Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
KESERIUSAN ALAN


__ADS_3

Tok..tok..


"Masuk"


"Ndan nanti ke Surabaya berangkat jam berapa?" tanya Alan


"Jam tiga kita berangkat dari sini" jawab Arif


"Oo baik, saya ijin mau mempersiapkan keperluan saya ndan" ucap Alan


"Ya sudah, kamu pulang dulu saja mempersiapkan keperluan kamu nanti jam tiga sudah harus sampai mako." ucap Arif


"Siap komandan" ucap Alan pamit diri segera bergegas pulang namun sebelum pulang dirinya menyempatkan diri manpir ke rumah sakit tempat Nia bekerja


Alan mengambil hapenya dan segera mencari nomer Nia, dipencetnya tombol panggil


Nia yang kebetulan lagi tidak menangani pasien segera menjawab panggilan telphon dari Alan.


"Assalamualikum" Nia mengucap salam


"Walaikumsalam"jawab Alan


"Lagi sibuk tidak?" tanya Alan lagi


"Tidak sih Lan, giman" jawab Nia


"Bisa keluar sebentar aku ada diparkiran" ucap Alan


"Sekarang maksudnya?" tanya Nia


"Iya sekarang. ini aku sudah diparkiran" ucap Alan


"Okay aku keluar, tunggu sebentar ya" jawab Nia segera mematikan sabungan telphonnya dan bergegas ke parkiran.


Beberapa hari tidak ketemu Nia, Alan dibuat terpesona ketika melihat Nia dari kejauhan berjalan mendekat dan kini penampilannya berubah. Nia tampak anggun dengan seragam putih dan jilbab warna birunya.


"Ada apa Lan" tanya Nia menghampiri Alan yang masih duduk diatas motornya


"Beberapa hari gak lihat kamu, udah banyak perubahan aja" ucap Alan senyum


"Perubahan? perubahan apa?" Nia mengerutkan dahinya


"Sekarang tambah cantik dengan jilbabnya" Alan merasa senang dengan perubahan Nia


"Ah, ini" Nia gugup memegang jilbabnya mendapat pujian dari Alan


"Iya, kamu tampak cantik dengan jilbab yang menutup aurotmu sebagi seorang wanita"

__ADS_1


"Eh, ada apa? tiba - tiba kesini?" tanya Nia yang bertanya - tanya tidak biasanya Alan datang ketempatnya bekerja


"Sebenarnya mau ngajak kamu makan siang" jawab Alan


"Kalau keluar rumah sakit aku gak bisa, tapi kalau kamu mau makan dikantin rumah sakit aku bisa" jawab Nia


"Ya sudah kita makan dikantin sini saja" Ucap Alan bersemangat melepas helmnya dan segera turun dari motornya.


Sesampai kantin, banyak mata yang melihat ke arah Alan dan Nia. karena Alan memang cukup tampan dan membuat kaum hawa serasa ingin menatapnya dengan rasa kagum.


"Ehem..Nia siapa itu? kenalin kita dong!" goda rekan Nia dan Nia pun tersenyum


"Wah sepertinya kamu cukup dikagumi banyak kaum hawa disini Lan" ucap Nia senyum


"Resiko jadi orang ganteng ya gini" canda Alan dan keduanya tertawa


"Mau makan apa? biar aku pesanin?" ucap Nia yang sudah duduk berhadapan dengan Alan dimeja kantin.


Setelah melihat daftar menu Alan melilih soto ayam untuk dijadikan santapan makan siangnya


"Bu, soto ayam dua, es teh dua ya" pesan Nia pada ibu kantin yang sudah akrab dengan Nia


"Iya mbak Nia" jawab ibu kantin


Sambil menunggu pesanan datang mereka sesekali ngobrol santai diselingi tawa namun pandangan Alan tak lepas dari Nia.


Memang Nia ini orang apa adanya tanpa basa - basi sama Alan.


"Iya tapi memang benar setelah memakai hijab kayaknya aura kecantikan kamu semakin terpancar" ucap Alan yang seakan enggan untuk melepaskan pandangannya dari Nia


"Semua perempuan itu pada dasarnya cantik Lan, hanya saja terkadang banyak yang merasa kurang percaya diri saja" ucap Nia


"Ini pesanannya mbak Nia" ucap Ibu kantin meletakan soto dan es teh pesanan Nia


Keduanya pun segera menyantap soto ayam yang masih panas didepan mereka.


