
Nia yang merasa dapat perlakuan kurang menyenagkan dari calon adik iparnya menghubungi Ane untuk memintanya menemani jalan - jalan.
"Gimana kalau kita cari makan dulu yuk, aku pengen yang seger - seger ini" ucap Ane
"Iya deh nurut Bumil aja pokoknya hehehe.." ucap Nia
Disebuah rumah makan yang letak nya lumyan jauh dari rumah Ane karena Ane saat itu ingin makan ditempat itu dan keduanya pun datang kesana setelah mengantongi ijin dari Arif pastinya.
"Kenapa kamu bisa merasa kalau adiknya Alan gak welcome sama kamu?" tanya Ane
"Terlihat jelas banget kok, kalau Riri sepertinya tidak suka sama aku" ucap Nia
"Sudah kamu bicarakan sama Alan?" tanya Ane
"Tidak, aku sengaja tidak menanyakan sama Alan kenapa Riri bersikap seperti itu sama aku. aku tidak mau membuat Alan pikiran" ucap Nia
"Coba deh nanti, biar aku bicara sama Alan.ya untuk memastikan saja" ucap Ane
"Terimakasih ya Ne, kamu memang sahabat yang baik" ucap Nia senyum
"Iya.Aku ke Toilet dulu ya" ucap Ane berdiri
Setelah dari toilet Ane yang hendak kembali ke meja makan nya tercengang melihat pemandangan yang tak sewajarnya.
"Itu Nur? sama siapa ya dia" gumam Ane karena Posisi Saka yang membelakangi hingga Ane tidak tau Nur sedang bersama siapa. Ane tidak menyangka hari ini dirinya bisa bertemu dengan Nur disana.
Ane yang merasa penasaran diam - diam mulai mendekat
"Saka, mau sampai kapan kamu seperti ini? aku juga punya perasaan Saka. dan bukan kah saat ini waktu yang tepat untuk kita berterus terang. Nia juga sudah punya calaon suami. kenapa malah kamu masih gangguin Nia. kamu anggap aku ini apa?" Tangis Nur merasa frustasi dengan hubungan yang tidak ada kejelasan
"Saka" gumam Ane yang mendengar percakapan Nur. betapa terkejutnya Ane mendengar apa yang barusan Nur katakan.
Namun Ane masih diam ditempatnya berusaha memastikan apa yang didengarnya tidak benar.
"Tapi aku belum rela Nia sama Polisi itu" jawab Saka
"Belum rela kamu bilang? apa maksud kamu berkata seperti itu? lalu aku ini kamu anggap apa? sampai kapan aku harus menjadi pacar simpanan kamu seperti ini?" ucap Nur
"Kamu sendiri kan yang bilang mau jadi pacar kedua aku" ucap Saka
__ADS_1
"Saka kamu keterlaluan, aku menyesal mencintai kamu. aku rela menghianati persahabatan kami demi kamu. tapi seperti ini balasan yang kamu berikan?" Nur geram
"Apa aku tidak salah dengar Nur?" sahut Ane menutup mututnya dan berjalan mendekat
Mendengar suara yang sudah tidak asing di pendengarannya Nur berbalik dan betapa terkejutnya dirinya melihat Ane berdiri disampingnya.
"Ane" ucap Nur tercengang dengan mulut menganga
"Jadi selama ini kalian?" ucap Ane melihat kearah Nur dan Saka
"Ane, Ane tolong dengarkan aku dulu" ucap Nur berdiri memegang tangan Ane dan menyuruhnya duduk
"Ane tolong, jangan katakan apa yang kamu dengar pada Nia ya, aku mohon. aku tidak ingin merusak persahabatan kita" ucap Nur panik seraya memohon.
