
Dirumah Saka
Bu Risma memandang Kedua cucunya yang sedang tertidur. tidak pernah terbayangkan sebelumnya putrinya akan pergi seperti itu. melahirkan anak yang bahkan tidak tau siapa ayahnya.
"Seandainya saat itu, mama menemuimu sejak awal. mungkin saja mama bisa bertanya siapa ayah dari anakmu Sa. sekarang bahkan kamu pergi meninggalkan anakmu tanpa ada yang tau siapa ayahnya. hanya kamu yang tau siapa ayahnya, tapi sekarang kamu sudah tidak ada lagi didunia ini. kalau dipikir-pikir sepertinya ini memang karena dosa-dosa mama pada keluarga Nur" gumam Bu Risma
"Ma" Saka menghampiri mamanya
"Saka" Bu Risma memeluk Saka dan menangis dipelukan putra kesayangannya
"Anak-anak sudah tidur semua ya ma"
"Iya mereka tidur dengan pulas" ucap bu Risma dan ini kali pertamanya bu Risma mau masuk kekamar anak-anak dan melihat mereka. sekarang hati bu Risma sudah terbuka dan mau menerima Almira sebagai cucunya begitu juga dengan Farhan. ya Saka memberikan nama Farhan pada anak Sasa yang sekarang sudah diangkat sebagai anaknya.
"Ma, mungkin minggu depan Saka sudah harus kembali berlayar. Saka harap mama mau membantu Tika untuk menjaga Almira dan Farhan. karena Tika pasti akan sangat kerepotan jika harus mengurus dua anak sekaligus."
"Iya Saka, jangan khawatir! mama akan membantu Tika mengurus cucu-cucu mama" bu Risma senyum
"Saka, Maafkan mama ya selama ini mama tidak bisa menjadi mama yang baik untuk mu dan Sasa sekarang mama sadar, mama ini adalah mama yang buruk dan mama ini orang yang kejam" ucap bu Risma dengan mata berkaca-kaca
"Ma, sudah ya! jangan bilang seperti itu lagi. Saka tau mama seperti itu karena terlalu menyanyi kami. Saka yang harusnya minta maaf karena sudah membuat mama seperti ini. seandainya dulu Saka tidak melakukan dosa itu pasti kejadiannya tidak akan seperti ini" Saka memeluk mamanya erat
"Saka apa bisa sebelum kamu berlayar tolong antarkan mama bertemu dengan Nur? mama ingin menemui Nur dan meminta maaf sama Nur. mama sudah sangat kejam sama dia. mama tidak yakin Nur akan memaafkan mama tapi mama harus tetap minta maaf secara langsung dengan Nur."ucap bu Risma
"Saka akan coba mencarikan informasi tentang keberadaan Nur ya ma, soalnya terakhir Saka bertemu dengan Nur, dia bilang akan ke pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama"
"Nur di pesantren?" tanya bu Risma
"Iya ma, Nur ke pesantren. dan mamanya Nur juga sudah pindah luar kota"
__ADS_1
"Ya Alloh pasti mereka sangat menderita. mama sekarang bisa merasakan apa yang mereka rasakan. jadi bahan gunjingan para tetangga. mama tau bagaimana rasanya. pasti sangat tidak enak. mama sendiri juga merasakan hal yang sama" ucap Bu Risma menyeka air matanya di pipinya.
Perasaan bersalah menyelimuti hatinya. kini dirinya tau seperti apa beban yang dirasakan keluarga Nur saat itu.
***
Dirumah Arif
Arif berusaha mendiskusikan masalah perusahaan pada papanya
Setelah mengambang nafas dengan dalam kini papanya mengerti seperti apa kondisi perusahaan.
