
Setelah seharian Arif disibukkan dengan urusan Kantor, siang ini Arif ganti disibukkan dengan urusan perusahaan yang juga membutuhkan dirinya untuk menghadiri meeting yang cukup penting dengan kliennya yang tidak mungkin diwakilkan oleh orang kepercayaannya sekalipun.
"Siang Pak" sapa ayu sekertaris Arif saat melihat Arif berjalan menuju ruangannya
"Siang, oya yuk bagaimana dokumen untuk meeting siang ini apa semua sudah disiapkan?" tanya Arif sambil berjalan menuju ruangan dan Ayu mengekori
"Semua dokumen untuk keperluan meeting siang ini sudah saya siapkan diatas meja bapak"
"Okey saya periksa dulu, nanti kamu tolong temani saya untuk meeting dengan Mr. Lee"
"Baik Pak" Jawab Ayu segera keluar dari ruangan Arif, sementara Arif menyibukkan diri dengan dokumen-dokumen yang akan digunakan meeting siang ini
Dret.. dret...
Panggilan masuk dari Ane
"Assalamu'alaikum sayang"
"Walaikumsalam bang, apa abang sudah sampai perusahaan?"
"Alhamdulillah sudah sayang, baru saja sampai ini lagi mempelajari dokumen untuk meeting siang ini dengan MR. Lee"
"Itu klien yang dari Korea itu ya bang?"
"Iya.kebetulan Mr. Lee ini mendirikan hotel di bali. dan untuk semua pengadaan furniture hotelnya akan dilakukan di Indonesia. semoga saja perusahaan kita berhasil memenangkan tender ini. karena ini jumlah yang lumayan fantastis jika kita berhasil memenangkannya"
"Amin. Ane akan selalu mendoakan yang terbaik bang, tapi Abang juga harus mengutamakan kesehatan. Ane kepikiran luka abang bagaimana? apa masih sakit?"
"Luka abang sudah baik-baik saja, tidak apa-apa sayang, ini kan hanya luka kecil"
"Tetap saja Ane tidak tenang kalau abang terluka"
"Iya, habis meeting abang langsung pulang ya. ya sudah abang lanjut kerjaan dulu ya! Assalamu'alaikum" ucap Arif menutup telpon
__ADS_1
"Walaikumsalam"
****
Dirumah Nia
"Bagaimana, kapan lelaki yang menghamili kamu mau menemui ayah? apa dia cukup punya keberanian untuk menemui ayah?" tanya Pak Karsa
"Maafkan Nia ayah, tapi, tapi saat ini mas Sigit sedang sibuk. tapi mas Sigit sudah berjanji akan menikahi Nia yah"
"Ayah sama sekali tidak bangga kamu akan dinikahi Dokter sekalipun. seandainya ayah bisa memilih ayah tetep berharap Alan lah yang menjadi menantu ayah. ayah yakin Alan seribu kali lipat lebih baik dari pada laki-laki yang sudah berani mengajak zina istri orang. apalagi dia juga sudah memiliki istri. kamu perempuan Nia bagaimana bisa kamu merebut suami wanita lain"
"A-ayah tau itu dari mana? apa mas Alan yang menceritakan semua itu pada Ayah?"
"Kenapa? apa kamu pikir menantu ayah orang yang seperti itu? kamu tau persis Alan orang yang sangat baik dan selalu menjaga kamu. apa pernah selama ini Alan mengadukan keluh kesahnya kepada menghadapi kamu kepada kami?"
"Lalu bagaimana Ayah bisa mengetahui soal itu?"
"Apa pentingnya ayah tau dari mana? yang ayah tidak habis pikir. mau ditaruk mana muka ayah ini. anak perempuan ayah hamil dengan laki-laki lain disaat dia masih menjadi seorang istri dari laki-laki yang sangat baik. kamu sia-siakan batu berlian hanya untuk batu krekil Nia. ayah yakin kamu pasti akan menyesalinya"
"Cinta? cinta sesaat yang kamu turuti. itu bisikan setan dalam menggoyangkan rumah tangga kamu dan Alan tapi justru kamu tergelincir didalam jurang yang sudah setan siapkan untuk kamu. sekarang apa yang kamu dapat? rumh tangga kamu hancur, kamu sudah pasti akan kehilangan hakim asuh kamu atas Nina. apa lagi sekarang yang masih kamu harapkan? bahkan sekarang mungkin kamu sudah tidak bisa lagi bekerja sebagai bidan. ayah yakin tidak ada satu rumah sakit pun disana yang mau menerima kamu bekerja kan? begitu juga dengan laki-laki kurang ajar itu! karirnya sudah pasti akan hancur!"
