Coba setelah 30 detik". Tentu hal itu yang membuat semakin kesal.


Setelah Aku mencoba menunggu selama 30 detik dan kondisiku pada saat ini sudah sepenuhnya sadar. Aku mencoba kembali membuka pola pada ponselku dan akhirnya berhasil. Ternyata pada pagi itu Aku menerima pesan dari Tika. Tentu otakku bertanya - tanya, karena sudah beberapa bulan Aku tidak pernah sekalipun berkomunikasi dengannya setelah kejadian itu.


"Bang" pesan yang dikirim Tika dan Aku masih berpikir apakah pesan ini harusku balas atau di abaikan saja. Karena Aku sudah berjanji kepada Tiwi untuk tidak lagi berhubungan dengannya.


Dengan penuh pertimbangan, akhirnya Aku mengabaikan pesan dari Tika dan mencoba kembali untuk tidur. Kebetulan pada hari ini merupakan hari Minggu yang mana Aku bisa beristrahat dengan nyaman. Selang beberapa menit Aku mencoba untuk tertidur, namum kembali Tika mengirimku pesan.


"Bang, kok dibaca doang?" tanyanya dengan emoticon sedih yang membuat Aku bertanya - tanya.


"Ini anak mau ngapain ya?" ucapku dalam hati.


Karena penasaran , Aku membalasnya dengan berat hati.


"Iya ka" balasku singkat.


Dengan sigap Tika langsung membalas pesanku tidak sampai 20 detik setelah Aku membalas pesannya.


"Bang, Aku minta maaf atas kekhilafan yang sudah Aku lakuin waktu di sekre itu" balas Tika.


"Maksud kamu ka?" Aku merasa bingung karena pada waktu itu perasaanku mengatakan kalau Dia melakukan hal itu secara tidak sadar.


"Sebenarnya waktu itu Aku melakukannya karena memang Aku sangat ingin dan sulit untuk menahannya" jelas Tika hingga membuatku tidak percaya dan kenapa baru sekarang Tika mengatakannya.


"Terus sekarang mau kamu apa?" balasku to the point.


"Aku mau lagi bang" membaca pesan Tika yang seperti itu, tentunya membuat Aku menjadi panik dan tidak tau harus berkata apa.

__ADS_1


Cukup lama Aku tidak membalas pesannya, pikiranku tidak karuan. Kenapa ada wanita yang sejatinya harus menjaga kehormatan, justru ingin melakukan hal tidak senonoh itu denganku yang pada dasarnya sudah memiliki pasangan. Pikiranku terus berperang hingga Tika mengirim pesan kembali.


"Kok diam bang? Aku serius kok, sekali ini aja. Setelah itu Aku gak bakalan minta lagi." Tika mengirim pesan kembali karena Aku tidak membalas pesan yang sebelumnya.


"Gak Tika, Abang memang laki - laki normal yang pasti menginginkan hal seperti itu. Tapi, abang sebagai laki - laki yang sudah memiliki pasangan tentunya tidak ingin membuat pasangan abang kecewa untuk kedua kalinya. Maaf kalau untuk itu abang gak bisa memenuhinya" balasku panjang lebar dengan pikiranku tertuju pada Tiwi.


"Pliss bang, Aku mohon untuk kali ini aja" Tika terlihat sangat menginginkannya namun hatiku terus menolak.


"Gak Tika" balasku singkat karena sudah cukup jelas semua penjelasan yang sudah Aku katakan tadi.


Cukup lama Tika tidak membalas pesan terakhirku yang membuatku yakin kalau Tika sudah menyerah karena Aku menolaknya secara terus menerus. Namun hal tidak terduga terjadi. 5 menit kemudian Tika kembali mengirimku sebuah pesan, namun hanya sebuah foto yang mambuat mataku membulat terbelalak. Bagaimana tidak, foto yang tidak pernah Aku terima dari seorang perempuan baik itu dari pasanganku sendiri. Tentunya membuatku terkejut.


"Foto" Tika mengirimnya kepadaku.


"Astagfirullah Tika, kamu ngirim apa ini?" balasku kaget melihat foto yang tidak pantas itu.


"Gede gak bang?" balasnya yang sepertinya ingin menggodaku.


"Udah - udah ka, kamu jangan ngelakuin hal bodoh seperti ini lagi. CUKUP" balasku marah karena Tika sudah kelewat batas.


"Kamu mau abang blokir ya ka?" Aku mengancam.


"Enggak bang, Aku gak bakalan mengirimnya lagi kok" balasnya terlihat santai atas apa yang sudah dia kirim itu.