"Kamu siapkan saja tuntutan untuk PT. Sinar Jaya grup. tidak perlu ragu. orang seperti itu harus diberi pelajaran"
"Lalu bagaimana dengan perusahaan pa? kita saat ini kekurangan dana untuk bisa tetap beroperasional. hampir seluruh dana sudah kita gunakan untuk memenuhi pesanan PT. Sinar Jaya grup. dan kasus ini membutuhkan waktu yang mungkin cukup lama. tapi bagaimana dengan kelangsungan perusahaan. itu yang sedang Arif pikiran pa" ucap Arif memijat pelipisnya
"Terimakasih ya pa. dan maafkan Arif. gara-gara Arif pegang perusahaan malah jadi kacau seperti ini. Arif sepertinya tidak bisa mengurus perusahaan dengan baik"
"Bukan salah kamu Rif. kamu sudah mengurus perusahaan dengan baik. ini hanya sedikit krikil sandungan buat kamu dan keluarga kecil kamu. sebagai kepala keluarga disini lah kamu diuji. apa kamu akan bisa melewati ujian ini atau sebaliknya kamu akan goyah?"
"Insyaalloh goyah sih tidak pa, hanya saja Arif sedang memikirkan nasib ribuan karyawan. tapi papa tidak perlu khawatir, Arif akan mencoba mencari investor untuk perusahaan kita agar bisa tetap beroperasional. karena ribuan nasib karyawan saat ini bergantung pada Arif."
"Papa percaya kamu bisa melewati masa-masa ini" papa Arif senyum menepuk pundaknya. tanda yakin dengan kemampuan anaknya.
***
Keesokan harinya Ane pamit untuk keluar dan ternyata Ane pergi untuk menemui Irma dirumah nya.
Ane sempat menanyakan alamat Irma pada Arif saat menanyakan kronologi bau parfum yang menempel di bajunya.
__ADS_1
Berbekal alamat yang didapat dari suaminya. Ane nekat untuk pergi ke rumah Irma.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, mencari siapa ya?" tanya bu Desi
"Saya mau bertemu dengan mbak Irma. apa mbak Irma ada di rumah?"
"Iya ada. mari silakan masuk! saya panggilkan Irma. silakan duduk dulu nak!"
"Iya bu terimakasih" Ane duduk. tak lama kemudian Irma datang dan duduk di depannya
"Kamu rupanya, untuk apa kamu kesini? apa Arif sampai menyuruh istrinya untuk kesini?" Irma menyeringai
"Saya kesini bukan karena disuruh siapapun dan tidak ada kaitannya dengan bang Arif. tapi saya kesini karena keinginan saya sendiri. saya tidak mengerti kenapa mbak Irma bisa membatalkan kerja sama begitu saja, apa mbak Irma tau itu menyalahi aturan kontrak dan bisa ditempuh secara hukum"
"Yes, tentu saya tau dan faham dengan itu semua. it's okay, tidak masalah silakan tuntut saja perusahaan saya karena membatalkan kontrak secara sepihak. paling nanti setelah di sidangkan keputusannya saya harus menggantikan denda berupa uang. dan itu sama sekali bukan masalah buat saya. yang akan jadi masalah perusahaan suami kamu tidak akan bisa beroperasional untuk waktu yang mungkin lumayan lama karena saya tau, perusahaan Arif sedang kesulitan masalah keuangan. dan hanya saya yang bisa membantu suami kamu "
"Mbak, apa harus seperti ini? tidak seharusnya mbak Irma mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan dan mempertaruhkan nasib ribuan karyawan. hanya karena masalah pribadi mbak Irma, ribuan karyawan terkena imbasnya. bukankah ini tidak adil buat mereka mbak?"
"Kalau kamu mikirin nasib ribuan karyawan, seharusnya kamu juga tidak egois?"
"Aku egois? apa maksud mbak Irma?"
"Tinggalkan Arif. biarkan dia bersamaku. aku lebih mampu dan lebih pantas untuk menjadi istri seorang seperti Arif. karena aku bisa membantunya mengurus perusahaan. wanita seperti aku yang dibutuhkan Arif bukan kamu"
^Happy Reading^
Terimakasih dukungan ya sayang 🥰😘 dukungan kalian berupa Like, coment dan Vote sangat berarti bagi Author 🥰😘🙏
__ADS_1