
"Selamat pagi saya dari PT. sinar Jaya grup, mau bertemu dengan pak Arif" ucap Irma pada resepsionis
"Maaf, tapi pak Arif nya sedang tidak ada ditempat. jika ada perlu bisa dengan bu Ayu. sekertaris bapak Arif yang biasanya menghandle pekerjaan kantor pak Arif"
"Memangnya kemana pak Arif? kenapa harus dengan sekertaris nya? saya ada perlu dan harus bertemu langsung dengan beliau" Irma mendesak
"Kami mengerti bu, tapi bapak sedang tidak ada ditempat"
"Kapan oak Arif kembali?"
"Maaf kalau itu saya kurang tau bu, karena pak Arif memang tidak setiap hari kekantor. jadwal nya jugak tidak pasti bu. hanya bu Ayu sekertaris bapak yang tau"
"Kalau begitu tolong sampaikan sekertaris pak Arif saya mau ketemu!"
"Baik bu, tolong tunggu sebentar akan saya sambungkan dulu"
Tidak lama setelah Irma menunggu, pihak resepsionis menyuruhnya untuk masuk keruangan bu Ayu.
"Selamat pagi" ucap Irma
"Selamat pagi bu Irma, maaf membuat bu Irma menunggu. silakan duduk" Ayu mempersilahkan Irma duduk
Irma duduk, matanya melihat sekeliling
"Maaf bu, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Ayu
"Saya mau menanyakan kapan pak Arif ke kembali? ada yang perlu saya bicarakan dengan beliau"
ucap Irma duduk menumpuk kakinya
"Begini bu, untuk masalah pekerjaan. ibu bisa langsung bicarakan sama saya. nanti saya akan menyampaikan ke beliaunya."
"Tapi saya harus bicarakan langsung dengan pak Arif!"
"Saya mengerti bu, tapi bapak tidak bisa ditemu sewaktu-waktu. bapak hanya datang kekantor saat memang membutuhkan kehadiran beliau. selain itu, saya yang Menghandle masalah pekerjaan kantor"
"Kenapa seperti itu?"
"Karena beliau mempunyai kesibukan lain di luar kantor"
"Kesibukan lain? maksudnya?" Irma penasaran
"Karena selain mengurus perusahaan, bapak juga seorang anggota Polisi. jadi bapak ke perusahaan hanya saat beliau ada waktu"
"Anggota Polisi?" Irma tercengang
"Iya bu, jadi bagaimana. ada yang bisa saya bantu?" Ayu melihat Irma senyum
"Okay, kalau begitu saya pulang dulu. nanti biar saya hubungi pak Arif langsung saja" Irma pamit meninggalkan ruangan Ayu dengan perasaan tidak percaya.
__ADS_1
Dimobil
Irma melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil, memecah kemacetan.
"Polisi? jadi dia seorang anggota Polisi? wow.. wow.. menarik. sangat menarik" gumam Irma senyum dan menggeleng-gelengkan kepala.
Irma mencoba menghubungi Arif. setelah dua kali ditolak, yang ketiga akhirnya diangkat.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam pak Arif. mohon maaf apa saya mengganggu waktu bapak?"
"Ada apa bu Irma? masalah kantor bisa dibicarakan sama sekertaris saya saja ya" ucap Arif
"Tapi saya lebih suka membicarakan masalah pekerjaan sama pak Arif langsung."
"Baik, tapi saat ini saya tidak bisa bu Irma. nanti saat saya ada waktu, bu Irma bisa kekantor kalau memang harus membicarakan masalah pekerjaan. maaf saya sedang sibuk saat ini bu Irma"
"Baiklah pak Arif kalau begitu, maaf saya sudah mengganggu waktu bapak"
"Iya tidak apa-apa bu Irma" Arif menutup panggilan
***
Dikantor
"Huft.. " Arif menyandarkan tubuhnya pada kursi dan mengusap wajah dengan kedua tangannya.
"Selamat siang ndan, diluar ada tamu yang mencari komandan" ucap Alan
"Tamu? siapa Lan?"
"Kurang tau komandan, wanita cantik. katanya namanya Irma"
"Irma? ya sudah suruh masuk kesini saja"
"Siap Komandan"
Alan keluar memberitahu Irma untuk masuk keruangan pimpinannya.
"Ngapain tu orang malah kesini? sudah dikasih tau kalau aku sibuk malah kesini." gerutu Arif
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, silakan duduk bu Irma" Arif mempersilahkan
"Terimakasih pak Arif, sekali lagi maaf saya mengganggu waktu pak Arif. saya hanya sedikit terkejut rekan bisnis saya ternyata seorang Polisi. karena itu saya datang langsung kesini. jujur saya semakin kagum dengan pak Arif."
