
Nur menggendong Almira masuk kerumah dan bermain dengan Almira, sementara yang lain mempersiapkan segala sesuatunya. karena pernikahan akan diadakan dirumah Nur, mereka sengaja tidak ingin menyewa gedung. karena acara akan diselenggarakan secara sederhana. Nur yang menghendaki acara sederhana karena mengingat Nur juga sudah memiliki anak, dan Nur tidak mengundang banyak tamu. hanya teman dekat dan beberapa kerabat.
Sementara di tempat lain, Ane dan Wawa berbelanja kado untuk sahabatnya yang sebentar lagi akan melepaskan masa lajangnya. hanya saja Wawa bertanya-tanya kenapa Nia tidak ingin datang bersama mereka keacara nikahannya Nur?
"Ane, sebenarnya ada apa antara kamu dan Nia. kenapa kamu tidak menceritakan yang sebenarnya? aku yakin ada yang terjadi antara kalian" ucap Wawa
"Huft.. baiklah kalau kamu mau tau" Ane menghembuskan nafas kasar
"Aku memang sedang tidak baik sama Nia. aku kecewa sama dia" ucap Ane
"Sebenarnya ada apa?" Wawa melihat Ane
"Nia menuduh aku ada main sama Alan. keterlaluan gak tu orang? aku gak nyangka sepicik itu dirinya" Ane kesal
"What? bagaimana Nia bisa berpikir seperti itu?" Wawa terkejut
"Jadi kemarin itu, aku kan ada acara baksos sama ibu-ibu bhayangkari, terus ada salah satu bhayangkari yang menasehati aku untuk tidak dekat-dekat sama bu Alan, dan ibu itu menceritakan kalau sepupunya yang kebetulan bekerja dirumah sakit yang sama dengan Nia mengatakan kalau Nia berselingkuh dengan salah satu Dokter yang bekerja disana juga" terang Ane
"Astaghfirullah, Nia seperti itu? apa itu benar?" Wawa menutup mulutnya dengan tangan dan menggelengkan kepala.
"Iya itu memang benar, karena setelah aku mendengar itu, aku menemuinya dan aku mengkonfirmasi berita yang aku dengar itu benar apa tidak. tapi kamu tau apa yang dia katakan? dia bilang aku sengaja berkata seperti itu karena aku menginginkan suaminya."
"Gila tu anak, berarti dia mengelak?"
"Awalnya dia mengelak, tapi saat aku bilang sudah banyak anggota bhayangkari yang mengetahui perselingkuhannya dengan seorang Dokter, akhirnya dia mengakui dan meminta maaf sama aku. dia juga memohon agar aku tidak memberitahu Alan tentang apa yang sudah aku ketahui"
"Astaghfirullah, ternyata dia sudah sejauh itu. kenapa dia tidak belajar dari kejadian Nur?penderitaan yang dialami Nur setelah melakukan dosa itu. apalagi dia itu kan seorang istri dan juga seorang ibu, kok dia gak mikir gitu, nasib pernikahannya kalau sampai perselingkuhan yang dia lakukan diketahui suaminya. Dan apa dia gak mikir anaknya? kok aku jadi ikut kesel gini ya sama dia. benar-benar gak ada akhlak tu orang" gerutu Wawa
__ADS_1
"Itu lah yang membuat aku kecewa sama dia, udah gitu demi menutupi aibnya sendiri, bisa-bisanya dia mau nuduh aku ada main sama Alan. kurang apa aku selama berteman sama dia? kok tega gitu dia memfitnah aku dan Alan" Ane kesal
"Tapi kali ini Nia sudah benar-benar keterlaluan sih Ne, aku juga malu punya teman kayak gitu. kalau dulu Nur masih mendinglah. iya aku tau Nur memang salah, salah banget malah. tapi setidaknya saat itu dia belum menikah. tapi Nia? sudah ada anak dan suami yang begitu menyayangi dirinya, tapi kok dia bisa melakukan semua itu" Wawa menggelengkan kepala tidak percaya
"Mata hatinya sudah tertutup, hilang rasa syukurnya. dia bilang menyesal menikah dengan Polisi karena tidak pernah ada waktu untuknya. dia lupa bagaimana dulu hebohnya dia setiap lihat Polisi dan ingin punya pacar Polisi. Sekarang keinginannya itu sudah diijabah oleh Alloh, bukannya bersyukur tapi dia malah selingkuh dan menghianati suaminya. padahal Alan itu juga sudah baik banget lho, tapi entahlah ketika Dokter lebih menggoda" ucap Ane
"Dia pikir kalau sama Dokter, bisa selalu ada waktu terus gitu? gak mikir kali dia ya? Dokter itu kan juga sibuk, gak kalah sibuknya dengan seorang Polisi. sebagai seorang istri aparat harusnya dia tau itu. harusnya bisa memahami pekerjaan suami. bukan dijadikan alasan untuk selingkuh." ucap Wawa
***
Dirumah Alan
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Jawab pak Sandi
Alan yang ada disana sedang bermain dengan Nana tidak menjawab salam dari Nia, bahkan tidak melihatnya sedikitpun.
