Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
MERASA BERJODOH


__ADS_3

Bu Desi menceritakan tentang Arif pada suami


Sejenak pak Krista terdiam dan menarik nafas dalam.


"Jadi seperti itu, kalau begitu Irma harus kita kasih pengertian. pada putri kita. jangan mencintai orang yang salah" ucap pak Krista


"Sudah pa, mama sudah coba bicara sama Irma. tapi papa tau sendiri bagaimana sifat Irma itu. kalau dia sudah membuat keputusan tidak mudah untuk bisa merubahnya. apa lagi semenjak Dito meninggal dihari pernikahannya. sejak itu Irma sepertinya sudah tidak ada keinginan untuk menikah lagi. sampai kemarin dia menceritakan soal Arif. mama udah bahagia banget pa, tapi sekarang kita tau Arif sudah menikah dan memiliki seorang anak."


Bu Desi menyandarkan tubuhnya, menghembuskan nafas seraya nemijat kepalanya. tampak kesedihan diraut wajah wanita paruh baya ini.


"Iya ma, papa faham bagaimana perasaan mama saat ini, dan ini bukan tugas yang mudah untuk kita agar bisa menyadarkan Irma. tapi sebagai orang tua kita tetap harus menasehati putri kita. jangan sampai putri kita merusak rumah tangga orang" ucap pak krista


"Apa maksud papa berkata seperti itu?" Sahut Irma yang tak sengaja mendengar pembicaraan papa dan mamanya


"Irma, duduk nak! papa mau bicara"


Irma duduk didepan pak krista


"Irma, papa sudah mendengar semua dari mama tentang Arif yang kamu ceritakan tempo hari. sekarang kamu sudah mengetahui kenyataan kalau laki-laki itu sudah berkeluarga. lalu apa kamu masih mau melanjutkan rencana kamu mendekati nya?" tanya pak krista


"Irma tidak perduli pa, Irma mencintai Arif. dan papa tau? kenapa Tuhan mempertemukan kami orang yang begitu mirip dengan Dito. itu karena Tuhan ingin memberikan ganti atas kepergian Dito. Irma sangat yakin Arif jodoh yang Tuhan kirim untuk Irma pa" ucap Irma dengan mata berkaca-kaca


"Irma sayang, Arif sudah menikah. jangan ganggu keluarganya. percayalah kamu nanti akan berjumpa dengan laki-laki yang jauh lebih baik"


"Tidak ma, Arif laki-laki yang Tuhan kirim untuk ku."


"Lalu bagaimana dengan anak dan istrinya?"tanya bu Desi dengan tatapan satunya


"Irma tidak perduli ma. yay Irma tau, Irma dan Arif pasti berjodoh"


"Irma, mama juga seorang wanita. mama tahu bagaimana perasaan istri Arif jika sampai ada yang mengganggu suaminya. kamu pun seorang wanita, kamu pasti juga bisa merasakan apa yang wanita itu rasakan"


"Kalau Tuhan saja boleh mengambil Dito dariku, kenapa aku tidak boleh mengambil Arif dari istrinya?"


Plak..


Pak krista menampar Irma


"Hati-hati dengan ucapan kamu Irma, jangan pernah salahkan Alloh atas semua yang terjadi nak! sadarlah Irma!" bentak Pak krista

__ADS_1


"Pa, kenapa papa nampar aku" ucap Irma memandang papanya dengan tatapan benci dan memegang pipinya


"Supaya kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan itu salah. jangan pernah menyalahkan Takdir. Alloh selalu ingin yang terbaik untuk hambanya."


"Yang terbaik papa bilang? dengan mengambil Dito apa itu yang terbaik menurut papa"


"Nak jangan seperti ini, pada hakikatnya semua orang yang hidup didunia ini akan kembali kepada Alloh. mama dan papa juga nanti akan pergi. kita semua hanya menunggu giliran untuk kembali ke sang Pencipta. Terima takdir ini. jika kamu bisa menerima takdir yang Alloh berikan. mama yakin kamu akan mendapatkan ganti yang jauh lebih baik nak" ucap bu Desi mengusap punggung Irma


"Tidak ma, tidak!" Irma berlari kekamar


Bu Desi menangis dipelukan pak krista


"Tenang ya ma, jangan terlalu dipikirkan! ingat kesehatan mama!" ucap pak krista


Akir-akir ini kesehatan bu Desi memang sudah menurun. ditambah lagi memikirkan putri satu-satunya yang masih terperangkap dalam kenangan masa lalu.


