Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 173


__ADS_3

Nia kembali dari rumah Ane dengan merenungi semua perkataan sahabatnya. setelah sekian lama dirinya tidak pernah menggunakan mukenanya. kini Nia kembali mengambil air wudhu dan sholat.


Setelah sekian lama, Nia meninggalkan sholat kini hatinya merasa tenang setelah kembali sholat dan meminta ampunan dari Alloh.


Dret.. dret..


Panggilan masuk dari pak Karsa, ayahnya Nia


"Assalamu'alaikum yah" Nia menjawab telpon


"Walaikumsalam Nduk, kamu apa kabar sehat kan?" tanya pak Karsa


"Alhamdulillah sehat ayah, ayah sendiri sehat kan yah?"


"Alhamdulillah ayah sama ibu juga sehat, oya Nana dan Alan sehat kan?" tanya Pak. Karsa karena belum mengetahui apa yang telah terjadi pada putrinya.


"Em.. I-iya yah, mas Alan dan Nana sehat."


"Ini lho ibumu dari kemarin, kepikiran kamu terus katanya. oya Nana sudah tidur belum? ayah pengen dengar suara cucu ayah"


"Maaf yah, Nana sudah tidur" Nia menahan tangisan tidak ingin orang tuanya kepikiran.


"Oo.. ya sudah kalau sudah tidur, lain kali saja ayah telpon Nana lagi. gimana pekerjaan kamu nduk? lancar kan? apa Nana bisa ditinggal kerja?"


"Lancar ayah, Nana pintar ayah tidak pernah rewel" Nia meremas bajunya menahan tangis


"Syukur kalau begitu, ayah dan ibu ini sebenarnya kepikiran, kasihan kalau Nana sering kamu tinggal piket sementara Alan juga sudah sibuk, pasti mertua kamu capek mengurus Nana sendiri." ucap pak Karsa


"Iya yah, yah.. Nia istirahat dulu ya. Nia baru pulang kerja. Nia sedikit ngantuk"


"Ya sudah, baik-baik ya nduk, titip cucu ayah. kamu juga hariy ingat. jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, tugas utama kamu bukan bekerja tapi jadi istri dan ibu yang baik untuk Alan dan Nana. jadilah istri sholihah ya nduk. banyak-banyak bersyukur, Alhamdulillah kamu punya suami seorang Polisi. kamu juga bisa bekerja sebagai bidan. banyak lho nduk lulusan bidan yang tidak bisa bekerja. kamu itu beruntung nduk punya suami seperti Alan. kita ini kan bukan orang kaya, tapi Alan bisa menerima kamu dan keluarga kita"


"I-iya yah, maafkan Nia ya yah. Nia tutup dulu telponnya. Assalamu'alaikum" Nia menutup telpon dan menangis sejadi-jadinya nya.


Nia tidak bisa membayangkan apa yang akan dikatakan orang tuanya jika sampai tau perbuatan Nia yang sudah menghianati suaminya. Selama ini Pak Karsa dan bu Iin memang sangat menyukai Alan sebagai menatunya. suatu kebanggaan bagi keluarga pak Karsa dan Bu Iin yang hanya orang biasa dan tinggal didesa bisa memiliki seorang menantu Polisi. bahkan Alan sangat hormat dengan mertuanya, menganggap pak Karsa dan Bu Iin seperti orang tuanya sendiri.


"Hua.. Hua... " Nia menangis tidak pernah terlintas dipikirannya semua ini akan terjadi dalam hidupnya.


Setelah semalaman Nia menangis, pagi ini Nia bangun merasakan badannya begitu lemah, kepalanya pusing.

__ADS_1


"Sepertinya aku sakit" gumam Nia mencoba bangun untuk sholat subuh.


Selesai sholat Nia kembali melihat rekeningnya, saldonya sudah semakin berkurang. dirinya tidak bisa kalau hanya berdiam diri seperti ini. Nia mencoba membuat surat lamaran pekerjaan.


Namun karena dirinya sedang sakit, Nia mencoba untuk istirahat dan menunda rencana mencari pekerjaannya sampai dirinya sembuh.


***


"Pah, sebenarnya mama kemana? dari semalam Tasya tanya kenapa papa tidak mau menjawab?" tanya Tasya saat sarapan


"Kita sarapan dulu sayang, tidak baik bicara saat sedang makan" ucap Dokter Sigit


Tasya menurut dan segera menghabiskan makanannya.