"Nana sayang, lagi main apa?" Nia mendekati Nana
Nana menunjukkan boneka Barbie yang baru saja dibelikan oleh Alan.
"Wah cantik sekali bonekanya, ini baru ya? kok mama baru lihat Nana punya boneka ini. siapa yang beliin sayang?"
"Papa" jawab Nana dengan bahasa khas balitanya
"Jadi ini boneka yang baru dibeliin papa? kok cuma Nana yang dapat hadiah ya? kok mama gak dapet hadiah dari papa" ucap Nia pada Nana dengan harapan Alan akan berbicara kepadanya.
__ADS_1
Namun Alan terlihat acuh dan cuek, Alan hanya diam melihat televisi tanpa menghiraukan ucapan Nia.
Nia sekilas mencuri pandang kearah Alan
"Kenapa mas Alan diam saja dari tadi? kenapa tidak seperti biasanya? tidak mungkin Ane menceritakan nya kan? tidak, tidak. aku tau Ane. dia pasti tidak akan menceritakan apa yang dia dengar pada mas Alan" batin Nia
"Mas apa kamu sudah makan?" Tanya Nia
"Nana sayang, kalau sudah selesai main. jangan lupa mainannya dimasukin ke dalam tempatnya ya" ucap Alan sengaja mengalihkan pertanyaan Nia
"Iya Pa" Jawab Nana
Nia semakin merasa kesal karena tau kalau Alan sengaja mendiamkan dirinya.
Sementara bu Indah dan Pak Sandi saling pandang, bu Indah mengangkat bahunya tanda tidak mengerti kenapa Alan bersikap seperti itu pada istrinya.
Pak Sandi meminta dibuatkan kopi ditanam belakang bersama Alan.
"Ada apa pa? kenapa minta minum kopi disini?" tanya Alan yang tau kalau papanya pasti ingin berbicara dengan dirinya
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin mengobrol santai saja sama kamu. jarang-jarang kan, bisa ngobrol barang sama kamu di sore hari kayak gini" ucap pak Sandi meneguk secangkir kopi yang berada ditangannya.
"Iya pa, maafkan Alan ya Pa, karena kesibukan Alan dikantor, jadi membuat Alan jarang ada waktu untuk papa, mama dan Nana" ucap Alan
"Kenapa hanya menyebutkan kami bertiga? kamu kan juga jarang ada waktu untuk Nia?"
"Iya Pa" jawab Alan singkat
__ADS_1
"Alan, kalau boleh papa tau, sebenarnya kamu ada masalah apa lagi sama Nia? papa perhatikan sepertinya kalian sedang tidak baik. terutama kamu Alan. papa perhatian kamu sengaja menghindari Nia. sebenarnya ada masalah apa lagi diantara kalian?" Pak Sandi menatap Alan
^Happy Reading^