Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
BERSYUKUR


__ADS_3

"Norma kita memang pernah punya cerita, tapi sekarang aku akan memulai cerita baruku dengan Ane, aku akan selalu berdoa semoga kamu bisa bertemu dengan seseorang yang memang di gariskan menjadi jodohmu."


"Rif, apa kamu tidak ingat dicafe ini dulu kita pernah berjanji akan selalu menyayangi, mendukung dan selalu menguatkan?" Norma memegang tangan Arif kembali dan Arif segera melepasnya.


"Dan apa kamu juga tidak ingat dicafe ini juga kamu bilang tidak mau menikah denganku jika aku tetap jadi Polisi? dan kamu lihat sekarang aku Polisi." tegas Arif


"Maafkan aku Arif saat itu aku terlalu naif, tapi sekarang aku sadar aku cinta kamu bukan karena sebuah profesi tapi karena dirimu Rif. karena kamu" ucap Norma berkaca-kaca


"Sudahlah Norma, maaf kan aku. aku tidak mungkin menyakiti Ane, Ane gadis yang aku pilih. aku harap jangan pernah hubungi aku lagi" tegas Arif meninggalkan Norma


* Flashback off*


Acara akhad nikah selesai tamu undangan sudah mulai berpamitan


"Ane malam ini aku tidur sama kamu lagi ya" ucap Wawa


"Terus aku dimana?" Arif mengerutkan dahinya


"Hahaha......" semua kompak ketawa


"Bang Arif udah gak sabar aja" goda Nia


"Sabar dulu ya Bang, kalau Abang kan nantinya setiap hari ketemu Ane. kalau kita kumpul gini belum tantu setahun sekali bisa" sahut Nur


Kelima sahabat berpelukan rasanya belum rela berpisah, secara tiga tahun selalu bersama.


"Iya dech, Abang ngalah. biar Abang tidur di kamar tamu saja nanti malam" sahut Arif


"Hahaha....kok kita kejam banget ya kayake?sahabat kita mau malam pertama kita malah jadi pengganggu" ucap Yeni yang tidak bisa menahan tawa


Mendengar malam pertama Ane pun jadi memerah wajahnya


"Ne, wajahmu kok merah gitu? malu ya?" sahut Nur


"Ya elah Ne, bahas malam pertama aja pakek malu segala. kan makanan kita tiap hari masalah kayak gituan" sahut Wawa


Bang Arif mengerutkan dahi mendengar kata-kata makanan tiap hari


"Gak usah dianggap serius bang omongan mereka, emang mereka suka nya bercanda" sahut Ane


"Bang Arif, selamat ya" ucap Diki, Viko dan Alan yang sengaja menyempatkan untuk menghadiri akhad nikah rekan sekaligus atasannya di kantor.


"Iya terimakasih ya sudah jauh-jauh datang kesini"


"Eh...Lan kenapa dari tadi memperhatiakan Nia?" goda Arif yang melihat Alan melihat Nia terus


"Oohh ..nama nya Nia" sahut Alan

__ADS_1


"Kalau mau kenalan ya kenalan saja, langsung aja gak sah curi-curi pandang" goda Arif lagi


Semaunya tertawa melihat tingkah Alan yang sepertinya tertarik dengan Nia


"Alan...." mengulurkan tangan nya pada Nia


"Nia..." mengulurkan tangan dan mereka bersalaman


"Cie....cie....pulang dari kondangan langsung di kondangin dong ini nanti" goda wawa


"Apaan sih kalain" Nia malu-malu


"Udah kalau memang suka jangan lama-lama contoh dong Bang Arif gak pakek basi-basi langsung wuss aja pokoknya" ucap Nur


Tawa pun pecah, dengan kekonyolan teman-teman Ane


Begitulah kaum hawa ini kalau di satukan pasti ramenya melebihi pasar.


"Asyik sekali obrolan nya, lagi pada ngomingin apa ini?" sahut Tante Vina


"Ini nte Nia, pulang dari kondangannya Ane, mau langsung ganti di kondangin" sahut Wawa


Bu Vina mengerutkan dahi nya


"Maksudnya?"


