Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
KEMBALI BERLAYAR


__ADS_3

Hari ini Almira diijinkan Dokter untuk pulang, Tika dan Saka sangat senang mendengar ijin kepulangan Almira.


Setelah Saka mengurus administrasi Saka dan Tika membawa Almira pulang.


Sesampainya dirumah mama Saka sama sekali tidak mau melihat cucunya. sampai saat ini Mama Saka masih belum mengakui Almira sebagai cucunya. keputusan Bu Risma mamanya Saka membiarkan Almira tinggal di situ buakan karena sudah bisa menerima keberadaan Almira sebagai cucunya tapi bu Risma berharap dengan dekanya Tika dan Saka kembali mereka bisa memikirkan kembali keputusan mereka untuk bercerai.


Tentu saja bu Risma tidak mengharapkan perceraian itu, karena Bu Risma sangatlah menyayangi Tika sebagai menantu. dimata bu Risma, Tika adalah menantu ideal buat Saka.


"Ma.. lihat Almira begitu cantik ya mirip banget dengan Saka" ucap Tika


"Coba saja kalau kamu yang melahirkan anak Saka pasti cantik, kalau selain kamu.. mama tidak yakin" ucap Bu Risma sinis


"Tika, bisa minta tolong bawa Almira kekamar" ucao Saka


Tika menurut dan membawa Almira kekamar


"Ma, tolong jangan seperti itu terus. Almira itu anak Saka cucu mama. tolong Terima Almira" ucap Saka


"Sudahlah jangan mengharapkan lebih dari mama. selamanya mama tidak akan mengakui dia sebagai cucu mama" ucap bu Risma pergi kekamar nya


Dikamar bu Risma merasa kesal dengan sikap Saka yang sekarang sementara diruang tamu Saka memijit pelipisnya, kepalanya terasa penat memikirkan Mama nya yang belum bisa menerima Almira. memikirkan biaya perawatan rumah sakit Nur yang begitu mahal dan sedangkan uang tabungan Saka dan hasil penjualan mobil sudah semakin menipis.


"Kenapa mas? mama masih belum mau menerima Almira ya?" tanya Tika


"Almira mana?" tanya Saka melihat Tika menghampiri dirinya sendiri


"Almira sudah tertidur mas" jawab Tika


"Iya, mama belum mau menerima Almira dan.. dan.. " ucap Saka terputus


"Dan apa mas" Tika penasaran


"Sebenarnya tabungan dan uang hasil penjualan mobil mas sudah menipis. sedangkan mas tidak akan dapat uang kalau tidak berlayar" ucaoy Saka


"Lalu apa yang jadi masalahnya? kenapa tidak berangkat berlayar saja?" Tika menatap Saka


"Bagaimana mungkin aku berlayar, bagaimana dengan Almira?"

__ADS_1


"Mas tidak percaya dengan Tika?"


"Maksud kamu apa tanya seperti itu? tentu saja mas sangat mempercayaimu" Saka memegang tangan Tika


"Kalau mas mempercayai Tika, seharusnya mas tidak perlu cemas. Tika akan menjaga Almira" Tika senyum


"Apa kamu yakin? kamu mau menguras Almira sendiri? apa kamu tidak akan kerepotan?" tanya Saka


"Kalau mas percayakan anak mas sama Tika, InsyaAlloh Tika akan menjaga Almira dengan baik dan Tika tidak merasa keberatan sama sekali. justru Tika senang bisa membantu mas Saka dan mbak Nur"


"Tika, jujur aku tidak tau harus berkata apa sama kamu, lagi-lagi aku hanya bisa mengucapkan terimakasih. terimakasih kamu sudah mau berkorban demi aku" ucap Saka


"Mas, tidak usah berterimakasih. cukup menjadi ayah yang baik buat Almira dan baiklah sama mbak Nur"


"Tika, kamu benar-benar wanita yang istimewa. aku mencintaimu Tika" ucap Saka mendekat dan semakin mendekat


Cup..


Saka mencium Tika dan menggendongnya kekamar.


