
Hari ini Nur, Nia dan Ane bernostalgia jalan bareng bertiga di mall.
Mereka makan dan sekedar nonton untuk melepas penat.
"Seneng banget akhirnya kita bisa jalan bareng lagi" ucap Ane sambil menyendok ice cream nya
"Iya, tapi kapan ya bisa kumpul bareng berlima?" ucap Nia
"Sebentar lagi wawa pulang kok, InsyaAlloh bisa kumpul lagi" Jawab Ane
"Eh.. Ne, kamu sudah dapat kabar tentang Yeni belum?"
"Kabar apa?" tanya Ane.
"Kabarnya suaminya sakit, kita do'akan saja semoga cepet sembuh" jawab Nia
"Amin" jawab Ane dan Nur bersamaan
"Aku sudah beberapa minggu ini sepertinya memang belum komunikasi dengan Yeni sih, lagi sibuk banget dirumah." ucap Ane
"Eh.. Nur , kalau rencana kamu kedepan apa? kamu beneran akan tinggal disini" tanya Ane
"InsyaAlloh rencana begitu. aku kan juga sudah kontrak rumah dideket rumah Saka biar bisa memudahkan aku bertemu dengan Almira"
"Lalu ustadz Guntur bagaimana?" tanya Ane
"Sebentar-sebentar ustadz Guntur itu siapa? kenapa sepertinya aku ketinggalan cerita ya?" timpal Nia
Ane dan Nur terawa berhadapan
"Iya-iya maaf Nia, aku lupa belum sempat bercerita sama kamu. karena semuanya terlalu mendadak. jadi ustadz Guntur itu anak kiayi dipesantren tempat aku belajar ngaji. kebetulan ustadz Guntur ini baru pulang dari Kairo. dan singkat cerita ustadz Guntur mengajak aku untuk ta'aruf. awalnya semua berjalan lancar ustadz Guntur juga sudah tau masa laluku. tapi ustadz tidak menceritakan tentang masa laluku pada Abah. harusnya minggu besok aku di khitbah oleh ustadz Guntur, sampai entah dari mana Abah mengetahui masa laluku dan intinya memberitahu aku kalau beliau tidak bisa memberi kami restu. aku memahami kenapa Abah tidak bisa meretui kami. karena sebagai anak seorang kiayi rasanya memang tidak pantas kalau mempunyai istri dengan masa lalu seperti aku" ucap Nur berusaha senyum
"Tapi kamu kan sudah berubah, dan itu hanya bagian dari masa lalu. orang mana sih yang tidak pernah melakukan dosa? tapi apa orang yang sudah berbuat dosa tidak boleh menjadi orang yang lebih baik? Alloh saja maha pemaaf. kenapa sesama manusia tidak bisa memaafkan"ucap Ane
"Sebenarnya itu hal yang wajar Ne, semua orang tua itu pada dasarnya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya." ucap Nur
"Lalu bagaimana reaksi ustadz Guntur saat mengetahui kamu pergi? apa dia tidak mencegah kepergianmu?"
"Ustadz Guntur tidak tahu kalau aku meninggalkan pesantren. aku pergi tanpa pamit tidak ingin membuat ustadz Guntur berat melepaskan aku. aku rasa ini memang yang terbaik untuk kami"
"Ini tidak adil buat kamu Nur, kamu berhak mendapatkan cinta dan laki-laki yang sholih sebagai pendamping kamu" ucap Nia
"Aku sudah pasrah dengan takdirku. aku hanya akan fokus untuk mencari kerja dan fokus pada Almira. mungkin aku tidak ditakdirkan berjodoh dengan siapapun."
__ADS_1
"Nur jangan berkata seperti itu. berhusnuzon billah sama Alloh. InsyaAlloh akan ada hal baik yang akan kamu terima. yang penting kamu yakin dan selalu berdoa dekatkan diri pada Alloh" ucap Ane..
***
Di pondok pesantren
Ustadz Guntur yang mendengar berita menghilangnya Nur membuatnya kalang kabut mencari-cari keseluruhan pondok pesantren. namun tidak dilihatnya juga sosok yang dicari.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Abah
"Abah, sebenarnya Guntur mau minta maaf. tapi apa Abah mengetahui kalau Nur meninggalkan pesantren?"