"Ini tidak seperti seperti yang kamu pikirkan Ne, aku dan Nur tidak seperti yang ada dalam pikiran kamu. tolong Nia jangan sampai tau ya, aku masih mencintai Nia." ucap Saka panik
"Sudah lah Saka kita akui saja semuanya kalau kita saling mencintai" ucap Nur menatap Saka
"Tapi kamu salah Nur, tidak seharusnya kamu seperti ini, kita bersahabat sudah lama. tapi kok kamu bisa seperti ini sama teman kamu sendiri? selama ini kami mengira kamu yang paling bijaksana diantara kami semua." ucap Ane menggelengkan kepalanya
"Ne, kamu tau kok, aku juga sebebarnya tidak bersalah" ucap Nur
"Apa maksud kamu?" Ane heran
"Nur, gak nyangka lho aku. ternyata kamu seperti itu memandang sahabat. Nia tidak seperti yang kamu kira. iya dia memang sering memceritakan soal Polisi tapi kan kamu tau hanya cadaan kita dikos. kamu juga sama kan?" ucap Ane
"Tentu saja aku beda. aku sebenarnya ikut - ikutan hanya karena aku tidak mau kalian tau soal hubungan ku sama Saka" ucap Nur
"Saka, Nia beruntung sudah lepas dari kamu dan Insyaallloh Nia bertemu jodoh yang pastinya lebih baik dari pada kamu. laki - laki yang tidak bermoral ngobral cinta sana sini" ucap Ane kesal dengan sikap Saka
"Beneran Ane, aku khilaf. aku baru menyadari kalau aku mencintai Nia. aku tidak bisa kehilangan Nia.
Nur kita salah. tidak seharusnya kita seperti ini." ucap Saka melihat ke arah Ane dan Nur
"Saka, kamu apa - apain sih, kita sudah ketauan buat apa kuta tutup - tutupi lagi?" ucap Nur
"Aku tidak menutup - nutupi, benaran aku sekarang sadar aku tidak mencintai kamu Nur, aku mencintai Nia" Ucap Saka Yakin
Plak...
__ADS_1
Suara Nur menampar Saka
"Tega kamu bilang seperti itu, setelah apa yang sudah kita lakukan? mana janji kamu mau tanggung jawab?" Nur dengan mata berkaca - kaca
Menyadari Ane yang tak kunjung kembali dari Toilet membuat Nia sedikit cemas dan berinisiatif untuk menyusul sahabatnya itu.
"Ane, Nur, Saka kok kalian biasa ada disini?" Nia haran
"Kami tidak sengaja bertemu disini" ucap Saka mencoba menutupi kegugupannya
"Oo ya udah, yuk Ne kita kembali. Nur kamu gabung kita aja, sekalin reunian, dah lama banget kan kita gak kumpul - kumpul gini" ucap Nia yang tidak curiga dengan keberadaan Saka dan Nur
"Nia kita pulang saja yuk, aku kok tiba - tiba merasa capek banget pengen istirahat" ucap Ane
"Ya udah kita kerumah Ane saja yuk Nur, masyaallohh Nur aku kangen banget lho sama kamu. kamu juga gitu, ke Semarang gak kabar - kabar" ucap Nia memegang tangan Nur
"Maaf Nia, aku tidak bisa. aku buru - buru. maaf aku pergi dulu" ucap Nur berlalu meninggalkan mereka
"Nur kenapa ya? kok aneh gitu, ketemu kita malah pergi gitu aja" ucap Nia heran
"Udah lah, ayo kita pulang" ucap Ane
"Nia, mau aku antar pulang?" ucap Saka
"Tidak usah, aku naik taxi sama Ane " ucap Ane meninggalkan Saka
Sepanjang perjalanan, Ane terdiam memikirkan apa yang sudah dia lihat hari ini
"Nur, apa bener kamu seperti itu?" batin Ane yang masih belum bisa mempercayai apa yanh sudah dilihat barusan
Terkadang orang yang kita anggap sebagai orang terdekat dalam hidup kita malah bisa menjadi orang yang paling menyakiti.
Like
Coment
Add favorit
Kasih rating lima
__ADS_1
Vote jika ada ya
Terimakasih