Melampiaskan rindu yang sudah dipendem nya selama berhari-hari. sebagai seorang istri tentu saja Tika tidak bisa menolak keinginan Saka.


***


Dirumah sakit jiwa


Saka datang menemui Nur


"Nur, ini aku Saka. sekarang Almira sudah keluar dari rumah sakit. dan sekarang Almira ada dirumahku. Nur apa kamu tidak ingin merawat Almira kembali? apa kamu tidak merindukan Almira? sekarang Almira sudah semakin pintar, dan aku yakin Almira akan lebih bahagia jika kamu mamanya sendiri yang merawatnya." ucap Saka tapi lagi-lagi Nur hanya diam tidak merespon.


"Nur mau sampai kapan kamu seperti ini? aku mohon Nur, sadarlah Nur, sadar Nur. jangan seperti ini. kamu mau aku kan? aku sudah disini" ucap Saka meninggikan suara


"Astaghfirullah.. " Saka mengusap wajahnya dengan kedua tangannya


"Maafkan aku ya Nur, maafkan aku!" ucap Saka memegang tangan Nur


"Nur, mungkin untuk beberapa waktu ini, aku tidak akan bisa menemui kamu dulu, besok aku akan kembali berlayar. maafkan aku ya Nur. nanti setelah aku pulang berlayar aku akan menjenguk kamu lagi, tapi aku berharap waktu aku pulang nanti kamu sudah kembali sehat" ucap Saka

__ADS_1


Setelah Saka berpamitan dengan Nur kini Saka menemui menemui Ane dirumah nya


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" ucap Ane yang sedang bermain dengan Amar.


"Saka" Ane kagat melihat Saka berada dirumahnya


"Ane, bisa kita bicara sebentar? ada yang ingin aku bicarakan" ucap Saka


"Bisa, silakan masuk" ucap Ane dan mempersilahkan Saka duduk


"Ane, aku kesini untuk minta tolong sama kamu dan Nia. sebenarnya aku ingin minta tolong secara langsung sama Nia tapi aku tidak enak dan takut terjadi kesalah pahaman" ucap Saka


"Mau minta tolong apa Ka?"


"Begini Ne, besok aku berangkat berlayar, sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Almira dan Nur sendiri tapi jika aku tidak berlayar aku juga tidak akan bisa membiayai perawatan rumah sakit Nur. sedangkan kamu tau tante Elsa sama sekali tidak mau melihat Nur lagi. kalau boleh aku mau minta tolong, aku titipkan Nur sama kamu dan Nia. sesekali tolong jenguk Nur biar tidak kesepian."ucap Saka


"Kamu tidak usah khawatir, aku dan Nia akan usahakan sering-sering menjenguk Nur ke rumah sakit. tapi kalau kamu berlayar siapa yang menjaga Almira?" tanya Ane


"Almira dijaga sama Tika" jawab Saka


"Tika? apa tidak apa-apa? Almira sama Tika? ucap Ane ragu


"InsyaAlloh tidak apa-apa Ne, Tika sangat menyayangi Almira. dia akan menjaga Almira dengan baik. kamu tidak perlu khawatir masalah Almira."


"Syukurlah kalau seperti itu, walaupun jujur sebenarnya aku juga kasian sama Tika."


"Ini semua karena dosaku, sekarang banyak orang yang menanggung akibat ulah dari dosa


-dosa yang aku lakukan"sesal Saka


"Alloh maha pengampun, semoga dengan bertaubat nya kamu, Alloh Akan memberikan jalan terbaik untuk kalian. setidaknya sekarang aku sedikit lega melihat niat baik kamu untuk menebus semua dosa-dosa kamu. terutama pada Nur dan Almira." ucap Ane.


"oya berapa lama kamu akan pergi berlayar?"


"Satu tahun, aku sudah tanda tangan kontrak selama satu tahun" ucap Saka

__ADS_1


"Lama juga ya, semoga saja saat kamu kembali Nur sudah sehat dan bisa mengingat kita semua" ucap Ane


"Amin. terimakasih Ane, kalau begitu aku pulang dulu ya. maaf jika aku sudah merepotkan kalian" ucap Saka pamit


__ADS_2