Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Sisa semalam


__ADS_3

Sepulangnya Galuh dari rumah Raya, dia masih belum melihat mobil Bima terparkir di garasi. Khawatir? itu sudah pasti. Tapi mengingat kembali akan kemurkaan lelaki itu semalam, cukup membuat Galuh takut.


Marahnya orang sabar dan penyayang itu memang menakutkan. Jadi kalau bisa jangan pernah menyinggung orang yang terlihat stabil.


Galuh merasa di luar sangat panas, berjalan masuk ke dapur, ibu hamil itu mencari-cari makanan dingin. Galuh melihat ada satu mangkuk besar jambu air.


Galuh teringat kembali pertengkaran kemarin, gara-gara jambu air ini Bima mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hatinya. Dengan perasaan penuh dengan rasa benci, Galuh membuang jambu air itu ke dalam bak sampah sambil mengomel.


"Gara-gara kamu Bima marah sama aku! Mungkin dengan menyimpan semua rasa kepingin ku, itu lebih baik." Galuh masuk ke dalam kamar tamu lagi.


Bima melihat itu merasa kasihan, tapi emosinya semalam memang benar-benar tak bisa di kendalikan. Bima mengikuti Galuh ke kamar tamu, dia ingin meminta maaf atas apa yang ia lakukan semalam.


"Bima! Kapan kamu pulang? Kamu lapar?" Tanya Galuh penuh ke khawatiran.


"Aku tidak ingin makan. Aku mau minta maaf sama kamu, ayo kita ke rumah sakit." ajak Bima.


"Untuk apa? aku tidak merasa sakit. Sudahlah, aku akan menyiapkan makanan untukmu. Tapi aku minta tolong sama pelayan, kau tau aku tidak bisa masak." Galuh mengatakan semua itu selayaknya tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Bima memeluk Galuh dan menitihkan air mata. Galuh merasa sangat menyesal akan hal ini, sungguh dia merasa bukan suami yang baik untuk istrinya.


"Aku akan masak untuk kamu. Kamu mau makan apa?" Bima membelai rambut Galuh setelah melepas pelukannya.

__ADS_1


"Aku mengantuk."


"Aku akan menemanimu tidur." Bima mengekor Galuh menuju tempat tidur di kamar tamu.


Malam telah menyambut, Bima belum bangun juga. Sedangkan Galuh kini sudah makan buah potong menikmati sereal drama. Pada saat Galuh ingin ke kamar mandi, dia melihat ada pesan masuk di layar ponsel Bima.


Sebelumnya Bima tidak pernah mengunci ponselnya, tapi sekarang? Galuh ingin tau, tapi dia tidak tau apa pasword untuk membuka kunci. Galuh ingin membangunkan Bima, tapi ia takut.


di lirik lagi dari siapa pesan itu, satu nama yang tidaj ingin dia lihat telah tertera di layar. Rosaline: Untuk yang semalam, terima kasih. Satu pesan membuat hati Galuh tak tahan lagi.


Dia ingin sekali marah saat itu, menjambak, memukul, bahkan mengomel. Tetapi semua itu ia urungkan, karena merasa dirinya telah mengawali penghianatan. Ya meski dia tidak menghianati pernikahannya, tapi Bima sudah menganggapnya begitu setelah bertrmu Jovan.


Galuh masuk ke dalam kamar mandi, dia menenangkan diri di dalam air dingin. Sejam, dua jam Galuh tak kunjung bangun dari dalam bak mandinya. Mungkin ini terlalu memberati hatinya.


Bima sama sekali tidak pernah berpikir, jika Galuh akan melihat pesan ini. Bima: Ya sama-sama, apa aku melakukan hal yang merugikan mu? Maaf aku terlalu mabuk semalam.


Bima datang ke klub malam untuk menenangkan diri. Tidak sengaja melihat Rosaline di ganggu oleh beberapa orang di sana. Sebagai orang yang mengenalnya, Bima merasa kasihan dan menolongnya.


Bima menjaganya, itu niat awalnya. Tetapi kenyataan yang ada, Bima lah yang di jaga oleh Rosaline. Lelaki itu terlalu banyak minum dan tidak sadar.


Rosaline membawanya pulang ke apartemen nya, dia memanfaatkan keadaan. Sedikit membuka baju Bima dengan alasan kena muntahan, Rosaline mengambil beberapa gambar Bima di atas tubuhnya.

__ADS_1


Rosaline: Sudahlah jika kau tidak ingat. Aku akan mengirim beberapa gambar padamu.


Bima tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Dia terlalu takut Galuh mengetahuinya, terlebih jika Rosaline juga hamil karenanya nanti.


Bima kembali pergi sehingga dia tidak menyadari jika Galuh sudah terlalu lama di dalam air dingin.


Pelayan rumah tangga menunggu majikannya pulang, wanita yang sudah di pekerjakan Bima ternyata bukan orang jahat. Dia melayani keluarga Bima dengan sepenuh hati.


"Tuan, di mana Nyonya?" tanya pelayan itu sedikit khawatir.


"Dia tidak pergi dengan ku. Apa kau sudah memeriksa di runah Raya?" tanya Bima mulai gelap mata.


"Sudah, tapi tidak di sana. Aku juga sudah mengecek ke seluruh rumah. Tetapi saya tidak berani memeriksa ke dalam kamar Tuan dan Nyonya. "


"Kenapa tidak berani? kalau terjadi apa-apa di kamar kami gimana?" Bima mulai geram.


Bima melupakan kamar di mana terakhir dia tiduri dengan Galuh. Bima langsung masuk ke dalam kamar utama di lantai dua.


Tidak ada, dan di dalam kamar mandi juga tidak ada. Saat itu sudah hampir tengah malam ketika Bima masuk ke dalam kamar tamu.


Bima menyadari jika Galuh tinggal di sini sebelumnya. Masuk ke dalam kamar mandi dan mendapati gadis itu sudah membiru.

__ADS_1


"Galuh... Galuh...." Bima langsung mengangkatnya dan membawanya ke rumah sakit.


Hati Bima tidak tenang dengan apa yang sudah terjadi di dalam rumahnya.


__ADS_2