"Kamu masih sama pacar kamu kemarin itu?" tanya Alan sambil menyendok soto ke mulutnya.


"Ah, Saka maksud kamu?" tanya Nia santai


"Iya, siapa lah itu namanya, kamu masih pacaran sama dia?" Alan kembali tanya kali ini kenatap mata Nia


"Entahlah" Nia mengangkat kedua bahunya


"Entahlah gimana maksud kamu?" Alan mengerutkan dahinya


"Aku sendiri juga tidak faham, dari kejadian kita ribut tempo hari itu. dia sama sekali tidak pernah menghubungi aku. jadi aku sendiri bingung sebenrnya aku ini masih punya pacar apa tidak?" ucap Nia seakan tidak perduli dan melanjutkan menyendok soto didepannya.

__ADS_1


"Seandainya ni, ini seandainya ya. aku mau serius sama kamu gimana?" tanya Alan sedikit gugup dan takut kali ini tak berani memandang Nia


"Wkwkw..Ayo aja" jawab Nia sambil ketawa


"Kok malah ketawa gitu, kamu pikir aku bercanda ya?" ucap Alan melihat ekspresi Nia


"No, bukan gitu. aku serius kok, cuma lucu aja melihat kaku salting(salah tingkah) gitu" Nia yang memang selalu apa adanya


"Kamu itu bisa gak sih serius dikit gitu" ucap Alan gemas


"Iya, iya. aku serius kok, kalau kamu mau serius kan? ayo aja. tapi datang kerumah temui ayahku. aku gak mau digantung - gantung lagi" ucap Nia


"Ini kamu serius?" tanya Alan


"Ya serius lah" jawab Nia santai kembali memasukan sendok ke mulutnya.


"Lalu Saka?" tanya Alan ragu


"Ada apa dengan Saka? kenapa harus mikirin sesuatu yang tidak perlu dipikir?" jawab Nia santai


"Tapi kan kalian pacaran? gini aja. Siang Ini aku ada tugas ke Surabaya. sepulang aku dari Surabaya jika kamu sudah bisa memastikan putus dari Saka, aku akan datang kerumah menemui Ayahmu" ucap Alan


"Uhuk..uhuk.." Nia batuk keselak dan segera meraih es tehnya.


"Kamu ini serius?" Nia membulatkan matanya kaget dan belum percaya dengan apa yang dikatakan Alan


"Ya serius lah, kamu pikir aku bercanda mau


meminang anak orang" ucap Alan menatap Nia


"Wah, serius ya? aku pikir kamu bercanda" ucap Nia masih tertegun


"Gimana mau gak aku jadiin istri" ucap Alan


"Kamu ini ya, mau melamar anak orang perasaan gak ada romantis - romantisnya. biasanya kalau aku nonton drakor itu, kalau si cowok mau melamar nanti akan ada bunga - bunganya, terus lilin - lilin ada musik - musik romantisnya gitu. lha kamu? mau melamar anak orang asal bilang gitu aja dikantin rumah sakit pula" gerutu Nia


"Yang penting itu laki - laki yang bertanggung jawab dan serius. pilih mana laki - laki gak romantis tapi tanggungjawab dan janji setia akan berusaha membahagiakan kamu. atau laki - laki romantis tapi gak bisa dipegang omongannya dan gak setia" ucap Alan


"Bener - bener, masuk akal. tentu saja aku pilih yang gak romantis tapi setia dan tanggung jawab" jawab Nia


"Jadi gimana?" tanya Alan kembali


"Giman apanya?" jawab Nia melongo melihat Alan


"Gimana keputusan kamu, soal Saka? kamu bisa gak memberi Saka keputusan yang pasti. kalau kamu bisa memberi Saka keputusan. begitu aku pulang dari dinasku, aku datangi Ayahmu"ucap Alan serius


"Okay, aku akan memberitahu Saka kalau hubungan kami berakhir." jawab Nia

__ADS_1


Mohon dukungan dari teman - teman dengan cara Like, Coment dan Vote jika ada ya.dukungan kalian sangat berarti bagi Author. terimakasih.


__ADS_2