"Terimakasih bu Irma. tapi sebenarnya mau membahas masalah apa ya? masalah pekerjaan saya sudah serahkan pada sekertaris saya dikantor. tapi bu Irma tidak perlu khawatir! walaupun saya tidak menghandle secara langsung, tapi saya selalu memantau pekerjaan karyawan saya. jadi bu Irma tidak perlu cemas dengan kerja sama perusahaan kita." ucap Arif
__ADS_1
"No, pak Arif jangan salah faham dulu. saya kesini bukan untuk memata-matai pekerjaan pak Arif. justru saya kagum dan merasa beruntung bisa bekerjasama dengan orang seperti bapak"
"Lalu jika tidak ada masalah pekerjaan yang mendesak yang perlu dibahas untuk apa bu Irma sampai repot-repot kemari?"
"Ini" Irma menaruk paper bag diatas mejanya
"Apa ini bu?"
"Jaket pak Arif yang kemarin saya pinjam. udah selesai saya loundry. jadi saya kembalikan" Irma senyum
"Jadi Bu Irma jauh-jauh kesini untuk mengembalikan jaket?"
"Iya, saya kawatir kalau mau segera bapak pakai. makanya saya kembalikan"
"Baik kalau begitu terimakasih" ucap Arif
"Saya yang seharusnya berterimakasih karena pak Arif sudah meminjamkan jaketnya untuk saya"
"Bagaimana kalau sebagai ucapan terimakasih saya traktir pak Arif untuk makan siang hari ini"
"Maaf bu, tanpa mengurangi rasa hormat saya tapi saya tidak bisa. selain hari ini pekerjaan saya banyak. istri saya juga selalu membawakan saya bekal makan siang untuk saya" ucap Arif senyum.
"Istri? ja-jadi, pak Arif ini sudah mempunyai istri? Irma terkejut lantaran Arif yang memang baby face ini terlihat jauh lebih muda dari usia aslinya.
"Iya, saya sudah punya istri bahkan kami sudah memiliki seorang putra" jawab Arif
Dengan rasa sedih dan kecewa Irma pamit untuk pulang, hatinya hancur bak tersambar petir disiang bolong. bagaimana tidak, selama lima tahun belakang dirinya tidak pernah lagi membuka hatinya pada laki-laki manapun setelah kepergian Dito, baru dengan Arif dia merasa bisa membuka hatinya kembali. dimata Irma Arif adalah sosok laki-laki yang lain dari kebanyakan laki-laki yang pernah dia jumpai.
Laki-laki yang melihat Irma pasti akan langsung mengejarnya lantaran Paras Irma yang cantik, bodynya yang sexy dan pewaris tunggal PT. Sinar Jaya grup. tidak ada yang melihat Irma sebagai wanita yang benar-benar mencintai dengan tulus. lain halnya dengan Arif yang malah cuek ketika pertama kali bertemu dengannya.
Sikap dingin dan cuek Arif membuka Irma berpikir, Arif bukan seperti laki-laki yang selama ini dikenalnya. dan Arif satu-satunya laki-laki yang mampu membuatnya jatuh cinta pada kesana pertama.
Mengetahui kenyataan Arif sudah beristri membuat hatinya sakit dan tidak terima. Irma sedari kecil terbiasa mendapatkan apapun yang dia inginkan. belum pernah ada dalam cerita Irma tidak mendapatkan apa yang diinginkan nya.
Jika dirinya menginginkannya pasti akan dia dapatkan.
Irma tersenyum menyeringai didalam mobil.
Matanya fokus memecah padatnya lalu lintas siang itu.
"Arif, kamu sudah menikah tapi aku mencintaimu. apa yang aku inginkan tidak akan lolos begitu saja" gumam Irma
Sementara dirumah Ane termenung memikirkan bau parfum yang menempel dibaju suaminya.
Sekuat hati berusaha untuk tidak mencurigai suaminya.
Arif adalah laki-laki yang sangat menyayangi keluarga. tidak mungkin Arif akan tega menghianatinya.
Selalu itu yang ditanamkan pada dirinya sendiri. agar tidak pernah ber suudzon pada suami nya.
__ADS_1
^Happy Reading^
Terimakasih dukungan dari kalian semua. terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan Vote, kopi atau pun bunganya ๐ dan terimakasih yang sudah memberikan rating bintang 5nya , terimakasih juga yang sudah subscribe๐๐ dukungan kalian sangat berarti bagi Author ๐ฅฐ๐