"Kenapa ayah berkata seperti itu?"
"Ayah itu menyekolahkan kamu biar pintar Nia, tapi kenapa malah jadi bodoh seperti ini, apa kamu tidak tau kekuatan kluarga istri Sigit yang kamu hancurkan itu? keluarganya orang berpengaruh semua dibidang Kesehatan. sudah bisa dipastikan kamu dan Sigit akan kesulitan mendapatkan pekerjaan dibidang kesehatan lagi"
"Sebenarnya ayah mengetahui semua itu dari mana? ayah jangan berpikir yang tidak-tidak ya yah. Nia pasti akan jauh lebih bahagia dengan Dokter Sigit"
"Bodoh kamu Nia. ayah sudah bertemu dengan Dokter Anggun istrinya Dokter Sigit yang sekarang ini menjabat direktur utama dirumah sakit tempat dulu kamu bekerja. Dia wanita yang sangat cantik dan anggun seperti namanya. dia juga sangat santun. walapun dia tau ayah ini ayah dari wanita yang sudah merebut suaminya dan merusak rumah tangganya. tapi dia masih mempersilahkan ayah dengan sopan dan menerima kedatangan ayah. ayah bisa melihat kesakitan yang dia rasakan karena penghianatan suaminya tapi dia masih mengingat anak dalam kandungan kamu membutuhkan ayah biologisnya. jujur ayah malu memiliki anak seperti kamu Nia"
"Maafkan Nia ayah, maafkan Nia" Nia bersimpuh dikaki ayahnya
***
__ADS_1
Keesokan harinya Nia memutuskan untuk kembali ke Semarang dan menunggu Dokter Anggun dirumah sakit
"Nia kenapa kamu disini?" tanya perawat yang mengenal Nia
"A-aku mau bertemu Dokter Anggun" Jawab Nia gugup
"Apa kamu tidak salah mau bertemu Dokter Anggun. Dokter Anggun itu istrinya Dokter Sigit yang suaminya sudah kamu rebut"
Deg..
Jantung Nia terasa sakit. Nia hanya diam tak menjawab.
"Ada apa ini? dan untuk apaanda menunggu saya? apa kita ada urusan?" tanya Dokter Anggun
"Sa-saya mau bicara dengan anda Dok" Jawab Nia gugup
"Bicara sama saya? baiklah mari masuk ruangan saya" Dokter Anggun mempersilahkannya masuk dan Nia mengekori dibelakang Dokter Anggun
"Silakan duduk!" Dokter Anggun menunjuk kursi di depannya setelah dirinya duduk dan menumpuk kaki kanannya diatas kaki kirinya
"Katakan, apa yang membuat Anda datang kemari dan menemui saya disini?"
"Dok, saya minta maaf. saya mohon maafkan saya!" tangis Nia pecah dan menundukkan wajahnya
"Maaf, untuk apa?" tanya dokter Anggun santai
"Maafkan saya yang sudah merusak rumah tangga Dokter Anggun dengan Dokter Sigit. kami khilaf dok"
"Khilaf? kamu datang kesini cuma mau bilang kamu khilaf terus minta maaf sama saya? apakah begitu?"
"I-iya Dok. saya tau kesalahan saya sangat besar tapi saya masih berharap Dokter Anggun mau menerima permintaan maaf saya"
"Okay, jika saya memaafkan kamu terus pengaruhnya apa? bukankah kamu tetep menginginkan suami saya? dan kamu berharap saya bercerai dengan mas Sigit kan? kamu tenang saja, saya sedang dalam proses perceraian dengan mas Sigit. silahkan ambil saja mas Sigit. karena saya tidak menerima laki-laki yang menggadaikan imannya hanya demi menuruti na*su.
__ADS_1
^HAPPY READING^
.