Kepergian Dito dengan tiba-tiba dihari pernikahannya memang menjadi guncangan yang berat untuk Irma.


bahkan sebenarnya Irma sampai harus ditangani seorang psikolog untuk menyembuhkan guncangan jiwanya.


Semenjak kepergian Dito Irma juga seakan jauh dari Alloh. dan menyalahkan takdirnya.


***


"Bang, tadi ada wanita yang tempo hari datang. cuma tadi abang kan lagi keluar, jadi Alan bilang saja kalau abang sedang tidak ditempat dan Alan suruh pulang.maaf ya bang, Alan tidak tau kalau abang kembali ke kantor lagi, Alan kira gak balik kantor lagi"


"Wanita yang tempo hari?" Arif mengingat-ingat


"Iya bang, yang orang nya cantik, rambutnya coklat itu" ucap Alan senyum


"Oow Bu Irma? mau apa dia kesini?" ucap Arif


"Lha malah tanya saya, mana saya tau bang"


"Ya sudah sana kerja"


"Siap komandan" ucap Alan


"Oya, kasusnya yang penangkapan di cafe itu gimana? katanya berkasnya ada yang kurang?"

__ADS_1


"Iya Bang, kasusnya belum bisa disidangkan, pengadilan minta tambahan barang bukti"


"Terus gimana?" tanya Arif


"Akan dijadwalkan ulang untuk sidangnya bang, sampai bukti yang diinginkan pengadilan terpenuhi" jawab Alan


"Okay, kalau gitu. kita harus segera menemukan bukti baru" perintah Arif


"Siap ndan, akan segera kami selidiki ulang untuk kasus ini" Alan kembali keruangan nya dan kembali mencari bukti baru untuk kasus yang sedang ditanganinya.


Arif menjatuhkan badannya dikursi untuk dan membuka hapenya.


Ternyata dari kemarin Arif lupa untuk menambah daya batrenya.


"Pantesan mati" gumam Arif melihat hape nya mati


Setelah ponsel terisi daya, Arif segera mengaktifkan ponselnya dan melihat banyak nya notifikasi yang masuk dari Irma.


Dret.. dret...


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam pak Arif, kenapa dari tadi pagi hape bapak mati ya? bapak baik-baik saja kan?" tanya Irma


"Iya saya baik. maaf ada perlu apa ya bu Irma menghubungi saya? bukankah saya sudah menyampaikan kalau saat ini para pekerja sudah melakukan proses penyelesaian produk yang ibu pesan. dan dateline yang ditentukan juga masih lama kan bu?"


"Iya pak, tapi ada hal yang harus saya bicarakan sama bapak secara langsung?"


"Masalah apa ya bu? diluar pekerjaan maaf saya tidak bisa"


"Sekali ini saya mohon kita ketemu dulu pak, karena ini penting bagi saya. saya harus berbicara langsung dengan pak Arif demi kelangsungan kerja sama yang saat ini kita jalani" ucap Irma.


"Baiklah nanti malam jam tujuh, kita langsung saja ketemu di green cafe." jawab Arif yang memang sepertinya harus memperingati Irma secara langsung, sebelum perasaannya berkembang dan menjadi duri dalam pernikahannya.


Irma merasa senang, Arif bersedia bertemu dengannya.


Irma sudah bertekad malam ini akan menyampaikan perasaan.


Pukul 18.30 Irma sudah sampai digreen cafe. dengan mengenakan dres berwarna putih rambut panjang berwarna coklat lengkap dengan poninya yang membuatnya semakin terlihat anggun. tubuh tinggi semampai dan sexy itu lah gambaran dari seorang Irma, pewaris tunggal PT. Sinar Jaya grup.

__ADS_1


^Happy Reading^


Terimakasih untuk dukungan nya ya, love you sayanx2 nya akoh🥰😘😘 jangan lupa Like, coment dan syuku2 mau Vote hehehe.... 🙏🙏


__ADS_2