"Iya Abah tau" Abah menganggukkan kepala
"Kenapa Nur meninggalkan pesantren bah?"
"Karena Abah sudah mengatakan kalau Abah tidak bisa memberikan restu untuk kalian berdua. sepertinya Nur ingin pergi karena Nur sadar dirinya tidak mungkin bersama kamu"
"Abah, kenapa Abah tega mengatakan hal seperti itu pada Nur?"
"Lalu Abah harus bagaimana? membiarkan kalian menikah? Abah hanya ingin yang terbaik untuk mu Guntur" ucap Abah
"Apa yang kamu katakan tidak salah. setiap orang memang berhak mendapatkan kesempatan menjadi lebih baik. Abah pun yakin, Nur sudah sudah menjadi lebih baik" uca Abah dan menarik nafas
"Lalu dimana lagi masalahnya bah? kenapa Abah tidak mau merestui kami?"
"Abah setuju kalau Nur memang sudah berubah menjadi lebih baik. tapi nak, sebagai seorang ayah. Abah ingin kamu mendapatkan istri yang terbaik untuk kamu. karena itu, Abah sudah menjodohkan kamu dengan anak sahabat Abah"
"Tidak Abah, maaf bukan Guntur tidak mau berbakti dan bukan juga maksud Guntur untuk membangkang. tapi Guntur tidak bisa menikahi wanita yang tidak Guntur cintai" ucap Guntur
"Menikah itu tidak ada kaitannya dengan cinta tapi menikah itu karena ibadah. seiring berjalannya waktu kamu akan mencintai istrimu. karena itu Abah minta, besok kita datang ke rumah sahabat Abah untuk melakukan ta'aruf. temuilah anak sahabat Abah dulu" perintah Abah
Guntur yang dari kecil tidak pernah bisa menolak perintah Abah pun hanya mampu mengiyakan
****
Keesokan harinya Guntur bersama dengan Abah dan adiknya datang ke rumah sahabat Abah untuk bertemu dengan wanita yang akan di jodohkan dengannya.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, Husain" ucap pak Ahmad sahabat Abah
__ADS_1
"Ahmad" ucap Abah memeluk sahabatnya
"Bagaimana dengan perjalanan kalian? pasti capek ya menempuh perjalanan yang cukup jauh?" tanya pak Ahmad
"Lumayan" jawab Abah sambil tertawa kecil
"Bu.. ini Husain sahabat Ayah datang" ucap pak Ahmad memangil istrinya.
"Assalamu'alaikum, saya istrinya pak Ahmad" ucap bu Lusi istri pak Ahmad menyatukan kedua tangannya dan sedikit menunduk
"Walaikumsalam" Abah juga menyatukan kedua tangannya
"Bu buatkan minum buat Husain dan anak-anaknya" perintah pak Ahmad
Sekarang Abah dan sahabatnya berbincang-bincang sedangkan ustadz Guntur hanya diam pasrah walaupun hatinya selalu memikirkan Nur.
"Silahkan diminum dulu tehnya" ucap bu Lusi menyuguhkan teh
"Terimakasih bu" jawab Abah
Setelah bu Lusi duduk di samping pak Ahmad. Abah mulai membicarakan maksud dan tujuannya datang berkunjung ke rumah pak Ahmad untuk merencanakan perjodohan diantara anak mereka
"Kalau ibu setuju saja sama Ayah bagaimana baiknya. tapi sebaiknya kita langsung saja bertanya pada putri kita yah" ucap bu Lusi
"Kalau begitu tolong panggilkan genduk bu, biar genduk sendiri yang putuskan. karena kita sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak jadi biarkan saja anak-anak yang memutuskan" ucap pak Ahmad
"Sebentar, biar saya panggil anak kami" ucap bu Lusi masuk kedalam
Tak lama kemudian anak pak Ahmad keluar
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Jawab semua bersamaan
"Kamu.. bukankah kamu..?" ustadz Guntur membulatkan matanya
^Happy Reading^
Haii... readers... terimakasih untuk dukungannya berupa like, coment dan Vote ya!
🙏😍
Kira-kira siapa itu yang dijodohkan dengan ustadz Guntur? kok sepertinya ustadz Guntur sudah kenal??😁
__ADS_1