Setelah sarapan Dokter Sigit justru pamit segera berangkat kerja dengan alasan sudah ditunggu pasiennya.


"Pah, jangan pergi dulu! papa sudah janji akan memberitahu mama dimana setelah sarapan kan?" Tasya protes


"Iya sayang, tapi papa sudah ditunggu pasien papa. gini deh, nanti pulang dari rumah sakit papa akan bicara sama kamu. papa pergi dulu ya" ucap Dokter Sigit mencium kening Tasya


"Tapi pa, pah" teriak Tasya tapi tidak dihiraukan oleh Dokter Sigit


Tasya yang merasa kesal melipatkan tangannya kedepan dadanya dan menghentakkan kakinya.


"Lala kesini sebentar" Dokter Sigit memanggil Lala


"Apa apa Dok?" Lala mendekat


"Ini kenapa ruangan saya dikunci seperti ini?" tanya Dokter Sigit


"Maaf Dok, saya malah kurang tau itu Dok, soalnya saya juga baru datang. kemarin kebetulan saya libur! terang Lala


"Coba panggilkan yang piket semalam" perintah Dokter Sigit


"Baik Dok" Lala kembali ke ruang VK dan memanggil rekannya


"Maaf Dok, kata Lala Dokter memanggil saya?" tanya Sinta.


"Iya, saya mau tanya sejak kapan ruangan saya dikunci? dan dimana kuncinya?"

__ADS_1


"Em.. itu Dok, itu sejak kemarin sepertinya. dan kuncinya sepertinya hanya Dokter yang baru yang memiliki" ucap Sinta ragu


"Dokter baru? Memang ada Dokter baru?" tanya Dokter Sigit heran


"Saya Dokter baru yang akan menjabat sebagai Direktur Rumah sakit ini, dah akan ada Dokter kandungan yang baru, yang akan menggantikan kamu" Dokter Anggun tiba-tiba datang berjalan kearah Dokter Sigit


"Sayang kamu_" ucap Dokter Sigit terpotong


"Kamu bisa pergi dulu" Ucap Dokter Anggun pada Sinta yang berdiri ditengah-tengah peperangan antara suami istri


"Sayang kenapa kamu tidak memberitahu sebelumnya?"


"Tanpa saya memberitahu, seharusnya kamu sudah menyiapkan diri kamu. kamu lupa siapa pemilik rumah sakit ini? setelah apa yang kamu lakukan, menurut kamu, apa kamu masih bisa bekerja sebagai Dokter dirumah sakit ini? jangankan rumah sakit ini, rumah sakit lain pun saya pikir akan berpikir dua kali untuk memperkerjakan seorang Dokter yang tidak punya moral seperti kamu" ucap Dokter Anggun sinis


"Sayang tolong maafkan aku, dari kemarin Tasya juga menanyakan kamu terus"


"Sudahlah sebaiknya kamu pulang mas, beritahu Tasya yang sebenarnya kalau kita akan segera berpisah"


"Mana mungkin aku mengatakan itu, Tasya akan sangat sedih jika harus berpisah dari kamu. kamu tau kan, Tasya sangat menyayangimu. mana mungkin aku bisa mengatakan itu ma"


"Mana mungkin kamu bilang? kenapa kamu tidak memikirkan itu sebelum kamu menghiati aku?"


"Ma, Tolong beri aku satu kesempatan" rengek Dokter Sigit tapi tidak dihiraukan oleh Dokter Anggun


"Apa kurangnya Dokter Anggun ya? padahal cantik, kaya, pemilik rumah sakit, kenapa bisa malah selingkuh sama Nia." ucap Lala


"Mungkin bosen makan ayam, sekali-kali pengen merasakan tempetempe hahaha" celetuk Sinta


"Eh, aku pulang dulu ya! dah ditungguin anak-anak" pamit Sinta


Sinta dengan cepat segera keluar karena sudah ditunggu ojek online.


"Sinta"


"Nia, kamu kenapa disini?" Sinta kaget


"Aku mau bicara sama kamu?"


"Aduh Nia maaf ya, aku sudah ditunggu abang ojeknya. kasian kan kalau menunggu lama"

__ADS_1


"Aku mohon Sinta sebentar saja"


"Ya sudah, kamu kerumah aku saja. kita bicara dirumahku saja." ucap Sinta


__ADS_2