"Tu Bang Alan kayaknya nafsir sama Nia" jawab Yeni


"Tapi Tante heran kenapa kok kebanyakan Bidan itu jodohya Polisi? apa emang kebetulan saja ya?"


Wkwkwkwk.....mendengar ucapan Bu Vina semua tertawa. karena memang itulah bahasan kami para calon Bidan kalau ngumpul bahasnya pasti kalau gak Polisi, TNI atau Pelayaran.


"Lha itu nte yang masih jadi misteri sampe sekarang" jawab Nia ketawa


"Coba deh, tanya langsung sama pak Polisinya disini. kenapa kok mereka sukanya nyari pacar Bidan" ucap Wawa


"Kayaknya Bidannya deh, yang mendekati kami para Polisi" sahut Diki


"Eh...enak aja, yang ada kalian yang mendekati kami karena kami Bidan wekk..." Yeni menjulurkan lidah nya.


"Sudah, sudah dari pada ribut, lebih baik biarlah tetap jadi misteri kenapa Bidan rata-rata suka nya sama polisi" sahut Bu Vina


"Yang jelas kalau Polisi bisa menikah dengan Bidan itu sangat beruntung" ucap Nia


"Kenapa memang nya?" tanya Diki


"Ya, iya lah Bang, anak orang aja kita rawat apa lagi suami dan anak sendiri hahahaa" suasana benar-benar pecah oleh candaan mereka

__ADS_1


Diki mengeleng-gelengkan kepala melihat candaan para kaum hawa.


"Ternyata kalian para cewek-cewek ini kalau lagi ngumpul heboh ya" ucap Alan


Arif dan Ane pun saling pandang dan ketawa melihat tingkah teman-teman nya.


"Assalamualikum"


"Walaikumsalam"


"Mari masuk, ini teman nya nak Arif ya?" Bu Vina mempersilahkan Nina masuk


"Arif selamat ya, maaf saya terlamabat" Nina menyalami Arif dan Ane


Nina yang sebenarnya belum bisa menerima kenyataan kalau Arif laki-laki yang sudah di tunggunya bertahun-tahun sekarang sudah resmi menjadi suami Ane


Tapi Tentu saja Nina harus berbesar hati dan memerima takdir kalau ternyata Arif bukan jodoh nya.


Nina sadar jodoh ada di tangan Tuhan, kita manusia tidak bisa memaksakan dengan siapa kita akan berjodoh.


"Iya, terimakasih ya Nin. sudah jauh-jauh mau kemari" jawab Arif


"Iya pasti lah Rif, aku akan menyempatkan untuk datang. tidak mungkin aku tidak datang di acara nikahan sahabatku" Nina tersenyum


walaupun dalam hatinya menangis, sakit tapi Nina tetap tersenyum di depan semuanya.


Semua sekarang sedang asyik ngbrol, terlihat


Alan yang mendekati Nia


Diki yang menggoda wawa


dan Ane yang ngobrol dengan Nani dan teman-teman yang lain.


Viko menghampiri Arif


"Jadi gimana, kemarin kamu ketemu sama Norma?" tanya Viko


"Iya, apa dia tau nomerku dari kamu? tanya Arif melihat Viko


"Maaf ya Rif, aku terpaksa ngasih nomer kamu ke Norma karena aku gak tega. kemarin pagi itu, waktu aku piket dia datang ke polres nyariin kamu. dia sudah cerita semuanya ke aku.


dan dia bilang mau ketemu kamu untuk minta maaf.


karena aku pikir kesalah fahaman diantara kalaian sudah cukup lama, sudah waktunya kalian meluruskan semua masalah kalian. aku yakin kamu cukup bijak untuk mengambil keputusan, karena itu aku kasih nomermu ke Norma" jelas Viko


"Iya bro, makasih ya" jawab Arif menepuk bahu Viko

__ADS_1


"Jadi gimana? kamu sudah memaafkan Norma?" Viko melihat mata Arif


"Sudah Vik, aku cukup prihatin dengan apa yang dia alami selama ini." jawab Arif


__ADS_2