"Yaudah, kamu jangan melakukan hal ini lagi. Kalau kamu ulangi abang gak akan segan - segan untuk menyebarkannya di grup angkatan" Ancamku kembali bertujuan membuatnya jera.


"Iya deh bang, terus kalau Aku lagi pengen gimana?" tanya Tika masih pada gairahnya yang tidak terpenuhi.


"Kan kamu bisa sewa om - om" balasku singkat kemudian mematikan ponselku dan meletakkan di atas lantai karena Aku sudah capek melihat kelakuan Tika yang membuat Aku tidak habis pikir.


Setelah Aku meletakkan ponselku di atas lantai dan mematikan nada dering agar pikiranku bisa berpaling dari pesan - pesan yang dikirim oleh Tika. Aku membaringkan tubuhku kembali dan menatap langit - langit kamar kos sambil berpikir "kenapa ada wanita seperti itu di hidupku? orang yang Aku pikir wanita baik - baik namun ternyata sangat mengerikan" ucapku dalam hati hingga terbayang - bayang foto yang dikirim oleh Tika tadi. Secara Aku merupakan laki - laki normal yang juga memiliki hawa nafsu. Namun karena keberadaan Tiwi membuatku bisa menahannya sebab Tiwi merupakan wanita yang sangat Aku cintai dan Aku tidak ingin mengecewakannya.

__ADS_1


Sekitar 30 menit Aku tidak membalas pesan Tika dan kembali Aku mencoba melihat apakah Dia masih saja mengirimkanku pesan - pesan aneh. Terlihat hanya ada 3 pesan masuk, namun 1 pesan berasal dari Tiwi.


"Selamat pagi sayangku" Tiwi mengirimku ucapan yang rutin Dia lakukan setiap pagi.


"Selamat pagi juga sayangku" Aku membalasnya dengan sigap tanpa menghiraukan pesan dari Tika yang hanya membuat otakku menjadi kacau.


"Rel , mau gak nemenin Aku ke Toko Buku hari ini. Aku mau beli novel yang kemarin Aku bilang sama Kamu" balas Tiwi mengajakku.


"Boleh wi, jam berapa?" balasku semangat karena akan bertemu dengan Tiwi.


"Jam 11 aja gimana?" balasnya dengan cepat.


"Oke wi, Aku beres - beres dulu ya" balasku kemudian bangkit dari tempat tidurku. Walaupun sebenarnya Aku masih merasa mengantuk, namun jika berhubungan dengan Tiwi membuatku menjadi bersemangat.


"Oke sayang" balasnya mengakhiri percakapan via Whatsapp Itu.


Segera Aku membereskan tempat tidurku, melipat selimut dan melipat kasurku kemudian mulai menyapu kamar hingga bersih. Tanpa di sadari waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 dan Aku bergegas menuju ke kamar mandi.


Tubuhku terasa sangat segar setelah mandi di tambah lagi Tiwi mengajakku untuk bertemu, tentunya itu merupakan alasan terbesar kenapa Aku bisa sesemangat ini. Langsung saja Aku mengenakan pakaian terbaikku agar terlihat lebih menarik di hadapan Tiwi. Tidak lupa pula Aku menggunakan parfum yang cukup banyak agar Tiwi selalu menempel ditubuhku di saat mengendarai motor. Setelah dirasa semua persiapan sudah Aku lakukan, ponselku berdering.


*Tinoongg* suara pesan masuk.


"Rel, kamu udah siap?" Tiwi mengirim pesan lebih awal dari yang Aku perkirakan.


"Udah sih wi, memangnya kita mau berangkat sekarang?" balasku heran karena waktu masih menunjukkan pukul 10.40.


"Kalau kamu udah siap, kita berangkat sekarang aja" balas Tiwi dan Aku segera bersiap - siap sembari mencari kunci motor.


"Oke deh wi, kamu tunggu di depan ya. Aku jalan kesana" balasku dengan sigap dengan kunci motor yang sudah di tanganku.


"Siap sayang" balas Tiwi yang membuatku menjadi lebih bersemangat.

__ADS_1


Segera Aku keluar dari kamar dan mengunci pintu. Dengan penuh kebahagiaan Aku menghidupkan motor yang sudah Aku cuci bersih kemarin dan terlihat sangat tampan walaupun motorku merupakan keluaran tahun 2010. Tidak lupa Aku menggunakan helm dan langsung berangkat menuju kosannya Tiwi.


Bersambung...


__ADS_2